Duh! Defisit Bawang Putih di Boyolali Capai 14.047 Ton hingga Akhir Bulan Ini

Produktivitas kedelai dan bawang putih di Boyolali diprediksi defisit karena hama penyakit hingga kondisi lahan pertanian.

 Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Bambang Jiyanto, saat berada di kantornya, Kamis (22/9/2022). (Solopos.com/Ni’matul Faizah).

SOLOPOS.COM - Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Bambang Jiyanto, saat berada di kantornya, Kamis (22/9/2022). (Solopos.com/Ni’matul Faizah).

Solopos.com, BOYOLALI – Produktivitas dua komoditas pertanian berupa kedelai dan bawang putih di Pemkab Boyolali diprediksi mengalami defisit hingga pekan ketiga September 2022.

Tercatat pada data Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali, produktivitas bawang putih berada pada estimasi 189 ton sedangkan kebutuhan masyarakat 771 ton.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kemudian, untuk estimasi produktivitas kedelai di Boyolali tercatat 1.154 ton hingga pekan ketiga September 2022. Sedangkan kebutuhan masyarakat 15.201 ton, sehingga menyebabkan defisit 14.047 ton.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Bambang Jiyanto, mengatakan pengembangan kedelai sangat tergantung dengan musim tertentu.

“Jadi di Boyolali menanam kedelai pada Februari sampai Juli. Kemudian, [petani] yang menanam kedelai hanya di Juwangi, itu daerah Kayon dan Jerukan. Kemudian sebagian wilayah Nogosari, Sambi, dan Kemusu,” kata dia saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Diolah Jadi Beras Diet, Porang Jadi Primadona di Jepang

Selain itu, ia juga mengatakan panen kedelai pada tahun terakhir diserang oleh hama tikus. Kendala lainnya, sebut Bambang adalah sulitnya mencari benih kedelai bersertifikat di pasaran.

Kemudian, ia menjelaskan produk kedelai tidak bisa disimpan lama karena mudah rusak. Hal tersebut, kata dia, membuat minat petani untuk menanam kedelai berkurang.

Tak hanya itu, setelah dipanen, perajin makanan yang berbahan baku kedelai lebih memilih kedelai impor yang berukuran lebih besar. “Kami kan enggak bisa memaksa mereka untuk mengolah kedelai produk lokal karena berlaku mekanisme pasar,” terang dia.

Untuk meningkatkan kualitas kedelai petani Boyolali, Dispertan Boyolali pernah memberikan bantuan benih kedelai yang cocok dengan lokasi penanaman untuk 690 hektare di Boyolali bagian utara.

“Jadi ketersediaan benih kedelai di pasaran itu sulit juga terlebih untuk varietas yang cocok dengan lokasi. Misal di Sambi cocoknya varietas gepak hijau, tapi adanya Grobogan,” jelasnya.

Baca juga: KOMODITAS PERTANIAN : Produksi Tembakau Tahun Ini Diprediksi Naik 80%

Untuk bawang putih, Bambang menjelaskan tanaman tersebut hanya dapat ditanam di atas ketinggian 1.000 meter seperti di daerah Selo, dan Cepogo.

Selain hanya dapat ditanam di ketinggian tertentu, ketika petani panen bawang putih belum tentu laku di pasar.

Tak hanya itu, ia mengatakan durasi tanam bawang putih juga lebih lama dibanding sayuran lain yaitu empat bulan. Hal tersebut, kata Bambang, membuat petani berpikir untuk menanam bawang putih.

“Kalau bawang yang ditanam itu jenis lokal, yang kualitas mahal juga bisa ditanam di sana tapi benihnya mahal. Enggak hanya mahal, tapi juga sulit,” kata dia.

Bambang mengatakan Dispertan Boyolali pernah menanam 1.200 benih unggul dan berhasil. Namun, ketika ingin mengembangkan lagi, benih sulit untuk didapat.

Baca juga: KOMODITAS PERTANIAN : Mentan Rintis Kembalinya Kejayaan Bawang Putih Temanggung

“Bawang putih itu modal untuk satu hektare lumayan tinggi. Petani kalau mau menanam dengan modal cukup tinggi tapi tidak bisa dipastikan nanti panen laku atau tidak, mereka bakal berpikir dua kali,” kata dia.

Dalam wawancara sebelumnya, Kepada Bidang (Kabid) Ketersediaan Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Boyolali, Dhian Mujiwiyati, mengatakan dari 13 komoditas yang didata DKP, ada lima komoditas yang defisit.

