Tutup Iklan
Duh, Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sragen Bertambah 5 Orang
Tim medis dengan memakai APD membawa pasien dalam pengawasan ke ruang isolasi dalam simulasi penanganan pasien suspect Covid-19 di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Kamis (12/3/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sragen terus bertambah. Hingga Sabtu (1/8), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah lima orang tetapi ada tiga orang yang sembuh.

Dengan tambahan itu, jumlah kasus positif Covid-19 di Sragen yang sebelumnya 88 kasus bertambah menjadi 93 kasus. Sementara, jumlah pasien sembuh dari 63 orang menjadi 66 orang.

Dari lima kasus baru itu, dua di antaranya meninggal dunia, yakni Ny. S, 65, warga Kalijambe yang meninggal di PKU Muhammadiyah Solo dan P, 47, warga Sukodono, yang meninggal saat dirawat di RS UNS Solo.

Batu Misterius Watu Sigong Klaten Mau Dijadikan Destinasi Wisata, Ini Gambarannya

Data lima kasus tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr. Hargiyanto, dan dibenarkan Kabid Pengedalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKK Sragen dr. Sri Subekti.

Bekti, sapaan akrabnya, menjelaskan dua orang yang meninggal dunia itu sebelumnya statusnya suspect dan hasilnya baru keluar per Sabtu. Dia mengungkapkan S, 65, warga Kalijambe meninggal di RS PKU Muhammadiyah Solo pada Jumat (31/7/2020) lalu.

Cerita di Balik Ratusan Korban Longsor di Tirtomoyo Wonogiri Tolak Relokasi

Tiga Orang Pasien Sembuh

Sedangkan P, 47, warga Sukodono, meninggal dunia di RS UNS Solo pada Sabtu (1/8/2020). Bekti tak mengetahui kapan mereka masuk rumah sakit.

“Selain lima kasus positif juga ada tiga orang sembuh, yakni PS, 52, warga Gemolong, dan CHJ, 14, anak-anak asal gemolong. Mereka sebelumnya diisolasi mandiri di Technopark Sragen. Kemudian ada satu orang lagi yang sembuh, yakni MSF, warga Tanon, yang sebelumnya dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu siang.

Sikap PKS di Pilkada Sragen Dipuji Tokoh Politik Senior, Kenapa?

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui wartawan di Masaran, Sragen, Sabtu siang, mengaku juga mendapatkan laporan dari DKK.

Yuni, sapaan akrabnya, memenyampaikan ada tambahan lima kasus baru, dua di antaranya meninggal dunia, dua asimptomatik dirawat di Technopark Sragen, dan satu orang kepala desa yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo.

Yuni tak habis pikir dengan perilaku masyarakat yang seolah apriori terhadap Covid-19, padahal kasusnya terus bertambah. Dia mengatakan saat awal-awal muncul kasus baru reaksi masyarakat luar biasa, seperti gerakan penyemprotan disinfektan, pemakaian masker, dan seterusnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho