Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Layanan Prodia Mobile Paling Diminati

Laboratorium Klinik Prodia Semarang terus mengoptimalkan pelayanan secara digital, dalam beberapa waktu terakhir

 Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 saat berkunjung di Prodia Semarang, Minggu (5/12/2021)

SOLOPOS.COM - Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 saat berkunjung di Prodia Semarang, Minggu (5/12/2021)

Banner Ekspedisi Ekonomi Digital 2021

Solopos.com, SEMARANG – Laboratorium Klinik Prodia Semarang terus mengoptimalkan pelayanan secara digital, dalam beberapa waktu terakhir. Pelayanan digital yang paling diminati pelanggan Prodia Semarang di tengah pandemi Covid-19, yakni Prodia Mobile.

PromosiKisah Pilu Medusa, Wanita Cantik Jelita yang Dikutuk Berambut Ular

Branch Manager (BM) Laboratorium Klinik Prodia Semarang, Chyntia Resti Wijaya, mengatakan Prodia turut berinovasi sekaligus mengembangkan pelayanan digital guna memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan. Dalam setiap kesempatan, Prodia Semarang selalu mengajak ke para pelanggannya dapat mengakses hasil pemeriksaan secara online.

Baca Juga: Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Potret Perkembangan Digitalisasi di Ibu Kota

“Selama ini Prodia Mobile paling diminati pelanggan [salah satu upaya Prodia Semarang mengenalkan pelayanan digital. Setiap harinya, jumlah pelanggan yang ke sini berkisar 100 orang. Dari jumlah tersebut, sudah ada yang memanfaatkan pelayanan secara digital,” kata Chyntia Resti Wijaya saat ditemui di Prodia Semarang di Jl. MT Haryono No. 882 Semarang, Minggu (5/12/2021).

Pelanggan Prodia memanfaatkan layanan Prodia Mobile.

Guna memperoleh pelayanan Prodia Mobile, setiap pelanggan harus menempuh beberapa alur. Berturut-turut alur yang harus dilewati, yakni download Prodia Mobile, register akun, login, pilih tes/panel pada menu “cari & pesan”, pilih lokasi pemeriksaan, pilih waktu pemeriksaan, masukkan rujukan dokter/chat dengan dokter, proses pembayaran dengan beragam metode pembayaran, kode booking akan muncul setelah pembayaran sukses, akses hasil pada menu “hasil pemeriksaan” di Prodia Mobile.

“Jadi setelah men-download Prodia Mobile dan mencoba akses hasil secara online, pelanggan cenderung akan mencoba beragam fitur,” katanya.

Layanan di Laboratorium Prodia di Semarang

Salah seorang pelanggan Prodia Semarang, Cindy Maharani, 25, mengaku senang dengan pelayanan online yang disuguhkan Prodia Semarang. “Dengan online itu, saya enggak perlu antre. Begitu tiba di Prodia Semarang, langsung bisa dilayani. Jadi, enggak ribet,” katanya.

Baca Juga: Ini Tiga Kota di Jateng dengan Trafik Internet Tertinggi Versi XL Axiata, Kotamu Masuk?

Kunjungan Solopos ke Prodia Semarang kali ini merupakan bagian dari Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group memperoleh dukungan penuh dari sejumlah korporat yang saat ini tengah getol mengembangkan layanan digital. Masing-masing BNI, Mitsubishi Motors, Universitas Terbuka Surakarta, Candi Elektronik, Artugo, Galeri 24, Prodia, XL Axiata, dan Gojek.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 berlangsung selama enam hari, Sabtu-Kamis (4-9/12/2021). Tim ekspedisi dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, mewakili Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Sabtu (4/12/2021).

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri Buka Kelas Komputer Berbayar Sampah

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri membuka kelas komputer untuk semua warga yang dibayar dengan sampah. Aksi sosial ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital warga Wonogiri.

Kementan Targetkan Swasembada Kedelai Pada 2026

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Tahun ini, Kementan mengejar target produksi kedelai 1 juta ton.

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.

Wow, Ada Monca Nail Art Juga Loh di Korean Wave Solo Grand Mall

Monca Nail Art menjadi salah satu gerai peserta Korean Wave yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall. Monca Nail Art memberi diskon 20% untuk semua treatment.

Petani Milenial Sukoharjo: Hasil Panen Bisa untuk Healing dan Perawatan

Petani milenial kini tak harus terjun ke sawah karena ada banyak kegiatan bisa dilakukan untuk mengoptimalkan usaha pertanian, salah satunya bidang pemasaran.

Ratusan Buku Belanda di Museum Radya Pustaka Jarang Dibaca, Ini Isinya

Ratusan buku berbahasa belanda di Perpusatakaan Museum Radya Pustaka Solo jarang dibaca oleh pengunjung.

Alasan di Balik Kafe Kopi Lebih Ngetren Ketimbang Kafe Teh

Teh lebih populer dijajakan di angkringan, sementara kopi di kafe-kafe berkelas. Ada alasan di balik fenomena tersebut.

Cerita Gema Salam Dampingi Napiter Asal Klaten saat Bebas dari Lapas

Yayasan Gema Salam menjemput napiter yang sudah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Gunung Sindur, Parung, Bogor atas nama Agung, asal Kabupaten Klaten.

Mewujudkan Mimpi Bupati Yuni Miliki Teh Khas Sragen

Meski tak punya kebun teh, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ingin Kabupaten Sragen memiliki teh khas.

Peran Sendang Siwani Wonogiri dalam Kisah Sambernyawa Lawan Kompeni

Menurut Juru Kunci Sendang Siwani, Slamet Riyadi, dahulu Sendang Siwani bernama Belik Lenggong.

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.