Dulu Ramai! Ini Deretan Bekas Hotel di Semarang yang Kini Angker

Berikut deretan bangunan bekas hotel di Kota Semarang yang memberi kesan mistis dan terlihat angker serta banyak menyimpan kisah misteri.

 Penampakan bangunan bekas Hotel Siranda yang difoto dari Jalan Pahlawan, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Solopos.com-Imam Yuda Saputra)

SOLOPOS.COM - Penampakan bangunan bekas Hotel Siranda yang difoto dari Jalan Pahlawan, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Solopos.com-Imam Yuda Saputra)

Solopos.com, SEMARANG – Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, memang memiliki banyak hotel baik yang tipe melati hingga bintang lima. Meski demikian, ada beberapa hotel di Semarang yang saat ini sudah terbengkalai dan bangunannya pun terkesan angker dan diselumit kisah horor atau misteri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang pada 2018 lalu ada sekitar 80 hotel di Kota Semarang. Dari 80 hotel itu, 16 di antaranya tipe bintang satu, 22 hotel bintang 2, 19 hotel bintang 3, 19 hotel bintang empat, dan empat hotel tipe bintang lima.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Kendati demikian, rupanya ada juga beberapa bangunan hotel di Kota Semarang yang dulunya megah kini mangkrak. Bangunan bekas hotel di Semarang itu pun kini terkesan angker.

Berikut bangunan bekas hotel di Semarang yang kini tampak angker dan memiliki kisah misteri:

1. Hotel Sky Garden di Gombel

Baca juga: Ini Dia 5 Tempat Paling Angker di Semarang

Hotel Sky Garden di Gombel dulunya merupakan hotel yang ramai. Lokasinya hotel ini tepat di kawasan Bukit Gombel yang terkenal sebagai salah satu tempat angker di Kota Semarang.

hotel angker semarang
Ilustrasi Hotel Sky Garden di Gombel Semarang. (Instagram @semarangker.official)

Saking terkenal angkernya, Hotel Sky Garden ini pernah masuk dalam daftar tempat angker dalam acara On The Spot yang disiarkan stasiun televisi Trans 7.

Hotel Sky Garden di Gombel ini konon sudah tidak lagi digunakan atau mangkrak sejak tahun 1982 silam. Tidak diketahui secara pasti alasan hotel ini tidak digunakan lagi. Meski demikian, karena tidak digunakan lagi muncul cerita-cerita mistis di hotel ini.

Baca juga: Jejak Kartini di Semarang, Ini Hotel Favoritnya yang Kini Mangkrak

Ada yang menyebut hotel ini menjadi sarang makhluk halus di Bukit Gombel. Bahkan, konon banyak orang yang pernah melihat penampakan mahkluk halus di hotel ini seperti wewe gombel, kuntilanak, hingga pocong.

2. Hotel Siranda

Hotel Siranda sebenarnya terletak di pusat Kota Semarang, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur. Hotel ini hanya berbatas jalan raya dari Markas Polda Jateng.

Kendati demikian, hotel ini diangkap sebagai salah satu bangunan atau tempat angker di Kota Semarang. Hal ini dikarenakan bangunan hotel yang sudah ada sejak 1979 ini sudah tidak digunakan lagi.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di sebuah kanal Youtube, hotel ini menyimpan sederet kisah misteri. Bahkan mitos yang beredar, bekas bangunan Hotel Siranda ini menjadi sarang mahkluk halus.

Tidak tahu alasan pasti kenapa Hotel Siranda di Semarang ini tidak lagi digunakan. Namun dari cerita yang beredar, hotel ini mulai tidak digunakan setelah terjadi peristiwa pembunuhan seorang wanita berparas cantik di salah satu kamar hotel.

Baca juga: Kisah Misteri: Dianggap Sarang Pocong dan Kuntilanak, Hotel Siranda Tetap Kondang

Konon, arwah korban pembunuhan tersebut gentayangan dan kerap menakuti penghuni hotel yang lain hingga membuat hotel tersebut sepi dan tidak lagi digunakan.

3. Hotel Dibya Puri

hotel angker semarang
Bangunan bekas Hotel Dibya Puri di Jalan Pemuda, Kota Semarang. (Solopos.com-Imam Yuda Saputra)

Hotel Dibya Puri merupakan salah satu hotel bersejarah di Kota Semarang. Hotel ini dibangun pada 1847 dan pernah menjadi salah satu hotel termegah di Kota Semarang.

Saking megahnya, hotel ini pun pernah mendapat pujian dari Pahlawan Nasional, RA Kartini, saat menginap di hotel itu.

Sayangnya, kejayaan Hotel Dibya Puri ini berakhir setelah berhenti beroperasi pada 2008 silam. Persaingan hotel di Kota Semarang yang sengit membuat Hotel Dibya Puri tersisih dan berhenti melayani tamu.

Pasca-berhenti beroperasi, bangunan Hotel Dibya Puri pun mangkrak. Penampakan hotel ini pun terkesan angker dan menyeramkan.

Alhasil, muncul kisah-kisah mistis dan horor yang menyelimuti hotel tersebut. Bahkan, penjaga hotel tersebut pun mengaku kerap melihat penampakan mahkluk astral saat memasuki bangunan hotel tersebut.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Catat, KPU Salatiga Butuh 5.918 Tenaga Penyelenggara Pemilu 2024

      Sebagai persiapan Pemilu 2024, KPU Kota Salatiga membutuhkan setidaknya 5.918 orang yang dibutuhkan sebagai badan ad hoc penyelenggara pemilu mulai dari KPPS, PPS hingga PPK.

      Solo Valley Werken, Proyek Gagal Belanda di Lembah Sungai Bengawan Solo

      Pemerintah Hindia Belanda pernah menginisiasi Solo Valley Werken, proyek pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi yang termahal pasca-perang Jawa, namun sayangnya gagal.

      Bahan Baku Menipis, Pengrajin Eceng Gondok Rawa Pening Berburu ke Luar Daerah

      Stok eceng gondok di Rawa Pening semakin menipis seiring dimulainya proyek revitalisasi. Untuk mencukupi kebutuhan barang baku kerajinan, para pengrajin berburu eceng gondong ke Demak dan Purwodadi.

      4 Mantan Teroris Beri Kuliah Umum di Udinus Semarang

      Empat eks napi teroris (napiter) memberi materi dalam kuliah umum Refreshing Kepemimpinan, Pencegahan Faham Radikalisme dan Terorisme Untuk Aktivitas Organisasi Kemahasiswaan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

      Siap-Siap, Bansos Rp2,3 Miliar untuk Warga Salatiga Segera Cair

      Anggaran bansos senilai Rp2,3 miliar disiapkan Pemkot Salatiga untuk program pengendalian dampak pengalihan subsidi BBM dan pengendalian inflasi 2022.

      Long Weekend, Ini Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Semarang

      Berikut rekomendasi sejumlah tempat wisata yang mengusung konsep keluarga di wilayah Semarang Raya.

      Masa Kejayaan Hotel Dibya Puri Semarang, Langganan Para Artis hingga Menteri

      Sebelum berhenti beroperasi pada 2008, Hotel Dibya Puri Semarang menjadi langganan menginap para artis hingga kalangan menteri pada era Orde Baru.

      Tak Tampak 3 Hari, Nenek 80 Tahun di Semarang Ditemukan Meninggal dalam Rumah

      Warga Kampung Bulustalan, Semarang Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat warga lansia atau nenek berusia 80 tahun di dalam rumah.

      Setahun, 2.800 Tenaga Honorer di Cilacap Diangkat Jadi ASN

      Sebanyak 2.800-an tenaga honorer di lingkungan Pemkab Cilacap telah diangkat sebagai ASN, baik CPNS maupun PPPK, dalam kurun waktu 2021-2022.

      Geger, Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan Dekat Gereja di Jepara

      Penemuan mayat bayi di lingkungan gereja di Desa Welahan, Jepara, menimbulkan misteri terkait sosok pembuangnya.

      Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Kompleks Karaoke Cumpleng Indah Blora Ditutup

      Pemerintah Kabupaten Blora resmi menutup kompleks hiburan malam karaoke Cumpleng Indah karena diduga menjadi praktik prostitusi.

      Menipis, Stok Vaksin Covid-19 di Semarang Tinggal 198 Dosis

      Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menyebut stok vaksin Covid-19 kian menipis dan tinggal tersisa untuk memenuhi kebutuhan selama 1-2 hari.

      Ratusan Warga Pekalongan Terserang DBD, 2 Meninggal

      Sebanyak 155 orang di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) terserang DBD pada tahun ini, di mana dua di antaranya mengalami kematian.

      Korban Cabut Laporan, Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Salatiga Disetop

      Pratu RW, anggota TNI di Salatiga yang menjadi korban pengeroyokan lima preman mencabut laporannya ke polisi.

      45 Perempuan di Jateng Jadi Korban KDRT, Paling Banyak dari Semarang

      Sebanyak 45 perempuan di Jawa Tengah (Jateng) mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam kurun dua tahun terakhir.