Duh, Kapal SAR Berbenturan dengan Kapal Lain di Lokasi Evakuasi Sriwijaya Air
Prajurit Kopaska TNI AL meletakkan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di kapal saat evakuasi di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (17/1/2021). (Antara-Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA --  Kapal KN SAR Wisnu milik Basarnas dikabarkan berbenturan dengan kapal lain di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu.

Basarnas seperti dilansir detik.com mengonfirmasi kapal berisi penyelam itu berbenturan dengan kapal milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla).

"Betul (KN SAR Wisnu berbenturan). Dari Perhubungan Laut," ujar Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS saat dimintai konfirmasi, Selasa (19/1/2021).

Wilayah Musuk Boyolali Diselimuti Abu Merapi, Begini Penampakannya

Ketika ditemui di JICT 2, Rasman memastikan kapal milik Basarnas tidak bertabrakan, melainkan hanya berbenturan. Alhasil, terdapat sedikit sobekan di KN SAR Wisnu.

"Yang jelas, itu bukan tabrakan. Benturan karena faktor ombak, namanya di lapangan gelombang itu tidak bisa mengendalikan lautnya seperti itu. Sehingga ada sedikit sobek," ucap Rasman saat ditemui di lokasi secara terpisah.

Kapal Wishnu, yang ikut dalam misi pencarian Sriwijaya Air SJ182 mengalami benturan yang menyebabkan bagian kapal sobek.

Rumah Kadiyem di Dekat Hutan di Sragen Kembali Diterangi Listrik

"Ini benturan. Kalau tabrakan itu bisa menyebabkan tenggelam. Ini benturan dan ada sobek memang di bagian KN Wishnu, tapi sobeknya saya belum bisa memastikan karena belum ada laporan. Yang jelas sobeknya itu di atas 3 meter di atas permukaan air, artinya kapal itu tidak mengganggu operasional, tetap bisa operasional. Kecuali kalau udah sangat dekat dengan air," ujar Rasman.

Tempat Istirahat Penyelam

Rasman memaparkan KN Wishnu sendiri dikerahkan untuk tempat peristirahatan para penyelam. Dia mengatakan, meski ada yang sobek, KN Wishnu akan tetap beroperasi di tengah pencarian Sriwijaya Air.

"Itu kapal untuk menampung tempat istirahat, selama 8 hari ini baru 1 kali sandar. Karena memang dia untuk menampung penyelam, semacam hotelnya. Jadi bukan yang wira-wiri untuk membawa barang bukti. Nggak sandar, dia tetap di lapangan," ujarnya.

Ingat Baik-baik! Ini Syarat Bisa Vaksinasi Covid-19

Sementara itu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) menepis kabar ada kapalnya yang berbenturan dengan kapal milik Basarnas. Namun, Bakamla tidak menampik jika dikatakan memang ada kapalnya yang beroperasi di wilayah evakuasi jatuhnya SJ182.

"Tidak ada! Oke saya cek," ucap Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Aan Kurnia.

"Ada. Ada 4 kapal," sambungnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom