Dulu Nasabah Datang ke Bank, Kini Bank yang Harus Dekati Nasabah
Para pembicara dalam Diskusi Digital Banking, Layanan Perbankan Jaman Now yang digelar di kawasan Jalan Margo Utomo, Kamis (7/12/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)

Pergeseran teknologi membuat budaya datang ke bank semakin berkurang

Solopos.com, JOGJA-Pergeseran teknologi membuat budaya datang ke bank semakin berkurang. Perbankan terus memberikan layanan yang mudah bagi nasabahnya dengan digital banking.

Deputy Director Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY, Sri Fitriani mengatakan teknologi informasi semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.

"Dulu bank sebagai sentra, nasabah yang datang ke bank. Sekarang bank yang harus melayani nasabah," ujar perempuan yang akrab disapa Vivin dalam acara Diskusi Digital Banking, Layanan Perbankan Jaman Now, Kamis (7/12/2017).

Vivin mengatakan dari 250 juta penduduk Indonesia yang memiliki rekening ada 90 juta orang, atau hanya 36% saja yang dilayani bank. Bahkan kini teknologi semakin berkembang dan tidak terelakkan lagi dan banyak generasi masa kini yang sudah sangat melek teknologi. Berbagai layanan dapat diakses hanya dengan smartphone.

"Salah satu produk digital keuangan yakni dengan penggunaan e money. E money akan tumbuh bergerak seiring dengan majunya teknologi dan pertumbuhan ekonomi," papar Vivin.

Dalam diskusi yang digelar Bank Mandiri Area Jogja ini, sekaligus menjadi ruang sosialisasi tentang digital banking kepada masyarakat. Head Area Jogja Bank Mandiri Jogja, Rudi As' Aturridha mengatakan tren perbankan mulai beralih dari tradisional ke teknologi digital. Sejalan dengan tren tersebut, kini semakin banyak bank yang berlomba-lomba beralih ke digital.

"Mobile banking semakin ditambah fitur layanannya, akses makin mudah. Jadi tidak heran semakin banyak nasabah yang tidak lagi datang ke bank. Terlebih, BI juga semakin mendorong ke perbankan supaya lebih ke digital," papar Rudi.

Rudi memaparkan melalui diskusi tersebut juga diharapkan akan ada masukan dari masyarakat terkait layanan perbankan yang diinginkan. Dia juga mengatakan saat ini layanan mobile banking maupun internet bankin yang banyak diakses nasabah Bank Mandiri semakin bervariasi.

"Hampir semua layanan diakses nasabah. Mulai dari transfer, bayar tagihan sampai top up e money. Karena semakin mudah cukup lewat smartphone mereka sudah bisa mengakses semuanya," jelas Rudi.

Lebih lanjut Rudi memaparkan semakin banyak layanan keuangan dari penyedia layanan keuangan non bank berjalan beriringan dengan perbankan. Di mana semakin memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk untuk memanfaatkan dan menggiatkan gerakan non tunai.

"Namun, kehadiran mereka itu bukan menjadi pesaing bagi kami, justru menjadi pelengkap. Karena pastinya ada layanan pembayaran yang hanya bisa dilakukan oleh bank," imbuh Rudi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom