Tutup Iklan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro (kedua kanan) dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan (kedua kiri) dalam Press Conference Indonesia Development Forum 2019, di Jakarta, Senin (22/7/2019). (Bisnis-Gloria F.K. Lawi.)

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan pelatihan yang intensif dari -mau-naikkan-tax-ratio-16-jokowi-nanti-shock-ekonomi-pak" target="_blank" rel="noopener">pelaku usaha di Vietnam mendorong peningkatan kapasitas dan produktivitas.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro, menyatakan bahwa Vietnam makin unggul di atas Indonesia di Asia Tenggara. Hal ini karena perhatian yang besar pelaku usaha di Vietnam terhadap para tenaga kerja.

"Perusahaan di Vietnam banyak yang memberikan pelatihan ke karyawannya dibandingkan dengan pelaku usaha di Indonesia," ungkap Bambang di Assembly Hall JCC, Senin (22/7/2019).

Oleh sebab itu, sejumlah upaya untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari Vietnam adalah memperkaya kapasitas SDM Indonesia sehingga produktivitas dari SDM Indonesia bisa mendorong pertumbuhan ekonomi terbebas dari middle income trap.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Hendri Saparini menyatakan bahwa ada perbedaan antara gaya pemerintah Vietnam dan -jokowi-prabowo-sebut-ekonomi-salah-arah-karena-presiden-presiden-sebelumnya" target="_blank" rel="noopener">pemerintah Indonesia yang sangat fundamental. Utamanya yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan.

"Peran pemerintah Vietnam juga sangat kuat. Perencanaan mereka juga lebih detail dan konsisten," ungkapnya.

Salah satunya adalah soal penguatan struktur ekonomi Vietnam yang mengandalkan pertanian. Alhasil secara struktur, volume ketersediaan bahan baku pangan Vietnam lebih banyak ketimbang Indonesia. Sektor pertanian Vietnam juga dikembangkan secara teknologi untuk mengoptimalisasi volume ekspor.

Selain itu konsistensi Vietnam terlihat dari upaya menjadikan manufaktur dan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi. Dua sektor ini juga diandalkan tanpa memprioritaskan infrastruktur seperti di Indonesia.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki pesaing baru di Asia Tenggara yakni Vietnam.

"Kita punya kesamaan dan komoditas ekspor yang punya -kebijakan-ekonomi-salah-arah-prabowo-protes-gencarnya-pembangunan-infrastruktur" target="_blank" rel="noopener">daya saing dengan Vietnam. Kita punya produk TPT, perikanan, kain, kulit, kayu, dan kertas. Vietnam juga ada di beberapa komoditi yang sama dengan Indonesia," ujar Dody.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten