Sampah menumpuk di bantaran Kali Pepe, Sewu, Jebres, Solo, Selasa (3/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Relawan Pekarya Sungai rutin melakukan aksi membersihkan Kali Pepe Solo dari Terminal Tirtonadi menuju Pintu Air Demangan dalam satu bulan ini.

Berdasarkan pengamatan Relawan Pekarya Sungai, diketahui sebanyak 70 persen warga sekitar sungai masih kerap membuang sampah di sungai dari banyaknya sampah rumah tangga yang ditemukan.

Hingga Selasa (3/9/2019), proses membersihkan sungai yang dilakukan oleh kelompok Pekarya Sungai masih terus berlanjut. Mereka saat ini fokus untuk membersihkan aliran sungai Kali Pepe yang dianggap sudah dipenuhi dengan sampah setiap sore hari.

Kondisi debit air yang rendah semakin memperparah keadaan sampah lantaran sampah tersebut tidak bisa hanyut terbawa arus dan menumpuk di jalur sungai.

Pengamat Sungai Relawan Pekarya Sungai, Tavip Jaka Susilo, mengatakan terkait kondisi sampah yang menumpuk di Kali Pepe, pihaknya memperkirakan sebanyak 70 persen warga masih memiliki kebiasaan untuk membuang sampah di sungai.

Hal ini diketahui dari pengamatan langsung di lapangan terhadap hubungan jenis sampah dengan kondisi pinggiran Kali Pepe yang diisi oleh hunian penduduk. Pasalnya, sampah yang ditemukan rata-rata adalah sampah rumah tangga.

“Jadi kenapa kami menyimpulkan jika masih ada 70 persen warga yang masih membuang sampah di sungai kami ketahui dari pengamatan lapangan langsung saat kami proses membersihkan Kali Pepe. Kami melihat di setiap jalur sungai yang kanan dan kirinya ada permukiman warganya, pasti ada banyak sampah yang menumpuk dan sampahnya bukan limbah pabrik melainkan sampah rumah tangga. Itu menandakan jika sampah tersebut dibuang oleh warga ke sungai,” jelasnya kepada solopos.com, Selasa.

Selain mengamati hubungan jenis sampah dengan lokasi sekitar sungai, Pekarya Sungai juga beberapa kali memergoki warga yang nekat membuang sampah ketika mereka sedang membersihkan Kali Pepe.

Hal tersebut semakin memperkuat dugaan Tim Pekarya Sungai jika warga sekitar Kali Pepe masih terbiasa membuang sampah di sungai. Kondisi juga semakin diperparah masih adanya saluran pembuangan rumah tangga yang langsung dialirkan ke sungai.

“Jadi sampah yang kami temukan itu berbagai macam. Ada popok bayi, kemasan plastik, kresek, kain, pakaian, bahkan juga kami menemukan kotoran manusia juga karena masih banyak warga yang saluran pembuangannya langsung ke sungai. Saat kami menyusuri dari hulu yang ada di Terminal Tirtonadi, kami selalu menemukan hal tersebut,” imbuh dia.

Terkait lokasi, hingga Selasa, Tavip menjelaskan beberapa titik yang ditemukan terdapat banyak sampah ada di bawah jembatan kereta api Stasiun Balapan Solo dekat RS Brayat Minulya, Loji Wetan, dan sekitar Pose In Hotel.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo melakukan tindakan tegas terhadap warga yang masih nekat membuang sampah di sungai. Berdasarkan hasil operasi tangkap tangan (OTT), dua pedagang hik diharuskan membayar denda sebanyak Rp150.000.

“Untuk yang sudah ditindak pidana ringan [tipiring]-kan ada di dua tempat. Keduanya adalah pedagang hik dan salah satunya berumur sekitar 65 tahun. Kami sudah melakukan pemantauan dan identifikasi selama 12 hari dibantu TNI dan Polri serta Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Solo. Vonis ada di pengadilan. Mereka disanksi sesuai dengan Perda yang berlaku,” jelas Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, ketika ditemui solopos.com di ruangannya Kamis (22/8/2019) petang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten