Duh, Seorang Pasien Covid-19 Kerap ke Pasar Kota Wonogiri
Ilustrasi penyakit virus corona (Covid-19). (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI -- Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengungkapkan salah seorang pasien Covid-19 memiliki aktivitas intensif di Pasar Kota Wonogiri. Pemkab pun akan melakukan tindakan tegas demi memutus rantai penularan.

Seperti diketahui, ada tambahan 38 pasien positif Covid-19 di Wonogiri pada Jumat (24/7/2020). Dengan tambahan ini berarti jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 100 orang. Dari jumlah itu sebagian besar, yakni 63 orang atau 63 persen menjalani karantina khusus atau karantina mandiri.

Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Karanganyar Naik Rp1 Juta, Kambing Rp500.000

Selebihnya, sembilan orang dirawat di rumah sakit, 24 orang sudah dinyatakan sembuh, dan empat orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 77 orang. Dari jumlah itu 71 dipastikan negatif Covid-19 dan enam orang meninggal dunia.

Dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Wonogiri, Pemkab pun akan membuat langkah tegas untuk memutus rantai penularan. Termasuk menutup sementara Pasar Tradisional Kota Wonogiri.

Pasien Positif Aktif Masih 100 Orang, Ini Langkah Gugus Tugas Covid-19 Sukoharjo

Joko Sutopo yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri mengatakan Pasar Kota akan ditutup sementara selama satu pekan. Hal itu karena ada salah seorang pasien positif Covid-19 di Wonogiri yang mempunyai aktivitas intensif di pasar tersebut.

Sosialisasi ke Pedagang

Pada Sabtu (25/7/2020), anggota Satuan Tugas Covid-19 Wonogiri bakal melakukan pemberitahuan dan sosialisasi kepada para pedagang. Selanjutnya pada Minggu (26/7/2020), Pasar Kota Wonogiri akan mulai ditutup sementara.

"Saat ini pola penularan virus cukup cepat. Dari satu klaster saja bisa menularkan puluhan orang dalam waktu yang tidak lama. Maka kami lakukan langkah tegas agar penularan bisa segera terputus," kata dia kepada wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (24/7/2020).

Covid-19 Solo: Sudah Boleh Buka Kembali, 2 Hotel Berbintang Ini Pilih Tetap Tutup, Kenapa?

Jekek mengatakan, meski pasar ditutup Pemkab Wonogiri tidak akan menyediakan pasar alternatif. "Kami ingin benar-benar memutus mata rantai penularan ini. Jika nanti kami sediakan pasar alternatif bisa menimbulkan kerumunan lagi," kata Jekek.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom