Duh! Warga Sukoharjo Mulai Cuek, Pelanggar Aturan Wajib Pakai Masker Meningkat

Warga Sukoharjo mulai cuek terhadap aturan wajib memakai masker setidaknya dalam sebulan terakhir.

SOLOPOS.COM - Warga terjaring operasi masker di Tawangsari, Sukoharjo diberi sanksi sosial dan fisik pada Rabu (25/11/2020). (Solopos-Indah Septyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Warga Sukoharjo mulai cuek terhadap aturan wajib memakai masker. Fenomena ini terjadi setidaknya dalam sebulan terakhir.

Hal tersebut terlihat dari tingkat pelanggaran warga tak bermasker di Kabupaten Sukoharjo yang menunjukkan tren meningkat. Dalam sehari, puluhan warga terjaring operasi masker yang digelar tim gabungan penegakan protokol kesehatan Covid-19 Sukoharjo.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol PP Sukoharjo Wardino mengatakan operasi masker terus dilakukan tim gabungan dengan melibatkan TNI/Polri. Meski terus digelar operasi masker, tingkat pelanggaran warga tak bermasker masih tinggi.

Peringati Hari Guru, Ini Kejutan Siswa SMP Birrul Walidain untuk Para Guru Mereka

"Kemarin tingkat kepatuhan warga bermasker sudah meningkat. Tapi dalam sebulan terakhir ini warga yang tak bermasker justru naik lagi," kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com di sela-sela operasi masker di pertigaan Karangturi, Tawangsari, Sukoharjo, Rabu (25/11/2020).

Dia mengungkapkan dalam operasi kali ini ada sebanyak 63 orang terjaring razia masker. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibanding warga terjaring operasi masker rata-rata harian razia yang digelar sebulan lalu.

Menurutnya, tingkat kepatuhan warga Sukoharjo memakai masker menurun karena mulai menyepelekan Covid-19. Padahal angka kasus positif virus Corona di Sukoharjo terus melejit setelah libur panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad.

Kasus Covid-19 di Jateng Naik Terus, Bed Isolasi Terisi 75%

Kebanyakan Ibu-Ibu

"Kebanyakan yang terjaring operasi masker itu ibu-ibu yang bawa anak kecil. Dan ada juga laki-laki karena alasan merokok," ujarnya.

Dia mengajak masyarakat Sukoharjo untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan. Penegakan hukum protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19 di Sukoharjo akan terus dilakukan tim gabungan Pemkab, TNI dan Polri.

Penegakan hukum tersebut mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Sukoharjo Nomor 52 tahun 2020 Tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Terhadap Protokoler Kesehatan Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019.

Pria Ngadirojo Wonogiri Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar

Bagi warga Sukoharjo yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dikenai sanksi sosial dan fisik. Di antaranya sanksi membersihkan fasilitas umum, menghafal Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan atau perjuangan, terhadap masyarakat yang melanggar ketentuan memakai masker.

Salah satu warga Sukoharjo yang terjaring operasi masker, Wijayanti, 35, mengaku lupa tidak menggunakan masker. "Hanya pergi sebentar dan tidak jauh dari rumah jadi tidak pakai masker," katanya.

Dia mengaku kapok tidak menggunakan masker. Warga Sukoharjo itu kini mengakui menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sangat penting untuk menekan penyebaran virus Corona.

Berita Terbaru

Puskesmas Kebakkaramat II Karanganyar Tetap Lakukan Vaksinasi Meski 13 Petugasnya Diisolasi

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puskesmas Kebakkramat II, Karanganyar, tetap melaksanakan pelayanan vaksinasi Covid-19 meskipun 13 petugas di sana menjalani isolasi...

IDI Klaten Dorong Masyarakat Terapkan Cara Murah Meriah Cegah Covid-19

Solopos.com, KLATEN -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Klaten mendukung penuh pelaksanaan pencanangan vaksinasi Covid-19 yang dipimpin Bupati Klaten, Sri...

PPKM Diperpanjang, Tidak Ada Aturan Baru di Wonogiri

Solopos.com,WONOGIRI--Secara umum Pemerintah Kabupaten Wonogiri tidak mengeluarkan peraturan baru pada masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), 26 Januari-8...

PPKM Diperpanjang, PKL Kuliner di Klaten Sepakat Jam Operasional Dilonggarkan

Solopos.com, KLATEN – Sejumlah pelaku usaha kuliner di Klaten lega pembatasan jam operasional masih dilonggarkan hingga pukul 21.00 WIB...

Pelopor Vaksinasi Covid-19 Minta Warga Boyolali Tak Ragu, Kenapa?

Solopos.com, BOYOLALI -- Sebanyak 10 tokoh masyarakat menjadi pelopor vaksinasi Covid-19, Senin (25/1/20210). Mereka mengimbau masyarakat tak perlu ragu...

Sudah Divaksin, Ini Komentar Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rober Christanto mendapat kesempatan pertama disuntik vaksin Covid-19 Sinovac di...

Pandemi, Siswa di Sragen Harus Pakai Seragam Saat Sekolah Daring

Solopos.com, SRAGEN — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Suwardi mengharuskan siswa saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau...

Terima 6.960 Dosis Vaksin Sinovac, Ini Lokasi Vaksinasi Covid-19 Perdana Karanganyar

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan memulai vaksinasi Covid-19 untuk para tenaga kesehatan, Senin (25/1/2021). Pemkab telah...

Resmi! PPKM di Klaten Dipastikan Diperpanjang Hingga 8 Februari 2021

Solopos.com, KLATEN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Klaten dipastikan diperpanjang mengikuti instruksi pemerintah pusat. Selain mengikuti...

Sekda Sragen: Selama PPKM Kasus Baru Covid-19 Turun 72%

Solopos.com, SRAGEN -- Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, mengklaim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mampu menekan penambahan...