Nelayan menyortir hasil tangkapan ikan laut di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak, Bonang, Demak, Jateng, Kamis (1/3/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Solopos.com, SEMARANG -- Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bambang Suprapto, menyebut populasi ikan jenis pirages, seperti tongkol, tuna, cakalang, dan kembung mulai jarang ditemui nelayan di perairan Laut Jawa. Alasannya, tak lain karena Laut Jawa sudah over-fishing atau kelebihan aktivitas penangkapan ikan.

"Iya, data WPP [Wilayah Pengelolaan Perikanan] menyebutkan jika Laut Jawa sudah over-fishing atau di bawah standar untuk diperbolehkan penangkapan. Jenis pirages kecil, besar bahkan sudah tidak ada. Ikan tongkol, pindang saja sudah sulit. Kalau pun ada di pasaran, itu biasanya dari luar Laut Jawa," ujar Bambang seusai menjadi pembicara Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (Sendimas) ke-4 di Kampus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Rabu (18/9/2019).

Bambang menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan Laut Jawa masuk kategori over-fishing. Selain jumlah nelayan yang banyak, proses penangkapan juga tidak dilakukan secara ramah lingkungan.

Banyak nelayan yang masih menggunakan peralatan tidak ramah lingkungan, seperti cantrang untuk memperoleh hasil laut.

"Cara-cara seperti itu membuat perkembangbiakan ikan jadi terganggu. Jadi tidak seimbang antara perkembangbiakan ikan dengan proses penangkapannya," terang Bambang.

Bambang pun berharap para nelayan mulai sadar untuk menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Selain itu, ia juga meminta dunia industri untuk menjaga kelestarian lingkungan perairan dengan tidak membuang limbah di laut.

"Adanya limbah industri, limbah medis, dan sampah plastik yang dibuang di laut juga membuat populasi ikan menurun. Maka itu kami minta masyarakat dan dunia industri sama-sama menjaga kelestarian alam," imbuhnya.

Sampah plastik di Indonesia saat ini juga tengah menjadi masalah yang cukup pelik. Hasil penelitian Jenna R. Jambeck dari University of Georgia menyebutkan jika Indonesia menjadi negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia.

Total ada sekitar 3,22 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di Indonesia. Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 0,48-1,29 juta ton diduga dibuang ke laut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten