Proses ekskavasi dilakukan tim arkeolog dari Balai Arkeologi DIY bersama warga di sekitar Candi Sirih Watu Kelir, Weru, Sukoharjo, Senin (6/5/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Situs bersejarah Candi Sirih di Watu Kelir, Kecamatan Weru, Weru, Sukoharjo, semakin kelihatan wujudnya seiring proses ekskavasi yang dilakukan tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta.

Tim arkeolog kembali menemukan lingga, bangunan berundak menyerupai tangga, serta pagar keliling saat proses lanjutan ekskavasi situs bersejarah Candi Sirih. Sebelumnya peneliti menemukan Arca Candra atau Surya di lokasi tersebut.

Peneliti dari Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta, Baskoro Dari Tjahjono, mengatakan lingga ditemukan saat tim melakukan penggalian di halaman depan Candi Induk. Lingga dengan tinggi 50 sentimeter tersebut ditemukan di kedalaman satu meter.

Lingga merupakan simbol dari Dewa Siwa Kelakian yang biasanya lengkap dengan Yoni. "Saat ini yang baru ditemukan lingganya. Lingga ditemukan saat melakukan penggalian hari ini. Sedangkan Yoni belum ditemukan," kata dia kepada Solopos.com, Senin (6/5/2019).

Dia mengatakan para arkeolog melibatkan warga setempat dalam ekskavasi di kawasan situs bersejarah Candi Sirih sejak Selasa (23/4/2019). Dari hasil ekskavasi ini telah menemukan pagar keliling, satu candi induk, tiga candi Perwara, arca, kemuncak candi, serta lingga dan tangga.

Penemuan ini mendekati gambaran final Candi Sirih yang diduga merupakan tempat ibadah agama Hindu peninggalan masa Mataram Kuno. "Ekskavasi Candi Sirih akan kami lakukan hingga Rabu (8/5/2019) nanti. Mudah-mudahan ada temuan lainnya," katanya.

Para peneliti menduga masih ada halaman lain dari candi tersebut. Dari penelitian, Candi Sirih memiliki satu Candi Inti dan tiga perwara disekelilingnya. Selama proses ekskavasi warga membantu secara manual.

Keterlibatan warga setempat dinilai penting agar mereka aktif melaporkan penemuan di sekitar lokasi candi. Temuan tersebut juga diharapkan tidak diperjualbelikan dan berpindah tangan.

"Candi ini kemungkinan ada di masa Mataram Kuno sekitar abad 8-10 Masehi. Tapi kapan pastinya masih kami cari tahu detail dari berdirinya candi," katanya.

Dia masih mencari kelengkapan candi yang sebagian masih terpendam di tanah. Atap Candi Sirih dipastikan sudah runtuh. Dari data yang ada, bahan bangunan candi ini digunakan dari batu tufa.

Pemerhati budaya Sukoharjo Bimo Wijanarko yang akrab disapa Kokor mengatakan candi tersebut masih memiliki sejarah yang berkaitan dengan ibu kota Mataram Hindu. "Kami berharap ada hasil positif untuk Sukoharjo dari penelitian ini," katanya.

Selain itu, dengan adanya temuan ini diharapkan dapat mengembangkan pariwisata di Sukoharjo.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten