Tutup Iklan

Duit Ratusan Juta di Laci, Ini Asal Usulnya Versi Menag

Menag Lukman mengaku uang itu berasal dari akumulasi tiga sumber yang berbeda. "Tiga sumber itu penerimaan resmi yang saya dapatkan yang saya simpan di meja kerja," kata Menag Lukman.

Duit Ratusan Juta di Laci, Ini Asal Usulnya Versi Menag

SOLOPOS.COM - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Rabu (8/5/2019). (Antara-Sigid Kurniawan)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan soal asal usul uang yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senilai Rp180 juta dan US$30.000 di laci meja kerjanya pada beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan Menag dalam kesaksiannya pada sidang lanjutan dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Rabu (26/6/2019). Adapun terdakwa dalam persidangan ini adalah mantan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Menag Lukman mengaku uang itu berasal dari akumulasi tiga sumber yang berbeda. "Tiga sumber itu penerimaan resmi yang saya dapatkan yang saya simpan di meja kerja," kata Menag Lukman.

Sumber pertama, Lukman mengaku berasal dari dana operasional menteri (DOM). Kedua, sebagai honorarium yang diterima ketika menjadi narasumber. Terakhir, sebagai sisa biaya perjalanan dinasnya.

Dalam pengakuan Menag, uang itu kemudian dibagi atau dikelompokkan masing-masing menjadi senilai Rp10 juta dan diikat dengan karet untuk kemudian dimasukkan ke dalam amplop.

Jaksa KPK kemudian menyoroti soal uang valuta asing sebesar US$30.000 yang juga disita oleh penyidik KPK. Berdasarkan pengakuan Lukman, uang itu berasal dari pemberian pejabat Kedubes Arab Saudi.

Kedua pejabat Kedubes Arab Saudi itu adalah Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syeikh Ibrahim bin Sulaiman Alnughaimshi dan Kepala Atase Bidang Keagamaan Syaikh Saad Bin Husein An Namasi.

Menurut Lukman, uang yang diterima pada pertengahan atau akhir 2018 itu diberikan berhubungan dengan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran Internasional. Saat itu Indonesia menjadi tuan rumah. Uang itu pun bukanlah uang dari sisa perjalanan dinasnya.

"Awalnya saya tidak terima, tapi dia mengatakan bahwa ini bentuk hadiah, karena saya tidak mungkin dan tidak boleh menerima itu, [tapi] dia memaksa," kata Menag Lukman.

Menurut Lukman, uang itu diserahkan kedua pejabat Kedubes itu di ruang kerjanya. Lukman juga tidak tahu menahu di balik alasan pemberian uang sebesar itu. Hanya saja, lanjut Lukman, tradisi Arab Saudi memang kerap memberikan hadiah apabila puas dengan sesuatu hal dalam hal ini penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Internasional.

Lukman juga menyadari bahwa sebagai penyelenggara negara tidak boleh menerima uang itu. Namun, dia menyebut kedua orang itu tetap memaksanya. 

"ia memaksa saya, [mereka katakan] sudah pokoknya terserah Menag untuk menggunakan atau mentasarufkan, bahasa dia itu untuk digunakan kegiatan kebaikan. pokoknya terserah lah, pokoknya saya harus bantu Pak Menteri," ujar Lukman menirukan pejabat tersebut.

Dalam pengakuan tersebut Lukman diingatkan Jaksa KPK bahwa keterangannya ini bisa mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi. Dalam perkara dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag, Haris didakwa menyuap Romahurmuziy alias Rommy senilai Rp255 juta dan Menag Lukman Rp70 juta. Sedangkan Muafaq didakwa menyuap Rommy senilai Rp91,4 juta. Suap diduga diberikan keduanya demi memuluskan proses pengisian jabatan di Kemenag Jatim.

KPK juga menduga ada pihak internal Kemenag yang bersama-sama dengan Rommy dalam menerima aliran dana suap. KPK telah mengidentifkasi nama-nama tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.

15 Dokter Anak di Jateng Terpapar Covid-19

Sebanyak 15 dokter anak di Jateng terpapar Covid-19. Diduga tertular dari pasien anak yang positif Covid-19.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Targetkan 1 Juta Dosis per Hari

Kementerian Kesehatan mempercepat program vaksinasi Covid-19 dengan target 1 juta dosis per hari.

Jenderal TNI Gadungan Diringkus di Gemolong Sragen, Sempat Kabur Meloncat dari Jendela

Ada pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Jenderal di Dukuh Ngrendeng, RT 17, Desa Kaloran, Gemolong, Sragen.

Kementerian ATR/BPN Gandeng UKSW Dorong Reformasi Agraria di Papua

Rektor UKSW, Neil S. Rupidara, menyambut baik ajakan kolaborasi Wamen Surya Tjandra. UKSW sudah bekerja sama dengan berbagai pihak selama ini.

Keren! Penjual Cilok Ini Sukses Beli Properti dan Sawah

Berikut ini kisah sukses penjual cilok yang bisa membeli properti dan sawah.

Diminta Berdiri Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang Tiap Pagi, ASN Sragen: Tak Ganggu Pekerjaan Kok

Pemkab Sragen memerintahkan semua ASN untuk berdiri tegak dengan sikap sempurna saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan setiap hari, pukul 10.00 WIB.

Klaster Kantor OPD Meluas, 20 Pegawai Disdikbud Wonogiri Positif Covid-19

Pegawai kantor yang dinyatakan positif Covid-19 saat ini menjalani isolasi mandiri karena gejala yang dialami ringan bahkan sebagian besar OTG.

Prediksi Inggris Vs Jerman: Awas, Tim Panser Ahlinya Fase Gugur

Tim Panser bisa mengila di fase gugur apabila mampu membenahi kelemahan-kelemahan selama babak penyisihan.

Seluruh Desa di Ngawen Klaten Zona Merah Covid-19, Ini Langkah Satgas

Seluruh desa di kecamatan Ngawen, Klaten, tercatat sebagai zona merah Covid-19 terhitung sejak, Kamis (24/6/2021). Satgas Covid-19 setempat pun mengambil langkah terkait hal tersebut.