Dulu Tak Terawat, Kini Makam Bupati Pertama Wonogiri Ramai Diziarahi
Makam Bupati pertama Wonogiri, Raden Hangabehi (R. Ng.) Djojosoedharso, di Dusun Dringo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI – Makam Bupati pertama Wonogiri di salah satu bukit Dusun Dringo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Jawa Tengah, rencananya dijadikan objek wisata sejarah baru. Hal ini diusulkan oleh warga dan Pemerintah Desa Wonoharjo.

Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri masih berkoordinasi dengan ahli waris mendiang Bupati pertama Wonogiri, Raden Hangabehi (R. Ng.) Djojosoedharso untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Awalanya makam tersebut kurang diperhatikan. Wacana untuk dijadikan tempat wisata sejarah baru pada tahap awal atau inisiatif dari warga, Pemdes, dan kami selaku anggota DPRD. Kami masih akan terus berkoordinasi dengan Pemkab dan pihak keturunan atau ahli waris,” kata Wakil Ketua I DPRD Wonogiri, Sugeng Ahmady, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (14/2/2020).

Catat! Jadwal Pemadaman Listrik di Solo dan Karanganyar, Rabu (19/2/2020)

Sugeng Ahmady mengatakan, makam tersebut masih perlu perbaikan, seperti pemasangan paving block. Objek wisata sejarah itu diharapkan membuat masyarakat mengenal dan tahu sosok Bupati pertama di Wonogiri.

Makam Bupati pertama Wonogiri itu rencananya dijadikan objek wisata sejarah karena sering didatangi peziarah. Bukan hanya dari Wonogiri saja, peziarah dari berbagai daerah seringkali mendatangi makam tersebut.

“Saat ini makam tersebut sering didatangi peziarah dari berbagai daerah. Maka dari itu berbagai upaya terus dilaksanakan agar makam tersebut layak untuk dijadikan wisata sejarah,” sambung Sugeng Ahmady.

3 WNI di Kapal Pesiar Jepang Positif Terjangkit Virus Corona

Sementara itu, Kepala Desa Wonoharjo, Yuliyanto, mengatakan pihaknya bakal mendukung penuh jika makam Raden Hangabehi (R. Ng.) Djojosoedharso itu dijadikan objek wisata sejarah di Wonogiri.

“Meskipun itu merupakan kewenangan keturunan atau ahli waris, kami siap membantu. Tetapi tentunya bantuan tersebut bertahap, tidak bisa kami tanggung sendiri. Saat ini sudah menjalin koordinasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan makam tersebut sebagai wisata sejarah,” kata dia saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (13/2/2020).

Dulu Bak Eropa, Taman Bendung Tirtonadi Solo Kini Kumuh

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Raden Hangabehi (R. Ng.) Djojosoedharso merupakan keturunan pendiri Kesultanan Mataram, Panembahan Senopati. Makamnya berjarak 1,5 km dari Jalan Raya Wonogiri-Pacitan.

Makam tersebut sempat direnovasi Pemkab Wonogiri lewat Dinas Sosial pada 2017. Renovasi yang dilakukan meliputi pembuatan pagar dan gapura, serta pemasangan keramik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho