Tutup Iklan
Duh, Kasus Covid-19 di Colomadu Masih Tertinggi di Karanganyar
Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar menyemprotkan disinfektan di SMPN 2 Colomadu, Senin (27/7/2020). (Solopos-Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Jumlah kasus Covid-19 di Kecamatan Colomadu hingga Minggu (26/7/2020) paling tinggi di Kabupaten Karanganyar.

Oleh karena itu, tim gabungan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar melakukan penyemprotan disinfektan di Colomadu pada Senin (27/7/2020).

Data yang dihimpun Solopos.com dari akun resmi instagram Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, jumlah kasus Covid-19 di Kecamatan Colomadu hingga Minggu adalah 29 orang positif Covid-19 sudah sembuh, lima orang positif Covid-19 masih dalam perawatan, dan satu orang meninggal.

Ada 34 Kasus Positif Covid-19, Colomadu Tertinggi di Karanganyar

Total terjadi 35 kasus Covid-19 di Kecamatan Colomadu. Kasus tersebut didominasi tenaga kesehatan (nakes), klaster Gowa, dan pemudik.

Solopos.com memantau perkembangan kasus Covid-19 di Kecamatan Colomadu melalui data Dinkes Karanganyar. Pada awal Juli lalu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Colomadu tercatat dua orang.

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berangsur-angsur naik dan tertinggi mencapai 18 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (21/7/2020).

Kasus di Colomadu berangsur-angsur turun hingga terakhir lima kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Minggu kemarin.

Wow, Konstruksi Masjid Al-Yahya Karanganyar Awet Sejak Zaman Wali Sanga

Atas dasar itu, tim gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar di bawah koordinasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, melaksanakan penyemprotan disinfektan di Colomadu.

Tim gabungan terdiri dari Polres Karanganyar, Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Karanganyar, BPBD Karanganyar, Kodim 0727/Karanganyar, Satpol PP, PMI Cabang Karanganyar, Tim SAR Karanganyar, Dishub Karanganyar, dan lain-lain.

Mereka menyisir wilayah Colomadu terutama di jalan protokol yakni Jl. Adi Sucipto, kompleks Jl. Adi Soemarmo, kompleks Fajar Indah dan sekitarnya, puskesmas, kantor instansi, objek vital, dan lain-lain.

"Kami menyiapkan 10.000-an liter desinfektan. Penyemprotan menggunakan mobil water canon milik Polres Karanganyar, satu unit mobil damkar, mobil bak terbuka milik BPBD," ujar Yopi saat berbincang dengan Solopos.com, Senin.

Operasi Masker di Lokas Strategis

Ada juga yang menyemprot menggunakan tangki sprayer yang digendong di punggung.

"Intinya, gugus tugas kabupaten bergerak melakukan penyemprotan massal di Colomadu. Arahan Bapak Bupati karena di sini kasus tertinggi di Kabupaten Karanganyar," ungkap dia.

Bupati Juliyatmono: Salat Id di Karanganyar Boleh di Lapangan Atau Masjid

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar menjadwalkan sejumlah program dalam upaya menekan persebaran Covid-19.

Salah satunya penyemprotan disinfektan serentak di 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar setiap Kamis. Dilanjutkan operasi masker pada Sabtu dan Minggu malam di lokasi strategis sering digunakan sebagai tempat menongkrong.

"Jadi program ini rutin ya dan serentak di setiap kecamatan. Perintah Pak Bupati demikian. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di setiap kecamatan bergerak kembali lebih masif. Mari kampanyekan lagi agar masyarakat wajib pakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan," ujar dia.

Duh! Warga Mulai Abai, 100 Orang Lebih Terjaring Razia Masker di Karanganyar

Penyemprotan disinfektan juga menyasar lingkungan SMPN 2 Colomadu. Kepala SMPN 2 Colomadu, Joko Widodo, menuturkan pihak sekolah rutin menyemprotkan desinfektan setiap Senin dan Kamis. Pihak sekolah mengadakan sendiri sarana prasarana penyemprotan disinfektan.

"Pengadaan alat semprot dan obat sendiri. Kami juga memiliki thermogun, mengadakan hand sanitizer. Kami adakan dari anggaran pendapatan dan belanja sekolah. Ya ini kan upaya kami mendukung program pemerintah berupaya menekan persebaran Covid-19. Makanya kami jadwalkan rutin dua kali dalam satu pekan," tutur Joko, Senin.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho