SOLOPOS.COM - Pameran Bordir di Trans Studio Mall, Kamis (4/12/2014). (Rachman/JIBI/Bisnis)

Saat ini banyak kaum diaspora yang memiliki talenta cukup bagus dan berkembang di luar negeri.

Harianjogja.com, JOGJA – Badan Ekonomi Kreatif mengajak diaspora atau warga negara Indonesia yang bermukim di luar negeri bekerja sama serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Promosi Iwan Fals, Cuaca Panas dan Konsistensi Menanam Sejuta Pohon

“Diaspora ini harus dipeluk karena mereka dapat berkontribusi dan mewakili Indonesia di luar negeri,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dalam Public Expose Kerja Sama Bekraf-BPS seperti dikutip Antara, Kamis (21/7/2016).

Menurut Triawan, saat ini banyak kaum diaspora yang memiliki talenta cukup bagus dan berkembang di luar negeri.

Meski demikian, aset bangsa potensial tersebut diharapkan bersedia bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri kreatif nasional.

“Sekarang mereka harus bekerja sama karena kami di dalam negeri pun memiliki potensi dan talenta yang luar biasa,” kata Triawan yang juga ayah dari penyanyi pop Sherina Munaf itu.

Ia mengakui banyak WNI di luar negeri yang berhasil menyalurkan dan mengembangkan bakatnya seperti dalam bidang musik dan film. Hal itu, menurut dia, disebabkan ekosistem kreatif di luar negeri telah terbentuk.

Dia mencontohkan seperti pianis cilik terkenal Joey Alexander, 13, yang telah berhasil mengembangkan bakatnya di New York.

Pianis kelahiran Denpasar itu, juga berhasil mendapatkan nominasi Anugerah Grammy kategori Best Instrumental Jazz.

“Joey Alexander di Indonesia tidak berkembang, tetapi begitu di New York langsung berkembang karena di sana ekosistem kreatifnya sudah terbentuk,” kata dia lagi.

Karena itu, Triawan berharap dapat segera membangun ekosistem kreatif di Indonesia agar WNI dengan talenta luar biasa juga dapat berkembang tanpa harus terlebih dahulu ke luar negeri.

Ia berharap ekosistem kreatif di Indonesia dapat segera terbentuk dengan dukungan basis data ekonomi kreatif yang akan dihasilkan melalui survei yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) di 34 provinsi.

Ia meyakini kerja sama BPS-Bekraf dalam Survei Khusus Ekonomi Kreatif yang telah disepakati pada 30 Mei 2016 itu, akan memudahkan pemetaan beragam potensi ekonomi kreatif setiap daerah yang tidak sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya