Kategori: Nasional

EKONOMI KREATIF : Film, Animasi dan Video Sumbang Rp852 Triliun Produk Domestik Bruto


Solopos.com/Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos

Ekonomi krearif terus digenjot pertumbuhannya.

Solopos.com, SOLO — Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong animator untuk besertifikat supaya mampu menghadapi persaingan global. Hal ini mengingat banyak animator Tanah Air yang telah berkecimpung di dunia internasional.

Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf, Sabartua Tampubolon, menyampaikan sertifikasi merupakan bukti kompetensi di bidang animasi. Apalagi animasi masuk dalam tiga program prioritas Bekraf pada 2015-2019 bersama dengan, yakni subsektor film animasi dan video, subsektor aplikasi dan game developer, serta subsektor musik.

Selama lima tahun pertumbuhan subsetor film, animasi, dan video mengalami fluktuatif tapi hingga 2015 mengalami kenaikan di angka 6,68%.

“Kami berharap animator Indonesia semakin kompeten sehingga subsektor film, animasi, dan video terus berkembang. Arahannya sumbangan PDB [produk domestik bruto] dari subsektor ini bisa meningkat karena saat ini masih seitar 0,16% atau Rp852 triliun dan di tahun ini diharapkan mencapai Rp1.000 triliun,” ungkapnya kepada wartawan di Megaland Hotel, Jumat (15/9/2017).

Menurut dia, banyak potensi yang bisa dikembangkan di bidang animator. Hal ini karena sudah banyak karya animator Indonesia yang dilirik dan digunakan di luar negeri. Padahal jika tidak memiliki sertifikasi cukup sulit untuk bertarung di luar negeri.

Tak hanya itu, sertifikasi ini sekaligus sebagai salah satu upaya sensus jumlah animator yang ada di Indonesia karena hingga saat ini diakuinya belum ada jumlah pasti mengenai pekerja kreatif di bidang ini.

Dia mengungkapkan kompetensi ini diukur dari tiga hal, yakni pengetahuan, keterampilan, dan perilaku. Ujian sertifikasi pun menggunakan standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI) yang disesuaikan dengan standardisasi di luar negeri sehingga sertifikat yang diperoleh bisa diterima di luar negeri.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Animedia, Ruri Basuki, menyampaikan Indonesia memiliki banyak animator dan beberapa di antaranya telah mendunia tapi tantangan era globalisasi membuat pengakuan terhadap kompetensi animator sangat diperlukan. Namun diakuinya hal tersebut belum banyak disadari oleh pelaku ekonomi kreatif ini.

“Kami berupaya memfasilitasi supaya kompetensi animator dapat diakui melalui sertifikasi sehingga selain dapat digunakan sebagai bukti atas kompetensi yang dimiliki juga berfungsi sebagai barrier terhadap semakin masifnya tenaga asing yang masuk,” ujarnya.

Hal ini mengingat barrier yang digunakan dalam global competitiveness bukan lagi regulasi tetapi kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang kompetensinya diakui dalam bentuk nyata melalui sertifikat kompetensi.

Menurut dia, sektor ekonomi kreatif bidang animasi saat ini tumbuh sekitar 6%-7%. Meski kontribusi terhadap PDB masih kecil tapi pertumbuhan subsector ekonomi kreatif ini masuk tiga besar. oleh karena itu, akselerasinya sangat didorong oleh Bekraf supaya ekosistemnya semakin hidup.

Di Jateng, sertifikasi ini sebelumnya juga pernah di lakukan di Semarang dan selama tiga hari, yakni Jumat-Minggu (15-17/9) diadakan di Solo yang diikuti 99 peserta.

Share
Dipublikasikan oleh
Rini Yustiningsih