Ekonomi Indonesia masih kuat

NUSA DUA: Bank Indonesia optimistis ekonomi nasional memiliki daya tahan (resilliance) untuk mengadapi krisis global karena ditopang dengan sektor pertanian. Gubernur BI Boediono mengatakan dengan adanya koordinasi fiskal yang baik akan membantu perbaikan pertumbuhan ekonomi, terutama ditopang industri perbankan untuk menyalurkan kredit pada sektor riil.

“Saya kira juga sisi sektor riil, termasuk pertanian kami terutama pangan itu menunjang sekali resilliance kita,” ujarnya seusai mengikuti pembukaan ADB Annual Meeting 42 di Nusa Dua, Bali, hari ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perlu ada stimulus yang diperlukan untuk menopang keberlangsungan kebijakan fiskal. Pasalnya pada saat ini realisasi kredit cukup sulit karena ada tantangan yang dihadapi.

“Selain masalah pola siklus dalam menghadapi perlambatan ekonomi, supaya untuk membantu untuk tumbuh, menurut kami Indonesia perlu didorong dukungan anggaran yang tepat waktu dan responsif,” ujarnya. Realisasi kredit dalam empat bulan pertama 2009 baru dikucurkan sebesar Rp5 triliun. Angka tersebut terlalu rendah dan membuat target kredit terancam terealisasi apabila tidak ada jalan keluar untuk mengatasinya. (11)

Hendri T. Asworo & Neneng Herbawati & S. Ardiansyah
Bisnis Indonesia

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom