Eddy Wirabhumi Serukan Anggota PSHT Jangan Terpancing Ajakan Melanggar Hukum
KP Eddy Wirabhumi (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SOLO -- Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi, menegaskan para anggota PSHT tidak boleh terpancing menyikapi ajakan atau langkah yang berpotensi melanggar hukum.

Eddy Wirabhumi yang juga Wakil Ketua Advokasi dan Hukum PSHT Pusat Madiun itu meminta seluruh anggota untuk menyerahkan kasus penganiayaan warga PSHT pada Selasa (15/9/2020) itu kepada kepolisian.

"Kami harus jujur, kejadian itu malam hari dan pelaku menutup sebagian wajah. Sehingga pencarian pelaku juga tidak gampang dan memerlukan waktu. Tetapi, entah korbannya anggota PSHT atau masyarakat biasa, penegakan hukum harus tetap dicari. Tapi kami jujur itu tidak gampang," papar Eddy Wirabhumi saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya di Solo, Senin (21/9/2020).

PSHT Pusat Minta Polisi Segera Ungkap Pelaku Penyerangan Pesilat di Sukoharjo

Lebih lanjut, ia menegaskan seluruh elemen anggota PSHT Pengurus Pusat Madiun telah dilarang melakukan kegiatan yang berpotensi melanggar hukum.

Eddy menyampaikan saat Ketua Umum PSHT Madiun berkunjung ke Solo beberapa waktu lalu juga menyampaikan hal senada.

"Perdamaian dan rasa nyaman masyarakat harus terjaga, itu yang harus ditonjolkan oleh PSHT. Bukan menjadi bagian dari permasalahan masyarakat, tetapi solusi," imbuh Eddy Wirabhumi.

Menyerahkan kepada Kepolisian

Dia menambahkan secara tegas arahan pengurus PSHT Pusat Madiun bahwa semua anggota PSHT Madiun dilarang beraksi melanggar hukum.

Jika ada elemen lain yang bergerak, ia menyerahkan kepada kepolisian. Bahkan, ia siap terlibat membantu kepolisian untuk menjaga kondusivitas Kota Solo.

Kunjungi Rumah Anggota PSHT Korban Penyerangan, Kapolresta Solo: Kasus Pasti Ditangani!

Eddy menambahkan telah mendengar kabar ajakan untuk bergerak ke Solo sepekan jelang peristiwa penganiayaan itu.

"Ini saya tegaskan, kalau mengaku anggota PSHT Pusat Madiun jangan pernah ikuti ajakan-ajakan itu. Beberapa waktu lalu juga beredar kabar rekayasa seperti video baru. Namun, apakah video lama atau baru, kami harus pintar melihat fenomena zaman. Kami problem solver bukan menjadi masalah," imbuh dia.

Pascapenyerangan Warga PSHT, Danrem: Jangan Percaya Hoaks, Solo Aman dan Kondusif!



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom