Duh, Ada Bupati Pecat Sekda karena Akan Jadi Rival di Pilkada

Bupati Sula mencopot Sekda tanpa izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

 Menpan RB, Tjahjo Kumolo. (Antara/HO-Kemenpan RB)

SOLOPOS.COM - Menpan RB, Tjahjo Kumolo. (Antara/HO-Kemenpan RB)

Solopos.com, JAKARTA – Praktik tak dewasa dalam berpolitik terjadi di  Indonesia. Seorang bupati memecat sekretaris daerah (sekda) karena keduanya akan menjadi rival dalam pemilihan kepala daerah.

Fakta itu diungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Senin (20/9/2021) yang tayang secara virtual.

Baca Juga: Puan Maharani Terima Beasiswa PIP, Begini Kisahnya… 

“Kami dengan KASN ini dipusingkan bupati sudah memecat sekda, padahal nggak jelas salahnya apa itu nggak ada, hanya karena tahun depan ini menjadi rival. Rival bupati incumbent itu mau mencalonkan lagi karena ini (sekda) rivalnya. Ini permasalahan-permasalahan yang muncul, salah satu contoh yang kami sampaikan,” katanya seperti dikutip detik.com.

Kepentingan Politik

Namun Tjahjo tidak membeberkan identitas kepala daerah yang memecat anak buahnya hanya karena kepentingan politik.

Dia juga tak memerinci bupati dan sekda yang dipecat akan menjadi rival dalam ajang apa.

Awalnya Tjahjo merespons permintaan anggota Komisi II untuk menjelaskan permasalahan Bupati Kepulauan Sula yang mencopot sekda. Tapi contoh yang dia sampaikan di atas tak merujuk ke Bupati Sula.

Jadi Konflik

“Menyangkut Sula nanti kami mohon dari KASN juga bisa ngejawab karena memang masih menjadi konflik sekarang ini,” tuturnya.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto pada kesempatan selanjutnya menjelaskan bahwa Bupati Sula mencopot Sekda tanpa izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

“Kami sudah memberikan klarifikasi dan sudah memberikan rekomendasi. Hanya saja kami memang masih memonitor terus bagaimana tindak lanjut dari kepala daerah. Ini fenomena yang terjadi pasca-Pilkada,” tambahnya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

UU PDP Jaminan Kejelasan Hukum Korban Pinjol

UU PDP bisa mengatur dengan kekuatan hukum yang jelas tentang warga harus mengadu ke mana atau kepada siapa ketika menjadi korban kebocoran data pribadi.

Kehebohan Beragama Belum Menjadi Jalan Kebudayaan

Kehebohan beragama belum menjadi jalan pembebasan menuju kerja bersama seluruh elemen bangsa mewujudkan peradaban dan kehidupan yang lebih baik di semua aspek kehidupan.

10 Berita Terpopuler : Kera Serbu Rumah - Resepsi Boleh Ada Penyanyi

Serangan kera liar di permukiman warga Kebakkramat hingga aturan resepsi pernikahan di Solo masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Cakupan Vaksinasi Tinggi, Inggris Masih Diamuk Corona

Amukan corona di negara ini memicu kekhawatiran terlebih Inggris menjadi salah satu negara yang cakupan vaksinasinya sudah termasuk tinggi.

Solo Gencarkan Digitalisasi Sistem Pendidikan Menuju Era Industri 4.0

Bidang pendidikan dituntut mengembangkan sistem pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya Jawa berbasis TI menuju smart education.

Al Firdaus, Sekolah International Baccalaureate Pertama di Jawa Tengah

Al Firdaus World Class Islamic School saat memutuskan bekerja sama dengan International Baccalaureate (IB), yayasan pendidikan internasional asal Jenewa, Swiss. Tahun ini Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun serta Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun di Al Firdaus resmi terotorisasi IB.

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu, Akan Jalani Sudhi Wadani

Putri Presiden Pertama RI, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, pindah ke agama Hindu dan akan menjalani proses Sudhi Wadani di Bali.

Lereng Gunung Batur Di Gianyar Bali Terbakar

Kebakaran hutan kembali terjadi di lereng Gunung Batur, Kintamani, kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (21/10/2021) sore.

Siap-Siap, Gerbong Mutasi Lanjutan Pejabat Sukoharjo

Saat ini, jabatan strategis yang masih kosong yakni Asisten II Setda Sukoharjo, Asisten III Setda Sukoharjo dan staf ahli bupati.

Sejarah Hari Ini : 23 Oktober 2011, Simoncelli Kecelakaan di Sepang

Berbagai peristiwa terjadi di dunia pada 23 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Miris! Operator Call Center Basarnas Tewas Dibegal

Seorang pegawai Basarnas menjadi korban begal di Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban meninggal dunia akibat dibacok kawanan begal.

Viktor Laiskodat Lulus Doktor UKSW, Angkat Disertasi Wisata NTT

Viktor Laiskodat membuat disertasi berangkat dari dari sebuah permasalahan mengapa masyarakat NTT masih miskin padahal wilayah itu kaya sumber daya alam.

Stok Vaksin Covid-19, Indonesia Kembali Terima Pfizer dan AstraZeneca

Selain menjaga ketersediaan, tambahan vaksin Covid-19 ini juga untuk mengejar target kekebalan kelompok hingga akhir 2021.

Dituding Aktor Utama, Amien Rais Ungkap Detik-Detik Gus Dur Lengser

Amien Rais menolak disebut sebagai aktor utama namun mengakui sebagai bagian dari lengsernya Gus Dur.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Raih Gelar Doktor dari UKSW Salatiga

Viktor meraih gelar Doktor Program Studi Pembangunan dari UKSW dengan nilai IPK 3,92.

Mega Korupsi Jiwa Sraya, 1.200 Aset Belum Laku!

PT Jiwasraya bahkan tercatat memiliki aset gedung di pengujung utara Indonesia, yakni di Pulau Sangihe yang berbatasan dengan Filipina.