Ilustrasi narkoba. (Solopos-Whisnu Paksa)

Semarangpos.com, SEMARANG — Sekitar 150.000 pelajar dan mahasiswa di Jawa Tengah (Jateng) diduga melakukan tindak penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya lain (narkoba). Paling banyak para pelajar itu menggunakan narkoba jenis obat-obatan terlarang, seperti pil koplo.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, Santo, kepada Semarangpos.com, Kamis (27/6/2019). “Sasaran pengedar narkoba saat ini kan memang pelajar dan mahasiswa. Pelajar dan mahasiswa di Jateng ini menempati urutan kedua dalam penyalahgunaan narkoba. Nomor satu dari kalangan pekerja,” ujar Santo.

Santo menyebutkan saat ini angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Jateng berada di kisaran 1,16%. Jika dikalkulasikan, maka total pelaku penyalahgunaan narkoba di Jateng bisa mencapai 397.416 orang. “Makanya dari jumlah sebanyak itu, sekitar 100.000-150.000-nya berasal dari kalangan pelajar,” imbuhnya.

Santo menambahkan dari jumlah pelajar sebanyak itu, kebanyakan mengonsumsi narkoba jenis obat-obatan. Meski demikian, di Jateng narkoba yang paling banyak disalahgunakan merupakan jenis sabu-sabu.

Bahkan pada tahun 2018 lalu, narkoba jenis sabu-sabu yang disita BNN Provinsi Jateng meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun 2017, BNN Provinsi Jateng mampu menyita 6 kg sabu-sabu dari berbagai pelaku, maka pada 2018 jumlahnya naik menjadi 10 kg.

“Tahun ini [2019] kemungkinan jumlahnya kembali naik. Soalnya, ini baru satu semester saja yang berhasil kami rampas sudah mencapai 4 kg,” tutur Santo.

Sementara itu, dikutip dari siaran pers BNN yang diterima Semarangpos.com, Rabu (26/6/2019), ada sekitar 2.297.492 pelajar di Tanah Air yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Angka itu diperoleh dari hasil survei yang dilakukan BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kepala BNN, Heru Winarko, juga mengungkapkan jumlah barang bukti yang berhasil disita BNN selama kurun waktu 2017-2018, yakni 48,23 ton sabu-sabu, 41,27 ton ganja, 1.594.083 butir pil ekstasi, dan 2.314,29 kg ekstasi bubuk.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten