Dulu Bak Eropa, Taman Bendung Tirtonadi Solo Kini Kumuh

Taman Bendung Tirtonadi yang dulu indah seperti di Eropa kini kumuh seolah tak terawat.

 Kondisi Taman Bendung Tirtonadi Solo yang tak terawat. (Solopos/NIcolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Kondisi Taman Bendung Tirtonadi Solo yang tak terawat. (Solopos/NIcolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Taman Bendung Tirtonadi Solo yang indah bahkan disebut seperti taman di Eropa kini tampak kotor seperti tidak terawat. Ada banyak sampah yang berserakan di bangku taman. Pemandangan Taman Bendung Tirtonadi juga rusak akibat tumbuhan liar.

Salah satu pengunjung bernama Taufik Sarief, 40, duduk sambil menatap jauh Bendung Tirtonadi yang dikunjunginya, Senin (17/2/2020). Ini merupakan kali pertamanya berkunjung ke taman di sisi utara Kali Pepe, Kecamatan Banjarsari, Solo.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Warga Sukoharjo itu kecewa karena Taman Bendung Tirtonadi tidak seperti bayangannya. Saat datang ke sana, dia membayangkan duduk di bantaran sungai di Italia yang bersih nan indah. Dia berharap air Kali Pepe yang tenang dan hembusan angin membawa kesejukan untuk melepas penat seusai bekerja.

Dunia Terbalik! Bank Mandiri Disegel Nasabah

Namun, keindahan itu seketika hilang dari bayangannya ketika menoleh ke belakang. Taufik Sarief melihat rumput dan tanaman liar tumbuh hingga ketinggian sekitar 80 sentimeter mengotori pemandangan di Taman Bendung Tirtonadi.

Rumput liar tersebut tumbuh subur di sekitar jalur pedestrian dari atau menuju Jl. Popda. Taufik Sarief menyayangkan pemandangan kurang nyaman tersebut.

Kondisi Taman Bendung Tirtonadi Solo yang tak terawat. (Solopos/NIcolous Irawan)

Sampah dan sisa makanan yang berada di bangku-bangku dan sekitar tempat sampah mengindikasikan sebagian pengunjung tidak peduli dengan kebersihan kawasan Taman Bendung Tirtonadi.

Serangan Jantung, Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal

"Tempatnya sangat bagus. Rasanya seperti di Italia. Mungkin karena saya baru pertama ke sini. Cocok untuk bersantai dan membaca buku. Tapi rumput bikin pandangan enggak nyaman,"ujar Taufik Sarief saat berbincang dengan Solopos.com.

Taufik Sarief berharap pengelola merapikan rumput supaya Taman Bendung Tirtonadi sebagai salah satu ruang terbuka publik lebih nyaman dikunjungi. Lokasinya yang berdekatan dengan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan menjadikan objek wisata di Solo itu sebagai ruang transit bagi para penumpang.

"Penumpang yang transit satu-dua jam bisa transit di sini. Warga dari kota besar pasti sudah bosan ke mal atau tempat lain," sambung dia.

Warga sekitar Taman Bendung Tirtonadi, Bagas Pandu, mengatakan, tumbuhan liar itu memang membuat nilai estetika objek wisata tersebut berkurang. Namun, hal itu tak menyurutkan niatnya berkunjung ke Taman Bendung Tirtonadi, tiga kali sepekan.

Bertelur 2 Kali Setahun, Ini Sarang Piton di Sungai Garuda Sragen

“Adanya rumput enggak masalah karena saat ini musim penghujan. Kalau rumput dirapikan jangan sampai mengikis tanah. Sebaiknya rumput dirapikan dengan cara dipotong,” kata Bagas Pandu.

Menurut Bagas Pandu, tempat sampah yang berada di Taman Bendung Tirtonadi semestinya ditambah. Sebab, dia sering melihat sampah yang berserakan di kawasan tersebut.

“Saya rasa tempat sampah harus ditambah pada area taman. Saya kerap menjumpai tempat sampah penuh sehingga banyak sampah yang berserakan pada taman,” ujarnya.

12 Tahun Menikah, Kisah Cinta BCL dan Ashraf Sinclair Romantis Banget!

Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, mengaku baru mendapatkan informasi kondisi Taman Bendung Tirtonadi yang kumuh. Dia mengatakan, saat ini pengelolaan Taman Bendung Tirtonadi sedang diproses untuk diberikan kepada Pemkot Solo.

“Saat ini dalam proses [penyerahan]. Akan lebih baik nanti tumbuh komunitas peduli sungai di Kali Pepe [melibatkan masyarakat] sebagai pilot project di sungai-sungai lain,” ungkapnya.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

+ PLUS Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Berita Terkini

Ssstt...Bakal Ada Universitas Baru Lagi di Karanganyar Lur

Kabupaten Karanganyar akan kedatangan universitas baru. Pemkab tengah menyiapkan lahan 10 hektare untuk pembangunan gedung universitas negeri tersebut.

Boyolali jadi Daerah Wabah, Berapa Total Ternak Suspek PMK?

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Total ternak suspek PMK di Boyolali saat ini sekitar 4.642.

Ada 2 Event Internasional Di Solo, 796 Personel Keamanan Dikerahkan

Polresta Solo siap menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan dua event internasional yakni pertemuan G20 dan ASEAN Paragames, Juli ini.

Ternyata Tak Boleh Beri Nama Anak Cuma Satu Kata, Ini Kata Disdukcapil

Disdukcapil Karanganyar meminta warga untuk tidak memberi nama anak mereka dengan hanya satu kata. Ada aturan yang melarang memberi anak dengan hanya satu kata.

Jadi Daerah Wabah PMK, Boyolali Perpanjang Penutupan Pasar Hewan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memutuskan untuk memperpanjang penutupan seluruh pasar hewan. Menyusul adanya penetapan Boyolali sebagai Daerah Wabah PMK.

Gibran Soal Pelecehan Seksual Personel JKT 48: Protesnya Ke Saya Semua!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku mendapat protes dari banyak pihak soal kasus pelecehan seksual yang dialami personel JKT48 saat konser di The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo.

Pemkab Karanganyar Bagi-Bagi 20 Domba Kurban, Siapa yang Dapat?

Pemkab Karanganyar kembali akan membagi-bagi hewan kurban ke sejumlah daerah dan lembaga. Hewan kurban yang dibagi-bagi berupa domba.

Warga Grogol Terseret Ombak Pantai Drini, Ternyata Kakak Beradik

Dua wisatawan asal Kecamatan Grogol, Sukoharjo yang terseret ombak di Pantai Drini merupakan kakak beradik.

Kisah Misteri Suara Kijang di Gupak Menjangan Gunung Lawu

Kisah misteri kali ini tentang penampakan kijang di Gupak Menjangan Gunung Lawu.

Waspada! Boyolali Ditetapkan jadi Daerah Wabah PMK

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Hasil tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Wabah PMK (foot and mouth disease).

PPDB SMA/SMK Jateng Belum Diumumkan, Begini Cara Cek Hasil Sementara

Hasil seleksi PPDB SMA/SMK negeri di Jateng tahun ajaran 2022/2023 akan diumumkan pada Senin (4/7/2022) paling lambat pukul 23.55 WIB.

Selamat! SSB New Tugu Muda Semarang Jawara Kapolres Sukoharjo Cup 3

Sekolah Sepak Bola (SSB) New Tugu Muda Semarang  menyabet Juara 1 dalam turnamen sepak bola Kapolres Sukoharjo Cup 3, yang digelar di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Minggu (3/7/2022).

Misinformasi, Gibran Sebut Bupati Karanganyar Tak Setuju BST

Disebut tak izinkan Batik Solo Trans (BST) masuk karanganyar, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menduga Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menerima informasi yang salah.

Gibran Sebut Bupati Karanganyar Tolak BST, Pemkab Langsung Ngetwit Ini

Cuitan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang menyebut Bupati Karanganyar tak menyetujui BST ditanggapi Pemkab Karanganyar.

Akun Calon Siswa SMAN 1 Gondang Sragen Dibajak, Kok Bisa?

Akun milik calon siswa di SMAN 1 Gondang Sragen dibajak orang tak bertanggung jawab dan akibatnya terlempar dari zonasi SMAN 1 Gondang.