Eceng Gondok Kuasai Waduk Cengklik Boyolali
Sejumlah warga memancing di area Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali, Jumat (18/1/2019 ). Tepian area Waduk terlihat mulai ditumbuhi tanaman e ceng gondok. (Solopos-Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI- Intensitas hujan yang tinggi di kawasan Ngemplak, Boyolali, membawa dampak positif pada volume air di Waduk Cengklik. Sayangnya, keterisian waduk dibarengi dengan tanaman eceng gondok yang mulai tumbuh liar.

Pantauan Solopos.com, Jumat (18/1/2019) pagi tampak volume air bertambah secara kasat mata. Area waduk yang dua bulan lalu kering akibat musim kemarau kini mulai dipenuhi air. Para pemancing ikan pun bisa kembali melakukan aktivitas di tepian waduk. Padahal sebelumnya mereka perlu mencari tempat yang memiliki genangan air cukup dalam.

Tak cuma itu, perahu-perahu yang berjajar di area waduk kini bisa dioperasikan kembali. Perahu ini sempat menganggur beberapa waktu karena warga bisa berjalan kaki melintasi Waduk Cengklik dengan berjalan kaki hingga bagian tengah.

Air yang memenuhi waduk sebagian telah tertutupi tanaman eceng gondok. Tanaman banyak terdapat di sisi timur dekat kawasan karamba juga di tepi waduk. Eceng gondok memenuhi sebagian besar tepi waduk.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi menunjukkan eceng gondok berkembang bersamaan dengan intensitas hujan ang tinggi hampir sebulan lalu. Sejauh ini, tanaman eceng gondok belum mempengaruhi aktivitas warga di waduk, baik pemancing, penarik perahu, maupun petani keramba.

Ketua Gabunngan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Tri Mandiri Waduk Cengklik, Samidi, menjelaskan banyaknya eceng gondok dipengaruhi oleh beberapa faktor. Paling besar adalah limbah rumah tangga yang mengalir ke waduk, serta pertanian keramba. Dia mengatakan zat yang terkandung dalam pakan ikan yang dikembangbiakkan petani memancing pertumbuhan enceng gondok. “Pakan-pakan itu biasanya ada yang megendap di dasar air dan memicu eceng gondok,” ujar Samidi. Eceng gondok juga menjadi faktor penyebab sedimentasi (pendangkalan) yang terjadi di Waduk Cengklik.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Charisal Akdian Manu, menyebutkan jumlah karamba di Waduk Cengklik sudah melebihi kapasitas normal. Charisal mengatakan saat ini jumlah karamba mencapai 2.300 unit. Padahal normalnya dalm waduk seluas 300 hektare (ha) tersebut jumlah karamba hanya berkisar 200-300 unit.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom