Ekspansi ke Jateng-DIY, RedDoorz Tawarkan 110 Hotel
Penyerahan Piagam Kerja sama oleh Chief Operating Officer (COO) RedDoorz, Rishabh Singhi (kiri), dengan pemilik properti di Yogyakarta, Kamis (8/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-RedDoorz)

Hotel di Jateng dan DIY kini pemasarannya dibantu RedDoorz.

Solopos.com, SEMARANG –Perusahaan aplikasi pemesanan hotel terkemuka di Indonesia, RedDoorz, memperluas jaringan usahanya di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perusahaan yang didirikan pada 2015 itu pun siap menawarkan setidaknya 110 hotel maupun penginapan yang tersebar di Jateng dan DIY.

Saat ini, RedDoorz baru memiliki jaringan di sekitar 73 hotel maupun penginapan. Ke-73 hotel dan penginapan itu 14 di antaranya berada di Semarang, enam hotel di Solo, dan 53 properti di Yogyakarta.

Meski demikian, RedDoorz siap menambah jaringan pemesanannya menjadi sekitar 110 hotel maupun penginapan pada akhir 2018 nanti.

Chief Operating Officer (COO) RedDoorz, Rishabh Singhi, mengatakan alasan perusahaannya melakukan ekspansi di Jateng dan DIY. Ia menilai Jateng dan DIY merupakan destinasi wisata yang cukup populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ekspansi kami ke Jawa Tengah dan Yogyakarta bertujuan memenuhi permintaan akan akomodasi hotel dengan harga murah dan berkualitas. Kami juga berencana meningkatkan kekuatan pemasaran, operasional, dan staf di setiap kota,” tulis Rishabh dalam siaran pers kepada Solopos.com, Kamis (8/3/2018).

Ekspansi ke Jawa Tengah dan Yogyakarta merupakan bagian dari rencana besar RedDoorz dalam menjangkau pasar yang lebih luas di Indonesia. Saat ini RedDoorz telah beroperasi di 16 kota dengan sekitar 500 properti yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Palembang, Makassar, Medan, Manado, Batam, Lombok, Bali, Malang, dan Aceh.

Dengan latar belakang pengetahuan yang mendalam pada industri perhotelan dan pariwisata, saat ini RedDoorz mengembangkan teknologi dengan menggunakan analisa data yang bisa memperkirakan secara akurat mengenai permintaan di berbagai area untuk memiliki lebih banyak hotel atau properti sehingga meningkatkan jumlah wisatawan dan secara tidak langsung mengembangkan perekonomian masyarakat setempat.

“Kami sangat antusias dengan perkembangan pesat RedDoorz di Indonesia. Saat ini kami menjalin kemitraan dengan hotel kelas menengah dan pemilik penginapan dalam menyediakan lebih dari 3000 kamar, yang semuanya dapat diakses melalui platform online,” tutur Rishabh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho