Ekspedisi Ekonomi Digital, Pelayanan Prima Artugo Mudahkan Pelanggan

Di era serba digital, keinginan konsumen dalam memperoleh barang rumah tangga dinilai semakin kompleks.

 Layanan Artugo di Toko Satelit Elektronik, Jl. Slamet Riyadi Solo.

SOLOPOS.COM - Layanan Artugo di Toko Satelit Elektronik, Jl. Slamet Riyadi Solo.

Banner Ekspedisi Ekonomi Digital 2021

Solopos.com, SOLO—Di era serba digital, keinginan konsumen dalam memperoleh barang rumah tangga dinilai semakin kompleks. Tak hanya barang yang berkualitas mumpuni, namun pemberian garansi pelayanan purna jual menjadi hal yang harus diperoleh para konsumen di era perkembangan teknologi.

Hal itulah yang menjadi fokus utama Artugo, yakni brand home appliances pertama di Indonesia yang menggunakan mekanisme digital untuk pelayanan purna jual.

Pelayanan bernama trifecta tersebut merujuk pada tiga keunggulan, yakni digital warranty (sistem pendaftaran garansi produk melalui mekanisme digital), service tracking (konsumen dapat  memantau kemajuan proses perbaikan produk Artugo miliknya secara transparan dan real time), dan 7 days solution (saat produk mengalami masalah dan memerlukan perbaikan lebih lanjut, maksimal dalam tujuh hari sejak konsumen menyampaikan keluhan), Artugo akan memberikan solusi mulai dari meminjamkan produk pengganti atau loan unit, hingga mengganti produk bermasalah dengan produk yang baru).

“Saat saya membuka online food, saya sudah memilih produk Artugo [produk cooling] sekitar satu tahun lalu. Saya sendiri pernah mengalami pelayanan yang optimal dari Artugo,” kata Eko Suyanto, 35, pelaku usaha online food di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, saat ditemui Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, di rumahnya, Senin (29/11/2021).

Eko Suyanto menceritakan saat membeli produk Artugo berupa produk cooling ternyata produk tersebut mengalami trouble. Spontan, Eko Suyanto langsung melaporkan hal tersebut ke Artugo. Semula, Eko Suyanto mengajukan service. Lantaran perlu membutuhkan waktu beberapa hari, Eko Suyanto memperoleh produk baru dari Artugo.

“Saat di awal mengajukan service itu, saya sudah dipinjami [dengan produk yang sama oleh Artugo]. Di saat perlu service yang panjang, Artugo langsung memberikan produk yang baru lagi ke saya. Dengan pelayanan serba digital seperti ini sangat memudahkan saya. Usaha saya pun tetap jalan terus meski ada kendala langsung ditangani Artugo dengan baik [dalam sehari], online food Eko Suyanto melayani minimal 27-30 orderan],” kata Eko Suyanto.

Eko Suyanto mengatakan produk cooling dari Artugo dinilai memiliki beberapa keunggulan. Selain cepat dingin, produk cooling tersebut terbuat dari bahan berkualitas tinggi. Lapisan bagian dalam produk cooling dari Artugo dianggap lebih tebal dibandingkan produk lainnya.

“Saat membeli itu, pelayanan Artugo juga bagus. Informasi yang saya peroleh sangat komplet. Sehingga semakin mantap memilih Artugo,” kata dia.
Hal senada dijelaskan konsumen Artugo lainnya, yakni Widodo, warga Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.

Sejak 1,5 bulan lalu, Widodo juga membeli produk cooling dari Artugo. Widodo mengaku tertarik memilih produk Artugo karena beberapa hal. Selain bahan berkualitas bagus, harga produk Artugo lumayan terjangkau di pasaran. Produk Artugo dinilai juga hemat daya listrik saat digunakan.

“Kemudahan-kemudahan itu telah membikin nyaman saya. Sehingga, saya sudah mantap membeli produk Artugo sejak awal,” katanya.

Widodo mengatakan hal lain yang tak kalah pentingnya kenapa dirinya memilih produk Artugo, yakni memperoleh pelayanan purna jual dengan mekanisme digital. Hal itu dinilai sangat memudahkan memperoleh pelayanan di era serba digital.

“Di Artugo ada pelayanan purna jualnya itu [trifecta]. Jika ada kerusakan akan sangat mudah [diperbaiki],” katanya.

Tak hanya customer, pemilik toko elektronik yang menjual produk Artugo juga dimudahkan dalam memasarkan berbagai produk dari Artugo ke pelanggan. Hal itu sebagaimana yang diutarakan Owner Toko Satelit Elektronik di ruas Jl. Slamet Riyadi, Solo, yakni Nikky Tiffany.

“Di Artugo ini, customer memang dimudahkan. Misalnya, customer enggak perlu pusing-pusing mencari kartu garansi. Saat ada kendala, tinggal buka [pelayanan trifecta]. Ini hanya ditemukan di Artugo. Di produk lain enggak ada. Hal seperti ini juga memudahkan saya dalam menjual produk Artugo,” kata Nikky Tiffany, kepada tim ekspedisi di Solo, Rabu (8/12/2021).

Peliputan tentang layanan purna jual di Artugo merupakan bagian dari Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group. Ekspedisi tersebut memperoleh dukungan penuh dari beberapa sponsor, yakni BNI, Mitsubishi Motors, Universitas Terbuka Surakarta, Candi Elektronik, Artugo, Galeri 24, Prodia, XL Axiata, dan Gojek.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 berlangsung selama enam hari, Sabtu-Kamis (4-9/12/2021). Tim ekspedisi dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, mewakili Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Sabtu (4/12/2021). Tim ekspedisi mengunjungi lima kota yakni Solo, Salatiga, Semarang, Cirebon, dan Jakarta.

Berita Terkait

Berita Terkini

Wedang Ronde Porsi Jumbo di Sukoharjo, Murah dan Menghangatkan

Wedang ronde porsi jumbo dengan harga murah dan segar dapat dibeli di warung milik pria asal Sukoharjo.

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.

+ PLUS Keraton Pengging, Cikal Bakal Kerajaan Pajang yang Hilang di Boyolali

Joko Tingkir yang menjadi raja pertama Kesultanan Pajang merupakan cucu dari Andayaningrat yang pernah memimpin Keraton Pengging.

Tim Gabungan di Bulu dan Mojolaban Gencarkan Patroli Tegakkan Prokes

Sasaran patroli yakni menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas malam agar tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), terutama saat berada di luar rumah.

Berkat KIP, Mahasiswa asal Miri Sragen Ini Bisa Kuliah Sekaligus Usaha

Berkat Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang warga Miri, Sragen, dari keluarga miskin bisa kuliah bahkan membuka usaha.

Segini Kerugiannya, Gara-Gara Bakul Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Sebanyak 256 pedagang Pasar Tanjung, Klaten mendadak mogok berjualan Senin (17/1/2022) sehingga menyebabkan perputaran uang mencapai Rp100 juta per hari terhenti.

Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.

Waduh! Pasar Tanjung di Klaten Sepi, Pembeli Kecele

Sejumlah pembeli kecele saat datang ke Pasar Tanjung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin (17/1/2022) pagi.

+ PLUS Piala Dunia U-20 Jadi Momen Emas Eksplorasi Sport Tourism di Kota Solo

Datanganya wisatawan domestik dan mancanegara saat gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023 bisa menjadi momen emas untuk pengoptimalan potensi destinasi sport tourism di Kota Solo.

Hipmi Boyolali Punya Ketua Baru, Program ke Depan Ingin Dampingi UMKM

Anggota Hipmi Boyolali sekitar 40 orang, terdiri dari pengusaha jasa kontruksi, pengusaha apotek, pengusaha tempat wisata, kuliner, peternak, konter, dan lain-lain.

Ini Lo Penyebab Retribusi di Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan

256 pedagang di Pasar Tanjung, Juwiring, Klaten, Jateng mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi karena memprotes kenaikan retribusi ugal-ugalan pada awal 2022.