Ilustrasi bangunan gedung hijau. (blog.gbcindonesia.org)

Solopos.com, SEMARANG — International Finance Corporation (IFC), anggota kelompok Bank Dunia, dan Pemerintah Swiss mendukung Kota Semarang meningkatkan efisiensi energi kota tersebut melalui Program IFC untuk Transformasi Pasar Bangunan Gedung Hijau.

Program tersebut bertujuan untuk mendorong dan mendukung kota-kota besar seperti Semarang mengembangkan dan menerapkan kebijakan pengurangan penggunaan listrik, emisi karbondioksida (CO2), dan konsumsi air. Semarang adalah kota ketiga setelah Jakarta dan Bandung yang menjadi perintis penerapan peraturan bangunan gedung hijau di Indonesia.

Selanjutnya, melalui program itu, International Finance Corporation dan Pemerintah Swiss akan membantu Kota Semarang merealisasikan potensi penghematan konsumsi energi hingga 28% dan potensi penghematan konsumsi air hingga 27%.

Indonesia adalah salah satu dari lima negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Sektor bangunan adalah salah satu dari sektor yang mengonsumsi energi final terbesar.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa sebagai bagian dari komitmen untuk menurunkan emisi hingga 29% pada 2030, Pemerintah Indonesia mendorong terciptanya efisiensi energi pada bangunan gedung. Oleh sebab itu, dia merasa perlu dilakukan perubahan dalam konstruksi bangunan gedung dengan strategi cerdas yang akan menghemat energi dan meminimalkan dampak dari perubahan iklim.

“Melalui kebijakan bangunan gedung hijau, Semarang diproyeksikan untuk menurunkan emisi karbonnya sebesar 28 persen,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (24/9/2019),

Country Manager IFC untuk Indonesia, Malaysia, dan Timor Lester Azam Khan mengatakan bahwa perkotaan di Indonesia bertumbuh 4,10% per tahun atau yang tercepat di Asia. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dari total populasi Indonesia, sekitar 70% diperkirakan tinggal di perkotaan pada 2025. Hal itu pun berpotensi untuk melipatgandakan konsumsi listrik oleh bangunan gedung.

Oleh karena itu, dia menilai bangunan gedung hijau dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan infrastruktur di Indonesia dengan dorongan untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten