Tutup Iklan

Ekspedisi KRL Solo-Jogja : Serunya Mengeksplorasi Keindahan Candi Prambanan hingga Candi Sewu

Letak Candi Sewu berada di kompleks Taman Wisata Prambanan bagian utara atau di belakang Candi Prambanan.

 Candi Sewu. (Solopos-Chelin Indra Sushmita)

SOLOPOS.COM - Candi Sewu. (Solopos-Chelin Indra Sushmita)

Solopos.com, KLATEN — Arus lalu lalu lintas di Jalan Jogja-Solo Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, seperti tidak pernah sepi, sejak semalam sampai pagi ini, Jumat (9/4/2021). Rasa penat di tubuh hilang setelah tidur nyenyak semalaman di penginapan dekat Stasiun Brambanan Klaten.

Jarak penginapan tempat tim Ekspedisi KRL Solo-Jogja dari Solopos Group, Chelin Indra Sushmita dan Adhika Ali (Dhika), sekitar 450 meter dari Stasiun Brambanan Klaten. Kami pun melanjutkan perjalanan hari ini mengeksplorasi destinasi wisata candi di sekitar Prambanan.

Kami memilih berkeliling di Candi Sewu yang jaraknya sekitar 1,5 km dari Stasiun Brambanan. Objek wisata ini bisa diakses menggunakan layanan ojek online. Tadi kami naik taksi online dengan tarif Rp15.000. Cukup murah untuk ongkos ke tempat wisata bersama teman.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja : Berbagi Kasih nan Romantis di KRL Solo-Jogja

Destinasi wisata ini berada di kompleks Candi Prambanan yang menempati lahan seluas 80 hektare. Terbayang betapa serunya perjalanan tim Ekspedisi KRL Solo-Jogja yang digelar Solopos bersama PT KAI CommuterBadan Otorita Borobudur (BOB), dan Perum Perumnas hari ini mengeksplorasi salah satu wujud kearifan lokal peninggalan nenek moyang.

Selain Candi Sewu, ada tiga candi lain di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, yaitu Candi Bubrah, Candi Lumbung, dan Candi Ghana. Asyik ya sekali piknik lima tempat wisata terjangkau sekaligus.

Ditempuh dengan Berjalan Kaki

Kami tadi sempat salah masuk pintu menuju ke Candi Sewu. Letak Candi Sewu berada di kompleks Taman Wisata Prambanan bagian utara atau di belakang Candi Prambanan.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja: Drama Es Teh Kampul di Soto Lenthok Pasar Lempuyangan Jogja

Sebenarnya ada pintu masuk langsung ke Candi Sewu, tapi rupanya itu jalur khusus untuk karyawan. Kami pun harus berputar ke depan, masuk melalui gerbang Taman Wisata Candi Prambanan yang jaraknya 1,5 km dan akhirnya kami tempuh jalan kaki. Lumayanlah sembari olahraga ringan setelah sekian lama jadi kaum rebahan.

Sesampainya di pintu masuk, kami pun diminta petugas mencuci tangan sebelum mereka mengukur suhu badan kami. Kami juga diingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, di antaranya memakai masker dan menjaga jarak.

candi prambanan krl solo-jogja
Candi Prambanan (Solopos-Chelin Indra Sushmita)

Saya kemudian bertanya kepada petugas di loket soal akses menuju ke Candi Sewu. Mereka menyebut lokasi Candi Sewu berada jauh di belakang. Setelah ngobrol ngalor ngidul, kami lantas diantarkan oleh dua karyawan pengelola Taman Wisata Candi Prambanan menuju ke Candi Sewu naik motor.

“Candi Sewu itu agak sepi mbak, jauh soalnya dari depan. Taman ini saja luasnya 80 hektare. Ya lumayan kalau jalan kaki,” terang Arga, salah satu karyawan Taman Wisata Candi Prambanan kepada saya.

Baca juga: Ada Penyesuaian Jadwal KRL Jogja-Solo Mulai 1 April 2021, Ini Yang Berubah

Benar saja, di sepanjang jalan saya hanya melihat beberapa wisatawan berjalan kaki sampai ke Candi Sewu dan sekitarnya.

“Kalau traveller sejati ya sering juga niat jalan kaki mengeksplor semua candi di sini. Tapi rata-rata memang keliling di Prambanan saja sudah pada capek sih mbak,” kata Arga.

Pusat Kegiatan Keagamaan Masyarakat

Dikutip dari laman candi.perpusnas.go.id, Candi Sewu atau Candi Seribu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8, atas perintah penguasa Kerajaan Mataram pada masa itu, yaitu Rakai Panangkaran (746-784 M) dan Rakai Pikatan yang beragama Hindu.

Walaupun rajanya beragama Hindu, Kerajaan Mataram pada masa mendapat pengaruh kuat dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. Para ahli menduga bahwa Candi Sewu merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat beragama Buddha.

Baca juga: KCI Luncurkan KMT KRL Edisi Solo, Ada Gambar Mangkunegaran dan Tugu Pemandengan Hlo

Nama Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti seribu, menunjukkan bahwa candi yang tergabung dalam gugusan Candi Sewu tersebut jumlahnya cukup besar, walaupun sesungguhnya tidak mencapai 1.000 buah. Tepatnya, gugusan Candi Sewu terdiri atas 249 buah candi, terdiri atas 1 candi utama, 8 candi pengapit atau candi antara, dan 240 candi perwara. Candi utama terletak di tengah, di keempat sisinya dikelilingi oleh candi pengapit dan candi perwara dalam susunan yang simetris.

stasiun brambanan krl solo-jogja
Stasiun Brambanan (Solopos-Chelin Indra Sushmita)

Perjalanan naik sepeda motor dari gerbang utama sampai ke Candi Sewu memakan waktu lima menit. Kalau ditempuh dengan jalan kaki tentu membutuhkan waktu lebih lama. Pegal ya sudah pasti. Tapi rasa lelah akan terbayar saat melihat keindahan bangunan candi yang merupakan peninggalan sejarah masa lampau.

Nah, masih penasaran dengan keseruan perjalanan kami selepas mengeksplorasi objek wisata seputar Stasiun Brambanan? Ikuti terus update perjalanan Ekspedisi KRL Solo-Jogja di Solopos.com

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Girpasang, Pesona Kampung Terisolir di Lereng Merapi

Kampung terisolasi di lereng Gunung Merapi, Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, menjadi magnet orang-orang karena panorama alam dipadu kearifan lokal.

Glamour Camping di Lawu Park Tawangmangu, Cara Kemah Semewah Hotel

The Lawu Park memiliki fasilitas glamour camping untuk para wisatawan yang ingin berkemah di alam namun tetap mewah dan tak perlu repot.

Mengintip Koleksi Jarik Waldjinah di Museum Batik Walang Kekek Solo

Koleksi kain jarik milik maestro keroncong Waldjinah yang indah dapat dilihat di Museum Batik Walang Kekek di Solo.

Eksotis & Elegan, Museum Tumurun di Solo Suguhkan Masterpiece Seniman Top Indonesia

Keberadaan Museum Tumurun menjadi penanda bangkitnya seni rupa di Kota Solo, Jawa Tengah,

Menengok Industri Batik di Kampung Batik Semarang, Lokasinya di Dekat Kota Lama

Kota Semarang memiliki kampung batik di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, dengan pengrajin batik yang mulai tumbuh.

Penampakan Kafe Jamu Nguter Sukoharjo, Tempat Nongkrong Cozy Dengan Minuman Menyehatkan

Kafe Jamu Nguter di dekat Pasar Nguter Sukoharjo menawarkan minuman tradisional yang menyehatkan dengan tempat yang cozy dan modern.

Sajikan Rasa Dan Nama Kekinian, Kafe Jamu Nguter Sukoharjo Digandrungi Milenial

Kafe Jamu di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, menyediakan aneka minuman jamu dengan rasa dan nama unik serta kekinian guna menarik kaum milenial.

Perjalanan Industri Jamu Nguter Sukoharjo, Dari Jamu Gendong Hingga Kafe

Industri jamu Nguter, Sukoharjo, telah melewati perjalanan panjang mulai dari produksi dengan pemasaran menggunakan jamu gendong hingga kafe.

Uniknya Kerajinan Limbah Organik, Suvenir Khas Desa Wisata Kandri

Ada berbagai kegiatan ekonomi kreatif warga di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang seperti pembuatan kuliner hingga beragam kerajinan.

Di Kali Pusur Klaten, River Tubing Bisa Bayar Pakai Sampah

River tubing atau susur sungai di Kali Pusur, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten bisa dilakukan hanya dengan membayar menggunakan sampah.

Dari Polanharjo hingga Tulung, Ini Deretan Wisata Air Alami di Klaten

Kecamatan Polanharjo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bisa disebut sebagai gudangnya wisata air yang memanfaatkan sumber mata air alami.

Menjelajah Jejak Peradaban Hindu-Budha di Dataran Tinggi Boyolali

Menjelajah jejak peradaban Hindu-Budha di dataran tinggi Boyolali.

Menarik, Belanja Bisa Lanjut Wisata Tubbing dan Petik Buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Belanja bisa melanjutkan wisata tubbing dan petik buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Asa Seribuan Pembatik di Desa Wisata Batik Girilayu Karanganyar Dongkrak Perekonomian

Harapannya pemerintah memberikan perhatian dan minat khusus sehingga Desa Wisata Batik Girilayu bisa meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Kisah Perjalanan Batik Girilayu Hingga Jadi Produk Khas Karanganyar

Kampung Batik Girilayu berbenah perlahan setelah tumbuh pengusaha baru batik, dimulai dari pembentukan kelompok.

Belanja Makin Asyik Pakai Koin Gerabah di Pasar Pinggul Klaten

Pasar ini hanya digelar sekali dalam selapan (35 hari), yakni Minggu Legi dengan jam buka relatif singkat, mulai pukul 05.30 WIB-10.00 WIB.