Dua produk pertanian defisit adalah bawang putih dan kedelai. Sedangkan tiga lainnya adalah produksi pabrik seperti gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada komoditas pangan yang defisit, biasanya mengambil dari Pasar Legi Solo. Untuk gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu begitu distributornya juga dari daerah lain seperti Solo,” jelasnya kepada Solopos.com.

Baca juga: Harga Sayur di Beringharjo Naik

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Acara Perdana Sukses, Balon Udara Kemuning Karanganyar Bakal Ada Lagi

      Kepala Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar memastikan akan menggelar lagi festival balon udara tahun depan setelah sukses pada acara perdana 19-20 November 2022 lalu.

      Jalan Menuju Goa Resi Wonogiri Retak Sepanjang 20 Meter, Mobil Dilarang Lewat

      Jalan menuju gerbang masuk objek wisata Goa Resi di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri mengalami keretakan sekitar 20 meter sejak, Senin (28/11/2022) sore.

      Kaesang-Erina Ziarah ke Makam Raja Mangkunegara, Juru Kunci: Minta Izin Resepsi

      Juru Kunci Astana Girilayu menyebut kedatangan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono untuk meminta izin untuk melangsungkan resepsi pernikahan.

      Dukung Program Kantin Cumi, Pengantin di Karanganom Klaten Tebar Ikan di Sungai

      Pasangan pengantin asal Karanganom, Muhammad Fajar dan Mutiara Indah menyebar 500 benih ikan di sungai di depan KUA Karanganom, Senin (28/11/2022).

      Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian

      Petani muda dari kalangan milenial menggeliat di tengah isu krisis pangan dan membagikan tips sukses menjadi petani, salah satunya memulai dengan niat, baru kemudian nekat.

      Sesuaikan Survei KHL, Serikat Pekerja di Boyolali Tetap Usulkan UMK Rp3 Jutaan

      Dewan Perwakilan Daerah Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (DPD FKSPN) Boyolali mengusulkan upah minimum kabupaten (UMK) Boyolali sesuai survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Susu yakni Rp3.087.000 

      Kronologi Mobil Nyungsep di Saluran Irigasi Sukoharjo Gegara Google Maps

      Kronologi laka tunggal mobil  masuk saluran irigasi Bengawan Solo di Dukuh Kenteng, Desa Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo karena menggunakan petunjuk arah dengan Google Maps.

      Rahasia Pindang Kambing Mbah Sinem Wonogiri Sering Ludes dalam Waktu 2 Jam

      Pindang Kambing Mbah Sinem telah menjelma menjadi kuliner khas di Wonogiri.

      Fenomena Efek Wali Kota Gibran, Warga Luar Solo Ramai-Ramai Sambat

      Fenomena Gibran effect diprediksi bisa kian meluas spektrumnya, tidak hanya di Soloraya.

      Ibu Negara Iriana Test Food Kuliner Pernikahan Kaesang-Erina

      Ibu Negara Iriana melakukan test food yang akan disajikan pada pernikahan Kaesang-Erina pada Desember mendatang.

      Tambang Ilegal di Klaten Merusak Ekosistem Gunung Merapi

      Keberadaan aktivitas tambang ilegal di Kecamatan Kemalang, Klaten, perlahan merusak ekosistem lereng Gunung Merapi.

      Ada Peran Sunan Pandanaran di Balik Tradisi Pembuatan Gerabah Melikan Klaten

      Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah yang proses pembuatannya dengan teknik putaran miring.

      Romantis, Erina Terus Gandeng Tangan Kaesang Saat Ziarah di Astana Mangadeg

      Erina Gudono selalu menggandeng tangan Kaesang Pangarep saat berziarah ke Makam Raja-raja Mangkunegaran di Astana Mangadeg, Kabupaten Karanganyar.

      Penyerapan APBD Boyolali Baru 80-an Persen, Sekitar 35 OPD Belum Maksimal

      Penyerapan APBD di Boyolali belum maksimal atau baru 70-80-an persen hingga November ini.

      Mantap! Penghasilan Petani Milenial Sragen Ini Capai Rp10 Juta/Bulan

      Petani milenial Sragen berhasil meraup penghasilan hingga Rp10 juta/bulan. Ia memiliki produk unggulan berupa beras organik selain produk pertanian lain.