E-KTP JOGJA : Ingat! KTP Reguler Tak Berlaku

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

E-KTP Jogja sepenuhnya dipergunakan pada 2016.

Harianjogja.com, JOGJA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta kembali mengingatkan bahwa kartu tanda penduduk reguler sudah tidak berlaku sehingga masyarakat yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik diminta segera mengurusnya.

“KTP reguler sudah tidak berlaku dan kami siap memberikan pelayanan perekaman data kependudukan untuk membuat kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Perekaman bisa dilakukan di kecamatan sesuai domisili penduduk,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta Sisruwadi seperti dikutip dari Antara, Sabtu (2/1/2016).

Menurut dia, masih ada sekitar 2,5 % penduduk Kota Yogyakarta yang wajib memiliki KTP namun belum melakukan perekaman data kependudukan. Sebagian besar adalah warga yang memegang KTP reguler dengan masa berlaku hingga 2017, atau warga yang bekerja di luar kota.

“Blanko yang digunakan untuk membuat e-KTP tersedia cukup banyak, sehingga warga tidak perlu khawatir bahwa pembuatan e-KTP membutuhkan waktu lama,” katanya.

Ia mengatakan, proses pembuatan e-KTP dimulai dengan perekaman data penduduk di kecamatan, termasuk merekam sidik jari dan iris mata. Setelah data tersebut terekam, maka petugas dari kecamatan akan langsung mencetak e-KTP di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kemudian memberikannya kembali ke warga.

“Hari ini direkam, besok sudah bisa diambil kembali di kecamatan. Tidak perlu menunggu berhari-hari. Apalagi blanko tersedia banyak. Ada ribuan keping,” katanya.

Selain warga yang sama sekali belum melakukan perekaman data kependudukan, terdapat warga yang belum memperoleh e-KTP meskipun sudah melakukan perekaman data.

Warga yang merasa sudah melakukan perekaman namun belum memperoleh fisik e-KTP diminta proaktif mengecek di kelurahan atau kecamatan tempat tinggalnya karena dimungkinkan KTP sudah tercetak namun belum sempat diambil.

Sisruwadi memperkirakan masih ada sekitar 2.000 keping e-KTP yang belum diambil oleh warga.

“Jika memang belum tercetak, maka warga bisa menghubungi petugas kecamatan. Dimungkinkan data terekam ganda sehingga tidak tercetak dan harus direkam ulang,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

+ PLUS Pertambahan Kubah Lava Gunung Merapi Seiring Kekaguman pada Metaverse

Jika dikonversikan ke muatan truk pasir yang biasa melintas di jalanan pertambahan kubah lava Gunung Merapi itu setara dengan 400 bak truk per hari.

4 Tahun Nabung di Bank Sampah, Warga Purwosari Solo Kumpulkan Rp16 Juta

Seorang anggota bank sampah di RW 008 Kelurahan Purwosari, Laweyan, Solo, berhasil mengumpulkan 17 gram emas senilai Rp16 juta dari menabung sampah selama empat tahun.

Pembayaran Tunai Masih Mendominasi BRT Trans Jateng Solo-Sumberlawang

Selama dua pekan terakhir, jumlah transaksi nontunai pada layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Solo-Sumberlawang belum sampai 5%.

Atasi Kekeringan Sekitar WKO Sragen, Komunitas Gelar Aksi Tanam Pohon

Butuh upaya kolaborasi penanaman pohon untuk mengatasi kekeringan pada musim kemarau di sekitar sumber air di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen.

Gerdu Wonogiri Longsor, Warga Langsung Gelar Kerja Bakti

Kerja bakti dilakukan oleh warga di lingkungan Gerdu serta petugas dari BPBD Kabupaten Wonogiri dan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri.

+ PLUS Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi membentuk kubah lava yang salah satunya di bagian barat daya dengan volume mencapai 1.670.000 m3. dan pada bagian tengah mencapai 3.007.000 m3.

Sport Tourism Bikin Ekonomi Bali Menggeliat

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno meminta ada lebih banyak kegiatan berbasis pariwisata olahraga atau sport tourism digelar Bali.

Lonjakan Omicron, Lalu Zohri Batal ke Kazakhstan

Kejuaraan Atletik Indoor Asia di Nur Sultan dipastikan kembali mundur karena lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Mau Naik BRT Trans Jateng Solo-Sragen? Ini Daftar Lengkap 76 Haltenya

BRT Trans Jateng Solo-Sragen berjalan dari Terminal Tirtonadi Solo sampai Terminal Sumberlawang, Sragen, melewati 76 titik pemberhentian atau halte.

Wah, Bank Sampah RW 008 Purwosari Solo Kurangi 2 Ton Sampah per Bulan

Pengelolaan bank sampah di RW 008 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, mampu mengurangi volume sampah hingga dua ton dalam sebulan.

Ndayu Park Sragen Punya Atraksi Baru Lho, Keliling Naik Skuter Listrik

Pengunjung taman Ndayu Park Sragen kini bisa menikmati atraksi baru yakni keliling taman naik skuter listrik yang bisa disewa di lokasi.

Unggah Foto Lamborghini Miliknya, Raffi Ahmad: Dijual atau Disimpan?

Unggah foto Lamborghini miliknya, Raffi Ahmad pun meminta pendapat warganet apakah mobil mewah tersebut dijual atau disimpan.

Takut Bingung, Pedagang Pasar Legi Solo sampai Keluar Jemput Pelanggan

Para pedagang Pasar Legi Solo sampai rela keluar menjemput pelanggan yang sudah janji mau datang karena takut si pelanggan bingung menemukan lokasi lapak mereka di bangunan baru.

Ini Dia Pembela dan Penjaga Ustaz Yusuf Mansur

Bertabur doa mengiringi postingan Yusuf Mansur pada Jumat (14/1/2022) itu.

Down For Life Dedikasikan Lagu Terbaru untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Down For Life (DFL) mempersembahkan lagu terbaru berjudul Children of Eden untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Perempuan Menyatakan Cinta kepada Pria? Begini Caranya

Para perempuan tidak perlu khawatir untuk menyatakan cintanya lebih dulu karena akan membuka peluang hubungan yang romantis kepada pria.