Tutup Iklan
Dukung Gibran, Politikus Demokrat Ini Batal Nyalon Wali Kota Solo
Gibran Rakabuming Raka mengendarai motor custom Royal Enfield 500 beberapa saat sebelum city rolling Burnout 2018 di Solo Baru, Sukoharjo, Sabtu (1/9/2018). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Politikus Partai Demokrat Solo, Supriyanto, memastikan akan mendukung Gibran Rakabuming Raka jika anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu maju dalam Pilkada Solo 2020.

Dia menyatakan siap membatalkan niatnya untuk maju sebagai calon wali kota (cawali) pada Pilkada Solo 2020 demi mendukung Gibran. Sumber-sumber suara yang sudah didekati Supriyanto akan diserahkan kepada Gibran Rakabuming.

Pernyataan itu disampaikan Supriyanto saat diwawancarai wartawan di rumahnya, Selasa (20/8/2019). “Saya urungkan niat saya maju [pada Pilkada Solo]. Tokoh-tokoh yang sudah berkomunikasi dengan saya, saya arahkan agar mendukung Mas Gibran,” ujar dia.

Supriyanto menilai sosok Gibran sangat potensial untuk memimpin Solo lima hingga 10 tahun ke depan. Kendati masih terbilang muda, dia menilai kapasitas Gibran sudah mencukupi untuk mengelola Solo yang notabene kota kecil.

Apalagi Solo tidak asing lagi bagi Gibran yang memang sudah lama tinggal di kota ini. Supriyanto mengaku sudah berkomunikasi lewat ponsel dengan orang dekat Gibran. Komunikasi itu tentang kesiapan Partai Demokrat mendukung dia.

“Saya juga sudah konsultasikan kepada DPD Partai Demokrat Jateng perihal dukungan kepada Mas Gibran. DPD Jateng menyambut positif hal itu dan meminta saya terus berkomunikasi dengan orang-orang dekat Mas Gibran,” sambung dia.

Perihal kendaraan Gibran untuk maju Pilkada Solo, Supriyanto menyarankan agar melalui jalur independen. Alasannya situasi dan kondisi perpolitikan Solo yang dinilai dia sudah tidak ideal dengan terjadinya single majority di parlemen.

“Menghadapi single majority di parlemen dan demokrasi yang tidak sehat, saya sarankan Mas Gibran dari jalur independen saja. Perlu ada kecairan, penyeimbang ke depan agar demokrasi Solo tetap terpelihara dengan baik,” kata dia.

Terpisah, Wakil Ketua DPC PDIP Solo, Suharsono, menilai peluang calon wali kota di luar PDIP pada Pilkada Solo 2020 terbilang kecil. Untuk mengukur peluang dalam pertarungan pilkada mendatang menurut dia bisa dilakukan.

Salah satunya dengan tolok ukur perolehan kursi parpol di parlemen lokal. Dengan memborong 30 kursi DPRD Solo 2019-2024, menurut Suharsono, PDIP paling berpeluang memenangi pesta demokrasi lima tahunan Kota Bengawan.

Bahkan menurut dia figur cawali-cawawali yang kelak diusung PDIP berpotensi mendapatkan sekitar 70 persen suara. Suharsono meyakini hasil dari pertarungan Pilkada mendatang akan berbanding lurus dengan hasil Pemilu Legislatif 2019.

“Mendorong Gibran maju Pilkada Solo hanya akan membuatkan lubang nepotisme yang pada gilirannya akan merusak citra Presiden Jokowi. Ketika Gibran maju pasti Jokowi akan berjuang mati-matian memenangkan anaknya,” urai dia.

Avatar
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho