Tutup Iklan
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Solopos.com, KLATEN -- Sudirno, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Jawa Tengah, dikabarkan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK menahan Sudirno beberapa pekan lalu atau sebelum Pemilu 2019 digelar Rabu (17/4/2019).

Sudirno ditetapkan tersangka oleh KPK sejak 2017 lalu berdasarkan hasil pengembangan kasus jual-beli jabatan yang menjerat mantan Bupati Klaten, Sri Hartini, akhir 2016. Sudirno diduga bersama Sri Hartini menerima hadiah atau janji terkait proyek buku dan rehabilitasi fisik di Disdik pada 2016.

Dari hasil pengembangan kasus itu pula KPK menetapkan mantan Kabid Pembinaan SD Disdik Klaten, Bambang Teguh Setya (BTS), sebagai tersangka. Bambang lebih dulu ditahan KPK pada Desember 2018 lalu.

Dimintai konfirmasi terkait kabar tersebut, Plt. Kepala Disdik Klaten, Sri Nugroho, mengatakan belum mendapatkan informasi resmi dari KPK. Namun, ia mengakui sebelumnya beredar kabar soal penahanan Sudirno. Nugroho menjelaskan Disdik sudah mengonfirmasi ke keluarga Sudirno soal kabar tersebut.

“Terus terang soal beliau [Sudirno] kami baru dapat informasi dari keluarga sebagai dasar tindak lanjut [dilaporkan] ke BKPPD. Sampai sekarang perkembangannya seperti apa kami tidak tahu karena belum ada tembusan dari KPK. Kami sifatnya menjemput bola memastikan informasi yang sudah beredar,” kata Nugroho saat berbincang dengan solopos.com, Senin (29/4/2019).

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan hanya mendengar kabar Sudirno ditahan KPK dari informasi yang beredar di grup whatsapp (WA). Soal kabar tersebut, Mulyani berharap Sudirno mengikuti proses yang ada.

“Semua menjadi ranahnya KPK. Selaku warga negara yang baik, tentunya Pak Dirno mengikuti proses yang ada. Harapan saya tahapan demi tahapan diikuti. Pak Dirno harus sabar dan kuat menghadapinya. Ini juga menjadi pembelajaran semua agar lebih berhati-hati. Harapan saja, setelah ini Klaten tidak ada tersangka lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, saat ditemui di rumahnya yang berlokasi di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, keluarga Sudirno enggan memberikan keterangan soal kabar tersebut. “Saya tidak mengomentari saja,” kata salah satu anggota keluarga saat ditemui solopos.com.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten