Dukung Salat di Rumah Saat Corona, Felix Siauw: Islam Lihat dari Fakta
Felix Siauw. (Twitter-@felixsiauw)

Solopos.com, SOLO -- Ustaz Felix Siauw mendukung gerakan salat di rumah saat corona sudah mulai mewabah di Indonesia bahkan dunia. Hal tersebut juga sejalan dengan fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut ustaz berummur 36 tahun ini, hukum salat berjemaah berubah menjadi makruh bahkan haram ketika Anda menderita penyakit menular.

Sepakat Jokowi Tolak Lockdown, Pengamat UNS Solo: Indonesia Terlalu Luas

Oleh karena itu, di tengah mewabahnya virus corona yang bisa menular kepada siapa saja membuat Felix Siauw sepakat dengan imbauan salat di rumah.

"Apa yang bisa mengubah hukum shalat berjama'ah yang tadinya sunnah menjadi haram? Fakta. Darimana fakta ini? Dari para ahli, sebab mereka yang lebih tahu.Itulah tugas ulama, mendalami fakta yang disajikan ahli, lalu menghukumi dengan dalil yang paling tepat. namanya fatwa itu, jika benar pahalanya 2, jika salah pahalanya 1," kata pengguna akun media sosial Instagram @felixsiauw, Rabu (18/3/2020).

Penyemprotan Disinfektan Cegah Corona Sasar Fasilitas Umum dan Gedung Pemkab Karanganyar

Dengan keputusan ulama untuk mengimbau masyarakat untuk berdiam diri agar memutus rantai penularan virus corona merupakan hukum fiqih.

"Jangan dibenturkan dengan dalil shalat berjamaah, sebar tulisan bahwa "harus tetap ke Masjid", "tetap hidupkan sunnah", atau "lebih takut Allah atau corona", ini nggak tepat," lanjutnya.

"Intinya, jangan anggap kalau kita tetap shalat jamaah di masa-masa begini sebagai "lebih beriman", ulama lebih tahu hukum fiqih, kita tinggal ikut fatwa ulama saja," imbuhnya.

Solo KLB Corona, Muktamar Muhammadiyah Ditunda

Pencegahan Esktrem

Pada kesempatan itu pula, dia kembali mengingatkan wabah corona yang sudah menjadi pandemi. Hal tersebut yang mengharuskan negara mengambil tindakan pencegahan esktrem dengan cara menganggap seluruh masyarakat telah terinfeksi virus corona atau Covid-19 ini.

"Dengan tindakan itu, kita bisa mencegah dan memutus infeksi, membantu para tenaga profesional kesehatan. Minimal, dengan mengurangi berkumpul, kita ikut mengurangi potensi penyebaran covid-19, mengurangi juga angka kematian karena yang sakit bisa dirawat. Ada yang bilang juga 'Tapi mati sudah takdir, terinfeksi covid juga takdir, mau dihindari kalau sudah takdir gimana? Mau berjamaah kalau belum takdir juga nggak kena', Wow," bebernya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar wabah virus corona segera berakhir sehingga umat muslim bisa melakukan salat berjemaah kembali.

Berani Ekspor Masker saat Wabah Corona? Siap-Siap Dipenjara & Didenda Rp5 M!

Pro & Kontra

Fatwa MUI mengenai imbauan salat berjemaah di rumah juga menuai pro dan kontra oleh berbagai pihak. Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menilai seharusnya umat muslim untuk tak takut salat berjemaah di masjid.

Berkaca dengan kejadian di China, negara virus corona berasal, umat muslim di Negeri Tirai Bambu itu justru ramai-ramai memenuhi majid untuk berdoa kepada Allah Swt.

"Sepertinya ada yang keliru..?? Di negeri asalnya covid-19-cina, yg penganut paham komunis dan sebagian besar tdk beragama beramai-ramai mendatangi Masjid dan Belajar Berwudhu hingga mengikuti Sholat Berjamaah," kata pengguna akun media sosial Instagram @nurmantyo_gatot, Rabu (18/3/2020).

Ipad Terbaru Tak Sengaja Dibocorkan Apple China

Hal ini berbeda dengan Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim. Gatot Nurmantyo mengatakan masjid saat ini seperti sumber penularan virus corona atau Covid-19.

"Namun di negeri Mayoritas Muslim justru sebaliknya..?? Mereka beramai-ramai Mengaungkan phobia dgn Masjid. Seakan-akan Masjid sebagai Sumber Penularan Covid-19?? Lalu apakah mall, lift sarana umum, gereja, vihara, temple,klenteng "lebih aman" daripada Masjid?? Kita harus belajar pd pengurus gereja, vihara & pura/klenteng itu yg Tak Pernah Ada Himbauan untuk Larang warganya untuk beribadah disana," urainya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho