Kelompok ibu-ibu membagikan makanan dan minuman kepada jamaah seusai Salat Jumat di halaman Masjid Agung At Taqwa Wonogiri, belum lama ini sebelum Ramadan./Rudi Hartono

Solopos.com, WONOGIRI--Kaum ibu-ibu kerap diidentikan dengan ngerumpi jika sedang berkumpul tempat. Berbeda halnya dengan kelompok ibu-ibu di Wonogiri yang satu ini. Mereka berkumpul untuk menebar kebaikan dan mendulang pahala.

Kelompok ibu-ibu ini tak bernama. Sejak beberapa bulan lalu mereka menggalang donasi untuk membuat kegiatan membagikan makanan di Masjid Agung At Taqwa Wonogiri setiap Jumat. Mereka membagikan ratusan bungkus nasi, makanan ringan, dan minuman kepada jamaah seusai Salat Jumat. Pada Ramadan ini kegiatan tersebut akan digelar lebih rutin, yakni dua kali sepekan menjelang berbuka puasa.

Gerakan itu dimotori oleh Timur, perempuan 36 tahun dari Bulusulur, Kecamatan Wonogiri. Saat ditemui Espos belum lama ini, perempuan berjilbab itu mengatakan awalnya kegiatan sosial itu dia laksanakan hanya bersama suaminya, Aziz, bermodal uang pribadi. Timur mengaku terinsipirasi dari teman sejawatnya di Jawa Timur yang sudah lebih dulu melakukannya. Dengan tekad kuat dan niat beribadah, Timur mengajak suaminya melakuan hal yang sama. Awalnya Timur membagikan lebih kurang 150 bungkus nasi gratis setiap pekan.

“Waktu itu saya melihat Wonogiri belum ada kegiatan semacam itu. Lalu saya berpikir memulainya. Setelah terealisasi, ada teman yang ikut berdonasi. Semakin lama orang yang beronasi semakin banyak. Ada yang mendonasikan uang, ada juga yang memberi barang, seperti makanan ringan atau minuman. Sekarang setiap pekan kami bisa membagikan lebih dari 300 bungkus nasi plus makanan ringan dan minuman,” kata Timur.

Kegiatan ini semakin dikenal setelah menyebar via media sosial (medsos). Seiring berjalannya waktu ada rekan Timur yang tak hanya mau mendonasikan uang atau barang, tetapi juga ikut membagikan makanan. Pada Ramadan ini mereka berencana lebih menggiatkan kegiatan yang semula sekali sepekan menjadi dua kali sepekan. Mereka akan menggelar kegiatan di dekat pasar, tepi jalan, atau tempat lain yang jauh dari warung makan. Siapa pun boleh mengambil makanan gratis ini.

“Kami tidak memandang orang miskin atau kaya. Siapa pun yang bersedia mengambil atau menerima, silakan saja. Kalau ada yang mau berdonasi bisa menghubungi kami di nomor 081329387977,” imbuh Timur didampingi dua temannya yang turut dalam kegiatan membagikan makanan, Endang, 40 dan Diyah, 40.

Endang mengaku heran ada saja yang justru nyinyir melihat kegiatan sosial yang dilakukannya bersama Timur, Diyah, dan ibu-ibu lainnya. Ada yang mengatakan pemberian makanan yang dilakukan kelompoknya tidak tepat sasaran. Menurut mereka orang yang perlu diberi hanya orang miskin. Menurut Endang, berbuat baik dapat dilakukan terhadap siapa pun.

“Seperti saat Ramadan misalnya, bukan kah Allah menjanjikan akan memberi pahala besar kepada orang yang memberi makanan untuk berbuka puasa bagi siapa pun. Dari pada nyinyir, lebih baik berdonasi. Kalau ikhlas insya Allah mendapat pahala,” ucap Endang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: