Ekonomi Boyolali: 70 Perusahaan Korea Lirik Kawasan Industri Ampel
Kapolsek Sukoharjo memeriksa t5ersangka, (JIBI/Istimewa/Noto)

Perusahaan asal Korea berminat berinvestasi di Ampel.

Solopos.com, BOYOLALI -- Sebanyak 70 perusahaan asal Korea tertarik untuk berinvestasi di Kawasan Industri Ampel. Jaminan rasa aman dan iklim usaha yang kondusif menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi sejumlah investor untuk menanamkan modalnya di Boyolali.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Boyolali, Sabarudin, ketika ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (1/2/2013), mengatakan peluang investasi yang ditawarkan sejumlah investor asal Korea ini merupakan perwujudan program kerja sama Government to Government.

Salah satu menu Bento Ramadan. (Foto istimewa/dokumen)
Salah satu menu Bento Ramadan. (Foto istimewa/dokumen)

“Ini merupakan tindak lanjut kerja sama G to G [Government to Government] antara Pemerintah Kabupaten Boyolali dan Pemerintah Korea. Lembaga dari Korea yang menangani ini dari KOICA [Korean International Cooperation Agency]. Ada sekitar 70 perusahaan yang akan digiring ke situ [Ampel],” terangnya.

Untuk menindaklanjuti peluang yang ditawarkan sejumlah investor asing tersebut, Sabarudin menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu hasil studi kelayakan dan detail engineering detail (DED) terkait pengembangan Kawasan Industri Ampel.

“Saat ini masih dalam menunggu hasil feasibilty study [studi kelayakan], kajian Amdal dan DED-nya jadi. Kira-kira hasilnya Juni 2013 nanti. Kalau hasilnya positif, proyek akan segera berjalan. Tapi kalau belum, hasilnya akan dianalisis lebih lanjut,” jelasnya.

Dipilihnya Kawasan Industri Ampel oleh sejumlah investor asing, Sabarudin mengungkapkan jaminan rasa aman, iklim usaha yang kondusif dan kondisi geografis yang cocok menjadi daya tarik bagi investor.

“Kalau dilihat iklim di Ampel cocok sekali untuk usaha, terutama tekstil, “ ungkapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom