Tutup Iklan
Duh! Kasus DBD di Karanganyar Tambah Terus, Lebih Banyak daripada Covid-19
Ilustrasi fogging demam berdarah (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kasus Demam Berdarah Dengue (BDB) di Karanganyar terus bertambah hingga pekan ke-30 tahun 2020. Total kasus DBD di Karanganyar hingga saat ini menjadi 245 kasus.

Jumlah kasus DBD di Karanganyar itu jauh melebihi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang tercatat sebanyak 134 kasus. Hingga saat ini, 104 pasien yang pernah terjangkiti Covid-19 sudah dinyatakan sembuh.

Meningkatnya jumlah pasien DBD diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Sri Winarno, kepada Solopos.com, Senin (27/7/2020).

Profesor Sarah Gilbert: Perempuan Pemimpin Tim Peneliti Vaksin Covid-19 di Oxford

Dia menjelaskan di tengah wabah Covid-19, kasus DBD terus meningkat di Karanganyar. Peningkatan kasus DBD terbaru di Kebakkramat dengan total jumlah kasus 13 orang.

“Di Kebakkramat sebenarnya bukan dari awal ada peningkatan. Tapi selang beberapa pekan terakhir ini ada peningkatan jumlah kasus DBD di wilayah tersebut. Bulan Juli ini ada peningkatan dua kasus tambahan,” jelas dia.

Sebelumnya, hingga Mei 2020 jumlah kasus DBD di Karanganyar sebanyak 149 kasus. Angka tersebut meningkat dengan tambahan hampir 100 kasus hanya dalam jangka waktu hampir dua bulan menjadi 245 kasus.

Pemkab Klaten Beri Perhatian Khusus bagi UMKM Terdampak Covid-19

Tindakan Fogging

Adanya minimal dua kasus DBD di suatu wilayah membuat Dinkes Karanganyar berkoordinasi untuk melakukan fogging di beberapa daerah yang terdampak DBD. Hal tersebut diiringi pernyataan warga terkait yang bersedia untuk melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

“Kalau kami lihat sudah ada dua kasus lebih dan angka bebas jentiknya kurang dari 80 ya kami lakukan fogging. Tapi ada pernyataan tertulis juga nanti dari warga dan diketahui RT, RW, kades atau lurah dan camat untuk memberantas sarang nyamuk,” terang dia.

Modifikasi Ekstrem, Honda Jazz Jadi Mobil Pikap

Berdasarkan data yang dibeberkan Dinkes Karanganyar, angka kasus DBD terbanyak di Kecamatan Gondangrejo sebanyak 37 kasus, diikuti wilayah Colomadu II sebanyak 34 kasus.

Sementara itu, temuan kasus DBD terendah ada di Kecamatan Jatiyoso dan Mojogedang I yang masing-masing hanya terdapat satu kasus selama 30 pekan terakhir.

Untuk antisipasi, Dinkes Karanganyar terus menyosialisasikan pentingnya melakukan pola hidup bersih sehat dan pemberantasan sarang nyamuk. Hal itu karena lingkungan yang kotor dapat memicu perkembangbiakan nyamuk yang menjadi perantara penularan penyakit DBD dan Chikunguya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho