Ekonomi Melambat, Jokowi Isyaratkan Turunkan Target Program Listrik 35.000 MW

Ekonomi Melambat, Jokowi Isyaratkan Turunkan Target Program Listrik 35.000 MW

SOLOPOS.COM - Pegawai PLN Jateng-DIY memasang kabel tambahan di Semarang, Jateng, Senin (10/10/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R Rekotomo)

Presiden Jokowi mengisyaratkan akan menurunkan target program listrik 35.000 MW karena pertumbuhan ekonomi melambat.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengisyaratkan bahwa target infrastruktur pembangkit listrik 35.000 megawatt diturunkan karena pasokan listrik diprediksi akan over supply mengingat pertumbuhan ekonomi melambat.

Jokowi mengatakan target tersebut tidak harus 35.000 mw pada 2025. Namun, menurut Presiden, bisa saja diturunkan menjadi 32.000 MW atau disesuaikan dengan pertumbuhan listrik yang berdampak dari pertumbuhan ekonomi.

“Kalau pertumbuhan ekonominya tidak sesuai, pasokan listrik bisa berlebih. Jadi, target itu bisa diturunkan dari 35.000 MW menjadi 32.000 MW,” kata Jokowi menjawab wartawan usai grounbreaking PLTU Jawa 7 di Serang, Banten, Kamis (5/10/2017).

Tahun ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan 26.000 MW akan masuk dalam tahap konstruksi. Total pembangkit yang sudah melakukan financial closing mencapai 8.748 MW. Sedangkan yang masuk tahap konstruksi mencapai 9.563 MW. Proyek ini ditargetkan akan selsai hingga 5 tahun mendatang.

Ini belum termasuk dari 4.000 MW kapasitas empat pembangkit yang baru gorundbrekaing di Serang, yaitu PLTU Jawa 7 2x 1.000 MW, PLTU Jawa 9 1.000 MW dan PLTU Jawa 10 1.000 MW. Selama lima tahun terakhir, PLN telah menambah pembangkit sebesar 1.482 MW pada 2012, 2.138 MW pada 2013, 1.837 MW pada 2014, 2.150 MW pada 2015 dan 3.714 pada 2016.

Jokowi mengatakan, jika 35.000 MW tersebut melebihi permintaan, maka PLN akan kesulitan menanggung risiko fiskal. Hal ini, tentunya juga akan berdampak kepada keuangan negara, mengingat PLN adalah perusahaan setrum pelat merah. “Kalau terlalu over, pasti membebani PLN,” katanya.

Menurut Jokowi, yang terpenting adalah pasokan listrik bisa mencukupi untuk seluruh wilayah hingga ke pelosok. Saat ini, rasio elektrifikasi di Indonesia tercatat mencapai 92,79%.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan akan menjaga ketersidiaan listrik di seluruh wilayah. Kondisi kelistrikan di Indonesia tidak lagi mengalami defisit saat ini. Ini berbeda jika dibandingkan dengan awal tahun 2015.

“Di seluruh wilayah, PLN telah mengalami surplus. Bahkan di Tanjung Pinang, Nias, Bangka dan Belitung, cadangan daya telah lebih dari 60%, sehingga keandalan pasokan listrik tetap terjaga,” katanya.

Menurutnya, PLN juga telah mengakomodir permintaan beberapa kepala daerah untuk memberikan suplai listrik lebih awal sehingga terdapat surplus listrik, dengan harapan agar listrik tersebut dapat dioptimalkan.

Dia mengatakan peningkatan jumlah suplai listrik dalam tempo relatif singkat tersebut dilaksanakan dengan membangun mobile power plant di berbagai tempat, melakukan penyewaan Marine Vessel Power Plant sebagai bridging pembangunan pembangkit-pembangkit yang lebih murah, dan penyelesaian pembangkit diesel di daerah terluar dan terpencil.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kuartal II 2021, Perekonomian Jateng Tumbuh 5,66%

Berdasar data Badan Pusat Statisik, perekonomian Jawa Tengah (Jateng) mulai mengalami perkembangan positif di masa pandemi Covid-19 ini.

MCCC Solo Layani Konsultasi dan Monitoring Pasien Isoman secara Gratis

MCCC Menberikan layanan konsultasi selama 24 jam secara cuma-cuma.

FOTO : 41 Karya Seniman Dipamerankan Dalam ArtJog 2021

41 karya seni akan dipamerkan di ArtJog 2021

Petugas Rutan Purwodadi Siap Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Purwodadi, Kabupaten Grobogan siap menjadi pendonor plasma konvalesen bagi pasien Covid-19.

Valentino Rossi akan Balapan Mobil setelah Pensiun dari MotoGP

Valentino Rossi mengatakan sudah tidak kompetitif lagi di balapan Moto GP.

FOTO : Lukisan Wajah Greysia/Apriayani di Daun Kering

Apresiasi untuk atlet Indonesia peraih medali emas Olimpiade

Gawat! Gaji Bintara TNI AD Disunat Pimpinan

Andika akan merotasi beberapa anggota TNI yang dianggap terlibat dalam kasus ini.

Valentino Rossi Putuskan Berhenti dari MotoGP

Selama membalap di MotoGP, Velentino Rossi meraih tujuh gelar juara dan yang terakhir diraih pada musim 2009.

Vaksinasi di Sleman Sasar Ibu Hamil dan Kalangan Disabilitas

Ada sekitar 4.500 ibu hamil yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 di Sleman. Jumlah tersebut berdasarkan usia kehamilan antara 13-33 pekan.

Nusron Wahid Bela Eks Koruptor Jabat Komisaris BUMN

Nusron menilai tidak ada yang dilanggar Menteri BUMN dalam keputusannya mengangkat Emir Moeis.

Ekonomi RI Melesat, OJK Dorong Pemda Akselerasi Belanja Daerah

Belanja daerah memicu perluasan ruang pertumbuhan ekonomi baru, menyerap banyak tenaga kerja.

Kunjungi Sragen, Menko Marves dan Menkes Janji Suplai Vaksin 15.000 Dosis/Hari

Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 di Solo Raya mencapai 75% pada akhir Agustus 2021.