Panitia Pilkades Conto, Bulukerto, Wonogiri, berkoordinasi membahas tahapan pilkades yang sedang bergulir, belum lama ini. (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Eks Sekretaris Desa (Sekdes) https://soloraya.solopos.com/read/20190814/495/1012189/31-pasutri-mendaftar-cakades-di-pilkades-serentak-wonogiri" title="31 Pasutri Mendaftar Cakades di Pilkades Serentak Wonogiri">Conto, Bulukerto, Wonogiri, Bupati Wonogiri, Rudi Cahyono, 48, akhirnya mendapat izin dari Bupati untuk mencalonkan diri pada Pemilihan Kades (Pilkades) Conto.

Rudi menggunakan surat izin Bupati tersebut untuk melengkapi berkas persyaratan di hari terakhir pendaftar melengkapi berkas, Selasa (28/8/2019). Seperti diketahui, Rudi merupakan anggota staf Pemerintah Kecamatan Bulukerto berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Sebelumnya dia menjadi Sekretaris Desa (Sekdes) https://soloraya.solopos.com/read/20190809/495/1011167/8-kades-di-wonogiri-ajukan-cuti-jelang-pilkades" title="8 Kades di Wonogiri Ajukan Cuti Jelang Pilkades">Conto selama lebih dari 15 tahun. Sesuai aturan, PNS harus mendapat izin Bupati jika ingin berkontestasi dalam pilkades.

Namun, saat mengajukan izin, Bupati tak memberinya izin dengan pertimbangan Pemerintah Kecamatan Bulukerto masih kekurangan PNS. Padahal, saat itu Rudi sudah telanjur mendaftar cakades.

Warga pendukungnya menilai alasan Bupati tidak memberi izin karena Camat Bulukerto, Bahari, mengintervensi. Seratusan warga sempat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kecamatan Bulukerto, Selasa (6/8/2019) lalu.

Mereka menuntut Bupati memberi izin Rudi untuk maju sebagai cakades Conto. Batas waktu Rudi melengkapi berkas 22-28 Agustus.

Ketua Panitia https://soloraya.solopos.com/read/20190802/495/1009680/di-wonogiri-cakades-mundur-diancam-penjara-6-bulan" title="Di Wonogiri, Cakades Mundur Diancam Penjara 6 Bulan">Pilkades Conto, Suparno, kepada Solopos.com, Rabu (29/8/2019), menginformasikan Rudi melengkapi berkas pendaftaran 35 menit sebelum batas waktu habis. Saat itu Rudi juga melampirkan surat izin atau rekomendasi dari Bupati.

Dari pencermatan panitia, berkas persyaratan Rudi sudah lengkap. Pada hari yang sama, terdapat dua pendaftar yang tidak melengkapi berkas. Mereka yakni Susilo dan Ervina Sari Oktavivi.

Keduanya secara otomatis bakal gugur. Satu pendaftar lainnya, yakni Irwan Taufiq Hidayat yang merupakan petahana melengkapi berkas.

“Jadi, nanti kemungkinan besar ada dua calon [calon kepala desa atau cakades], yakni Pak Rudi dan Pak Irwan. Penetapan secara resmi bakal calon menjadi calon dijadwalkan 9 September mendatang,” kata Suparno.

Menurut dia, hingga Rabu kondusivitas keamanan di Conto tetap terjaga. Kendati demikian, polisi dan TNI terus memantau situasi. Suparno menginformasikan setelah ada aksi unjuk rasa sekelompok warga yang mengatasnamakan pendukung Rudi, Conto menjadi perhatian pengamanan petugas.

Dia berharap sebelum, saat, dan setelah Pilkades Conto sukses dan aman. Untuk diketahui, pemungutan suara dijadwalkan 25 September mendatang.

Terpisah, Bupati Joko Sutopo, Rudi, maupun otoritas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri hingga berita ini diunggah belum ada yang bisa dimintai konfirmasi. Bupati dan Rudi saat dihubungi Solopos.com belum merespons.

Sejak Bupati merespons negatif aksi demonstrasi warga Conto, Rudi selalu tidak merespons telepon dan pesan singkat dari Solopos.com. Kabid Administrasi dan Pembinaan Aparatur BKD, Hartiningsih, saat dihubungi dia mengaku tak mengetahui ihwal pemberian izin Bupati kepada Rudi karena sedang bertugas di luar kota.

Sementara Kepala BKD Wonogiri, Haryono, nomor teleponnya tidak bisa dihubungi.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten