Eks Hakim Agung Beberkan Kasus Mafia Peradilan MA, Sriwedari Solo Ikut Disebut

Mantan hakim, Asep Iwan Iriawan, membeberkan sederet kasus suap dan mafia peradilan di MA, salah satunya sengketa tanah Sriwedari, Solo.

 Pintu gerbang Taman Sriwedari di Jl Slamet Riyadi, Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pintu gerbang Taman Sriwedari di Jl Slamet Riyadi, Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Mantan hakim agung Asep Iwan Iriawan mengungkapkan sederet kasus dugaan suap atau permainan mafia peradilan di lingkup Mahkamah Agung (MA), salah satunya sengketa tanah Sriwedari Solo.

Hal itu dikatakan Asep saat mencontohkan berbagai kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung yang selama ini tidak terbongkar. Seperti diketahui, operasi tangkap tangan atau OTT Hakim Agung Sudrajad Dimyati oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (21/9/2022), memunculkan dugaan banyak kasus suap atau mafia peradilan lain di MA.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dalam wawancara dengan Aiman Kompas TV, Sabtu (24/9/2022), mantan hakim yang juga pakar hukum pidana itu mengungkapkan kasus dugaan suap atau mafia peradilan lain di lingkup MA, salah satunya perkara perdata atau sengketa tanah Sriwedari, Solo.

“Perdata nilainya gede. Saya sebut saja, ndak usah jauh-jauh, di kampung Pak Jokowi, silakan buka. Iya, semua tahu. Tanya Rudy itu penggantinya Jokowi, atau tanya langsung Pak Jokowi. Itu perkara sampai geleng-geleng kepala itu,” ujarnya.

Menurut Asep, kasus yang dia maksud sudah ada sejak Jokowi belum menjadi Wali Kota Solo hingga sekarang menjadi Presiden dua periode. Dia menyebut tanah yang disengketakan berada persis di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Baca Juga: Kuasa Hukum Ahli Waris: Silakan Bersih-Bersih Sriwedari Solo, Tapi…

“Perkaranya tidak selesai. Itu asetnya. Mau disebut? Silakan, itu di depan Pengadilan malah. Nilainya juga besar sekali. [Aset yang disengketakan] Taman Sriwedari saya sebut. Itu baru satu. Belum yang di BUMN saya sebut,” urainya.

Menurut Asep, aset itu jelas menjadi milik negara, tapi malah kalah saat berproses hukum di lembaga negara. Terpisah, mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat ditemui di kantornya mengatakan sudah jelas ada mafia peradilan yang bermain di kasus sengketa tanah Sriwedari.

Putusan Hukum Sengketa Sriwedari Tumpang Tindih

Ia menjelaskan yang punya hak Rech Van Eigendom (RVE) adalah bangsa Barat. “Jadi kalau tanah Sriwedari itu jelas peraturan zaman dulu, itu yang punya hak Eigendom RVE itu bangsa barat. Kedua, menurut data yang ada itu Wiryodiningrat mewakili PB X yang saat itu berusia 11 tahun,” terangnya kepada Solopos.com, Senin (26/9/2022).

Baca Juga: Penataan Sriwedari Solo Disebut Sudah Masuk RPJMD Gibran-Teguh

Rudy juga menyebut putusan-putusan hukum yang dilahirkan terkait sengketa tanah Sriwedari Solo tumpang tindih. “Putusan-putusan tumpang tindih. Juga yang dituntut 3,4 ha, yang diputuskan 9,9 ha, itu wis jelas mafia peradilan ada di situ,” ujarnya.

Menurut Rudy, saat negara berurusan dengan lembaga negara, dan negara kalah, hanya ada di Indonesia. “Itu yang namanya mafia peradilan. Kang Asep [mantan hakim Asep Iwan Iriawan] waktu itu menjadi majelis eksaminasi. Itu jelas Sriwedari milik Pemkot,” tegasnya.

Rudy kemudian mempertanyakan langkah aanmaning dan rencana eksekusi tanah Sriwedari, yang dinilainya terkait mafia peradilan. “Malah mau di-aanmaning, mau dieksekusi, kalau ndak ada mafia peradilan, ndak mungkin terjadi,” katanya.

Baca Juga: Bikin Melongo, Nilai Tanah Sriwedari Lebih Besar dari APBD Solo!

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tak banyak berkomentar terkait dugaan adanya mafia tanah dan peradilan dalam sengketa tanah Sriwedari. Dia menyerahkan hal itu ke proses hukum. “Kami serahkan ke yang berwenang,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum ahli waris Sriwedari, Anwar Rachman, saat dihubungi Solopos.com, mengatakan sudah berkali-kali mendengar komentar Asep Iwan Irawan. “Saya sebenarnya malas menanggapi. Orang ini [Asep] sudah berkali-kali, dan orang ini pernah dipakai oleh mantan Wali Kota, Pak Rudy, untuk mempelajari kasus ini dalam rangka eksaminasi atau diskusi,” jelas Anwar.

Anwar menegaskan terkait sengketa tanah Sriwedari sebenarnya sudah jelas karena sudah ada tiga kali putusan inkrah dari pengadilan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Bus Paket Online di Kartasura Dilalap Si Jago Merah Kerugian Capai Rp400 Juta

      Saat mobil paket datang dari Medan dan berhenti di jalan tersebut sopir bus mengambil waktu beristirahat. Namun, ternyata bus mengalami overheat dan terbakar.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 4 Desember 2022, Ada Hujan Lebat

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Minggu (4/12/2022), bisa Anda simak di sini.

      Awas! Sukoharjo Hujan Lebat Sore Hari, Cek Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya

      Menurut prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Sukoharjo hujan lebat pada Minggu (4/12/2022) sore.

      Boyolali Hujan Lebat Pukul 16.00 WIB, Ini Prakiraan Cuaca Lengkap Menurut BMKG

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini diprediksi hujan lebat mulai sore, Minggu (4/12/2022).

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 4 Desember 2022, Waspada Hujan

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Minggu (4/12/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Sejarah Gunung Bibi di Boyolali, Disebut Pelindung Warga dari Letusan Merapi

      Sejarah Gunung Bibi atau Gunung Ijo yang dianggap sebagai pelindung warga dari erupsi Merapi.

      Terus Bertambah, Jumlah Pengangguran di Boyolali Capai 30.000-an Orang

      Pengangguran terbuka di Boyolali ada 5,9 persen atau 30.009 orang pada akhir 2021 sesuai data BPS.

      Simulasi Pengamanan Pilkades Serentak, Kapolres Sukoharjo: Hindari Konflik

      Kapolres mengimbau masyarakat Sukoharjo mengedepankan persatuan dan menghindari konflik.

      TV Analog Resmi Dihentikan, Harga STB Langsung Melambung Tinggi

      Harga STB yang beberapa bulan lalu di kisaran Rp200.000 saat ini meroket hingga Rp350.000 tergantung mereknya. 

      Kisah Gunung Bibi Boyolali: Berumur 700.000 Tahun, Disebut Ibunya Gunung Merapi

      Sejarah Gunung Bibi atau Gunung Ijo yang terletak di sebelah lereng timur Merapi, Boyolali.

      Tak Perlu Beli, 18.826 Warga Sukoharjo Dapat Bantuan Set Top Box dari Kominfo

      Sebanyak 18.826-an kepala keluarga di Sukoharjo dipastikan mendapat bantuan set top box (STB) dari Kementrian Kominfo.

      Siaran TV Analog di Sukoharjo Resmi Dimatikan, Penjual STB Raup Untung 300%

      Penjual set top box (STB) di Sukoharjo meraup untung hingga 300 persen setelah pemerintah menghentikan siaran televisi terestrial analog pada Jumat (2/12/2022).

      Samsat Solo Launching Layar Keren, Ini Fungsinya

      Samsat Solo terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Termasuk masyarakat kelompok rentan.

      Gibran Ingin Ubah Nama Jl. Diponegoro Solo, Pendiri Mega Bintang Tak Setuju

      Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ingin mengganti nama Jl. Diponegoro menjadi Jl, Nagrsapura. Tokoh masyarakat Solo, Mudrick Sangidoe, tak setuju dengan rencana tersebut.

      All New BR-V Weekend Getaway Ajak Konsumen Nikmati Pesona Alam Tawangmangu

      PT Honda Prospect Motor mengapresiasi pemilik mobil Honda BR-V di Soloraya dengan mengajak mereka berjalan-jalan ke Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.