Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

 Ilustrasi barang bukti kasus sabu-sabu. (Tribratanews.net)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi barang bukti kasus sabu-sabu. (Tribratanews.net)

Solopos.com, SOLO — Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Solo membekuk dua tersangka pengedar sabu-sabu pada Sabtu (27/11/2021) pukul 13.45 WIB. Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita sabu-sabu seberat 30,75 gram.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, dalam siaran persnya, Sabtu (4/12/2021), menuturkan tersangka ditangkap di Jl. Ir. Djuanda Jebres. Kedua tersangka masing-masing berinisial ATD alias Topan, 21, warga Sumber Agung, Klego, Boyolali; dan RMR alias Glempo, 22, warga Kelurahan Panularan, Laweyan, Kota Solo. Barang bukti sabu-sabu 30,75 gram disita di dalam dua plastik pembungkus.

“Selain barang bukti sabu-sabu, ada juga sobekan tisu warna putih yang dililit sobekan isolasi warna coklat, plastik kresek warna hitam, HP merk Oppo warna putih, HP Oppo warna hitam, tas selempang warna hitam, serta sepeda motor Honda Supra,” tutur Ade.

Baca Juga: Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Dari hasil penyidikan, tersangka ATD dan RMR diduga berperan sebagai pengedar sabu. Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1, subsidair Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang (UU) Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Ihwal penangkapan kedua tersangka, menurut Ade, berawal dari informasi masyarakat. Polisi menerima kabar akan terjadi transaksi sabu-sabu di Pucangsawit, Jebres. Benar saja, setelah dilakukan pengintaian, polisi mendapati kedua tersangka di lokasi.

“Pada hari dan tempat itu tersangka berhasil ditangkap. Saat digeledah mereka kedapatan memiliki, menyimpan, menguasai sabu-sabu. Dan hasil pemeriksaan tersangka mengakui sabu-sabu itu sebagai milik mereka. Barang itu didapat dari W,” kata dia.

Baca Juga: Harga Tanah di Solo Lebih Ngeri Lagi Lur, Capai Rp65 Juta/M2

ATD dan RMR ditahan di Mapolresta Solo guna penyidikan lebih jauh. Sedangkan pemasok sabu-sabu berinisial W masih dalam pengejaran polisi. Ade mengapresiasi masyarakat yang selama ini memberi informasi ke polisi.

Menurut dia kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga kondusivitas wilayah dari berbagai tindak kriminalitas sangat penting.

Berita Terkait

Berita Terkini

20 Jalan Bersimpangan Tol, Pemkab Klaten Ingin Konstruksi Tahan Gempa

Pemkab mengusulkan agar konstruksi pada ruas jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol berupa konstruksi jembatan, bukan box culvert.

Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Tahun Ini, Bawaslu Solo Panaskan Mesin

Bawaslu Kota Solo sudah mulai bersiap menghadapi tahapan Pemilu 2024 yang akan dimulai pada 2022 ini, salah satunya memetakan potensi pelanggaran.

8 Keluarga di Klaten Ini Dikepung Sungai dan Jalan Tol Solo-Jogja

Sekitar 14 jiwa di Dukuh Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, tinggal pada satu kompleks yang dikepung sungai dan jalan tol Solo-Jogja.

Sepekan 9.069 Wong Sukoharjo Disuntik Vaksin Booster

Vaksinasi booster di Sukoharjo dicanangkan saat kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Griya Sejahtera, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, pada 19 Januari 2022.

Untung Maksimal, Porang Jadi Primadona Petani Jatisari Wonogiri

Penanaman dan perawatan porang mudah, tetapi petani bisa memperoleh keuntungan usaha yang besar.

BLK Boyolali Buka 6 Program Pelatihan Kerja Gratis, Buruan Daftar Lur

Walaupun lokasi pelatihan berada di BLK Boyolali, namun peserta yang ingin mendaftar diperbolehkan dari luar Boyolali.

Anak Disabilitas Korban Pemerkosaan di Tanon Sragen Dipindahkan ke Solo

Anak disabilitas di bawah umur asal Tanon, Sragen, korban pemerkosaan bersama keluarganya dipindahkan ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso Solo.

Kasus Pencabulan Anak Disabilitas di Tanon Bukan yang Pertama di Sragen

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) pernah menangani empat kasus pencabulan dengan korbannya adalah anak disablitas (keterbelakangan mental) di Sragen.

5 Sampel Swab Satu Keluarga di Sukoharjo Dicek WGS

Keluarga tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, namun berdasarkan hasil swab PCR, CT value mereka kurang dari 30.

Tarif Manahan dan Sriwedari Diprotes, Gibran: Silakan Ajukan Keringanan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berjanji memberikan keringanan bagi yang mengajukan keberatan mengenai tarif sewa atau penggunaan fasilitas di Stadion Manahan dan Sriwedari.

Pembangunan Telaga Madirda Diduga Menyimpang, Kejari Turun Tangan

Kejari Karanganyar menyelidiki dugaan adanya penyimpangan dalam proyek pengembangan Telaga Madirda oleh BUMDes Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.

Hujan Disertai Angin, 2 Bangunan Telaga Rindu Resto Lalung Roboh

Bangunan Telaga Rindu Resto di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar roboh diterjang hujan disertai angin.

Sukses Ubah Citra Kemukus, Bupati Siap Bongkar 2 Tempat Lokalisasi Lain

Bupati Sragen akan membongkar Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir untuk menghilangkan citra buruk sebagai tempat lokalisasi terselubung.

Polisi Sukoharjo Bekuk Penipu Berkedok Jual Minyak Goreng Murah

Penangkapan berawal dari laporan salah satu korban ke personel Satreskrim Polres Sukoharjo yang mengaku tertipu Rp58 juta lantaran termakan iming-iming memperoleh minyak goreng murah.

Petugas Sampah Kelurahan Solo Pakai Trik Ini demi Hindari Antre di TPA

Antrean kendaraan pengangkut sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, terjadi hampir setiap pagi membuat petugas sampah kelurahan mencari cara menghindarinya.