Dukung Pilkades di 15 Desa, Pemkab Wonogiri Siapkan Anggaran Rp262,5 Juta

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyiapkan anggaran senilai Rp262,5 juta guna mendukung pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades).

Selasa, 27 September 2022 - 20:26 WIB Penulis: Muhammad Diky Praditia Editor: Ponco Suseno | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemilihan kepala desa atau pilkades. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyiapkan anggaran senilai Rp262,5 juta guna mendukung pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades). Rencananya, terdapat 15 desa di Wonogiri yang akan menggelar Pilkades, Desember 2022.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Antonius Purnama Adi, mengatakan tahapan perencanaan, pengajuan biaya, dan persetujuan biaya Pilkades 2022 telah selesai. Pemkab Wonogiri memberikan bantuan anggaran senilai Rp17,5 bagi masing-masing desa yang menyelenggarakan pilkades. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Wonogiri.

Biaya tersebut hanya boleh digunakan untuk pengadaan surat suara, honorarium panitia tingkat desa, dan kelengkapan peralatan lainnya. Sementara kebutuhan pada saat pelaksanaan pemungutan suara dibebankan kepada APBDes. Panitia dilarang memungut biaya dari calon kepala desa untuk penyelenggaraan pilkades. 

“Anggaran Pilkades yang bersumber dari APBDes itu besarannya bergantung pada masing-masing desa. Mereka sudah menyiapkan itu dan sudah tertuang dalam peraturan desa masing-masing. Kalau mengandalkan anggaran dari APBD pasti kurang. Nanti terserah mereka proses pelaksanaannya mau buat bagaimana. Misalnya, mereka mau menyewa tratak atau sound system, itu menggunakan APBDes,” kata Anton saat berbincang dengan Solopos.com di ruangannya di Kantor Dinas PMD Wonogiri, Selasa (27/9/2022).

Dia mengatakan tidak ada perubahan mendasar pada peraturan Pilkades serentak 2022. Perubahan peraturan pilkades hanya pada tataran teknis.

Baca Juga: 15 Desa di Wonogiri Gelar Pilkades Serentak Tahap I, Ini Daftarnya

Landasan pelaksanaan pilkades tersebut, yaitu Peraturan Bupati (Perbub) Wonogiri No. 28 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pilkades dalam Kondisi Bencana Alam Covid-19.

“Kendati situasi pandemi Covid-19 terbilang sudah terkendali tetapi pelaksanaan Pilkades tetap menyesuaikan peraturan yang ada. Sebab, status darurat Covid belum dicabut oleh pemerintah pusat,” ujar Anton

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa PMD Wonogiri, Zyqma Idatya Fitha, menyampaikan secara umum peraturan Pilkades masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya, ada beberapa perubahan aturan teknis karena menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

Peraturan tersebut di antaranya, satu tempat pemungutan suara (TPS) melayani maksimal 500 daftar pemilih tetap atau DPT. Pada Pilkades sebelumnya, 2019, TPS hanya berjumlah tiga di tiap desa.

Baca Juga: Lantik 2 Kades PAW di Wonogiri, Ini Pesan Bupati Jekek

Selain itu, panitia Pilkades membentuk kelompok penyelenggara pemungutan suara paling banyak tujuh orang di tiap TPS.

“Jadi nanti jumlahnya tidak dibatasi hanya tiga TPS seperti Pilkades sebelumnya. Tetapi menyesuaikan dengan jumlah DPT. Yang terpenting, satu TPS maksimal hanya boleh untuk 500 DPT. Kami berupaya tetap menjaga protokol kesehatan selama proses Pilkades berlangsung,” kata Fitha di Kantor PMD Wonogiri, Selasa. 

Salah satu desa yang menyelenggarakan Pilkades, yaitu Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto. Kepala Desa (Kades) Tambakmerang, Margono, membenarkan anggaran penyelenggaraan Pilkades yang bersumber dari APBD senilai Rp17,5 juta.

Sementara, anggaran yang bersumber dari APBDes Tambakmerang senilai Rp15 juta.

Baca Juga: Selamat! Pensiunan PNS Ini Menangi Pemilihan Kades PAW di Wonogiri

“Sejauh ini tahapan persiapan Pilkades lancar tanpa kendala. Saat ini masih proses penyusunan daftar pemilih sementara,” ujar Margono saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian 8 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Sesuaikan Survei KHL, Serikat Pekerja di Boyolali Tetap Usulkan UMK Rp3 Jutaan 14 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Kronologi Mobil Nyungsep di Saluran Irigasi Sukoharjo Gegara Google Maps 19 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Rahasia Pindang Kambing Mbah Sinem Wonogiri Sering Ludes dalam Waktu 2 Jam 40 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Fenomena Efek Wali Kota Gibran, Warga Luar Solo Ramai-Ramai Sambat 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ibu Negara Iriana Test Food Kuliner Pernikahan Kaesang-Erina 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tambang Ilegal di Klaten Merusak Ekosistem Gunung Merapi 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ada Peran Sunan Pandanaran di Balik Tradisi Pembuatan Gerabah Melikan Klaten 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Romantis, Erina Terus Gandeng Tangan Kaesang Saat Ziarah di Astana Mangadeg 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Penyerapan APBD Boyolali Baru 80-an Persen, Sekitar 35 OPD Belum Maksimal 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Mantap! Penghasilan Petani Milenial Sragen Ini Capai Rp10 Juta/Bulan 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pakai Google Maps, Mobil Ayla Nyungsep di Saluran Irigasi Mojolaban Sukoharjo 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kaesang-Erina Ziarah Ke Makam Raja Mangkunegaran di Astana Mangadeg 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Deretan Lokasi Tambang Ilegal yang Berada di Lereng Merapi Klaten 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Meski Ada yang Keberatan, Penetapan Perdes Karangtalun Sragen Jalan Terus 2 jam yang lalu