Duh, Setiap Bulannya 3,19 Miliar Liter Air PDAM Semarang Terbuang Sia-Sia
Kabag Produksi PDAM Tirta Moedal Semarang, Hari Murti (kedua dari kiri), mendiskusikan Menjaga Kualitas Air Bersih di Quest Hotel, Kota Semarang, Senin (17/9/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mengklaim kehilangan sekitar 3,19 miliar liter air setiap bulannya akibat kebocoran infrastruktur maupun kesalahan administrasi.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Produksi PDAM Tirta Moedal, Hari Murti, seusai mengikuti dialog bertajuk Menjaga Kualitas Air Bersih di Quest Hotel, Kota Semarang, Senin (17/9/2018).

Hari menyebutkan dari 8 miliar liter air yang disuplai PDAM kepada masyarakat setiap bulan, sekitar 39% terbuang sia-sia karena mengalami kebocoran. Masalah kebocoran itu paling banyak disebabkan rusaknya infrastruktur, seperti instalasi pipa yang bocor maupun telah keropos.

“Kebocoran akibat pipa rusak paling banyak terjadi di daerah Semarang Utara. Penyebabnya macam-macam, seperti pipa rusak, bocor, rob, maupun terdampak pembangunan infrastruktur lain,” ujar Hari kepada wartawan.

Akibat kebocoran itu, lanjut Hari, pelayanan PDAM Tirto Moedal kepada masyarakat menjadi tidak maksimal. Banyak masyarakat yang kerap tidak mendapat pelayanan dari PDAM berupa air bersih.

Ia pun berharap ke depan permasalahan kebocoran itu bisa diminimalisasi, sehingga pelayanan air bersih dari PDAM kepada warga masyarakat bisa dimaksimalkan.

“Kita juga terus mengencarkan koordinasi lintas instansi, seperti dengan Dinas Pekerjaan Umum agar bisa meminimalisasi kebocoran air yang terjadi akibat pembangunan infrastruktur. Salah satu minta ke PU untuk koordinasi kalau tengah melakukan penggalian yang ada pipa saluran PDAM,” tuturnya.

Selain berkoordinas dengan instansi lain, Hari juga mengatakan akan segera melakukan perbaikan pada pipa-pipa yang rusak maupun telah usang. Perbaikan infrastruktur itu akan diambilkan dari pendapatan PDAM tahun ini.

“Tahun ini kami menargetkan PAD [pendapatan] mencapai Rp15 miliar. Untuk perbaikan akan kita ambilkan dari situ,” ujar Hari.

Terpisah, Wakil Ketua Umum DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiono, meminta PDAM untuk fokus melayani kebutuhan masyarakt dan bukan mengejar PAD untuk setoran ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang.

“Yang utama itu pelayanan. Sekarang bisa menyetor PAD, tapi pelayanan belum maksimal kan enggak bagus,” ujar Wiwin.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom