Ilustrasi grafik ekspor Jateng Februari 2017 dari BPS Jateng. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Ekspor Jawa Tengah (Jateng) pada Februari 2017 mengalami penurunan, tapi neraca perdagangan justru mengalami surplus.

Solopos.com, SEMARANG – Ekspor Jawa Tengah (Jateng) pada bulan Februari 2017 mengalami penurunan sebesar 5,83% dibandingkan ekspor pada Januari 2017 lalu. Kendati demikian, secara keseluruhan neraca perdagangan di Jateng selama Februari 2017 lalu mengalami peningkatan atau surplus dibandingkan Januari 2017.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Sri Herawati, di Kantor BPS Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Rabu (15/3/2017). Sri menyebutkan ekspor komoditas di Jateng sepanjang Februari 2017 mencapai US$428,38 juta, turun 6,29% dari ekspor nonmigas Januari 2017, yakni US$457,12 juta.

Sementara, impor nonmigas Februari 2017 juga mengalami penurunan dibandingkan bulan Januari 2017. Impor nonmigas Jateng pada Februari 2017, yakni US$405 juta atau turun 23,46% dibandingkan Januari 2017, yang mencapai US$529,65 juta.

“Jadi secara neraca perdagangan komoditas nonmigas pada bulan Februari 2017, kita mengalami surplus US$23,38 juta. Lebih bagus dibanding Januari 2017 yang mengalami defisit,” ujar Sri.

Kendati demikian, secara keseluruhan ekspor Jateng pada bulan Februari 2017 mengalami penurunan dibandingkan Januari 2017. Ekspor Jateng pada Februari 2017 mencapai US$477,47 juta atau turun 5,83% dibandingkan ekspor Januari 2017 yang mencapai US$475,16 juta.

Meski demikian, jika dibandingkan Februari 2016 ekspor Jateng pada Februari 2017 mengalami peningkatan 2,50 % atau US$10,91 juta.

“Ekspor kumulatif Januari-Februari 2017 mencapai US$922,63 juta atau naik 7,67% dari ekspor kumulatif Januari-Februari 2016 yang mencapai US$856,88 juta,” beber Sri.

Sri menambahkan Amerika Serikat (AS) menjadi negara utama pengekspor produk-produk dari Jateng. Di susul Jepang dan Tiongkok. Ekspor Jateng pada Februari 2017 ke AS tercatat mencapai US$115,9 juta. Sedangkan, ke Jepang US$56,66 juta dan Tiongkok sekitar US$44,84 juta.

“Tekstil, barang-barang dari kayu, dan hasil pabrik merupakan komoditas utama atau penyumbang terbesar dalam ekspor di Jateng pada Februari 2017,” imbuh Sri.

Sementara penyumbang impor terbesar di Jateng selama Februari 2017, yakni produk mineral, barang dari tekstil, mesin serta pesawat mekanik. Nilai impor ketiga komoditas itu selama Februari 2017 mencapai US$755,89 juta atau sekitar 79% dari total impor Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten