Spanduk dukungan warga Desa Jaten, Selogiri, Wonogiri, kepada Joko Sutopo atau Jekek pada Pilkada Wonogiri 2020. Foto diambil belum lama ini. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Wonogiri menyatakan mendukung Joko Sutopo alias Jekek yang diyakini bakal menjadi calon bupati pada pilkada tahun ini.

Bahkan, perangkat desa rela menyiapkan saksi dari kalangan warga saat pemungutan suara, September mendatang. PPDI mendukung politikus PDIP yang juga Bupati Wonogiri itu karena berhasil memajukan berbagai aspek kehidupan masyarakat selama memimpin Wonogiri sejak 17 Februari 2016 lalu.

Sekretaris PPDI Wonogiri, Arief Gunawan, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (10/1/2020), menyampaikan PPDI sudah mendeklarasikan mendukung Jekek yang juga Dewan Pelindung PPDI di rumah Jekek, Jaten, Selogiri, Wonogiri, 12 Desember 2019 lalu.

Saat itu perangkat desa se-Wonogiri yang diwakili 10 orang dari setiap desa menyampaikan dukungan dan dorongan agar Jekek bersedia mencalonkan diri sebagai bupati pada Pilkada 2020. Bahkan, perangkat desa menyatakan bersedia menyiapkan sukarelawan dari kalangan warga pendukung untuk menjadi saksi pemungutan suara untuk Jekek.

Flyover Purwosari Solo: Disepakati, Ini Jalur Pengalihan Truk dan Bus AKAP dari Wonogiri

Arief meyakini warga yang mendukung Jekek bakal bersedia menjadi saksi tanpa dibayar. Langkah itu akan diambil untuk meringankan beban Jekek dalam membiayai saksi.

“PPDI punya jaringan di seluruh desa [251 desa]. Kami dapat menggerakkan jaringan untuk menyiapkan sukarelawan saksi. Kami siap mendukung jalannya pilkada nanti, tentu tanpa melanggar aturan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Tremes, Sidoharjo, itu.

Seperti diketahui, sebelumnya Jekek menyatakan tak mau maju lagi pada Pilkada 2020 jika harus mengeluarkan biaya tinggi. Pada Pilkada 2015 lalu dia mengaku mengeluarkan dana Rp25 miliar.

Menurut Arief, PPDI mendukung karena Jekek dapat mengubah Wonogiri menjadi lebih baik melalui lima program prioritas atau dikenal dengan pancaprogram.

Program itu meliputi peningkatan jalan kabupaten, revitalisasi pasar, pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, dan peningkatan produksi pertanian. Masyarakat sudah merasakan manfaat dari realisasi program tersebut.

Babat Pohon Hutan Lawu, Alat Berat dan Operator Ditangkap Polres Karanganyar

Selain itu, lanjut dia, Jekek mampu membuat pemerintahan lebih transparan, bahkan hingga tataran desa. Bupati membuat kebijakan yang secara langsung bisa mempermudah layanan administrasi, seperti layanan administrasi kependudukan (adminduk) secara online dan membuat aplikasi e-PBB yang memudahkan wajib pajak mengetahui pajaknya sudah dibayar atau belum.

PPDI juga menilai Jekek mampu meningkatkan kesejahteraan perangkat desa melalui kebijakan menaikkan penghasilan tetap (siltap). Bupati menetapkan siltap perangkat desa senilai Rp2,05 juta/orang/bulan.

Sebelumnya kebanyakan mereka menerima siltap rata-rata Rp1,5 juta/orang/bulan. Besaran siltap itu ditetapkan tanpa didahului gerakan massa seperti daerah lain.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Dikabarkan Ditangkap? KPK: Maaf Belum Bisa Disampaikan

Arief berpendapat hal itu berarti Jekek sebagai pemimpin sudah matang dalam merespons harapan perangkat desa. Sementara itu, paguyuban kepala desa (kades) mengisyaratkan mendukung Jekek juga.

Pejabat humas paguyuban kades, Sukamto, mengaku tak mendeklarasikan mendukung Jekek. Namun, dia mengaku paguyuban turut mendorong Jekek maju lagi pada Pilkada tahun ini. Kades Sendang itu pun tak memungkiri langkah itu sebagai bentuk dukungan moral.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten