Duh, 8 Tenaga Kesehatan di Solo Positif Covid-19, Sumber Penularan Masih Jadi Misteri
Ilustrasi tenaga medis. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Total sementara ada delapan tenaga kesehatan di Solo yang positif terjangkit Covid-19. Dari delapan orang tersebut, tiga di antaranya berdomisili di Solo.

Perincian tenaga kesehatan (nakes) di Solo yang positif Covid-19 lima dari dua puskesmas dan tiga dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno.

Keluarga delapan tenaga medis di Solo yang positif Covid-19 itu kini menjalani karantina mandiri di rumah sembari menunggu hasil uji swab.

“Keluarga nakes yang Solo, tinggal di Kelurahan Pucangsawit, Serengan, dan Mojosongo. Lingkungan sekitar sudah paham dan menjalani protokol kesehatan,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, kepada Solopos.com, Sabtu (6/6/2020).

2 Tenaga Kesehatan Puskesmas Solo Positif Corona: Asal Mojosongo dan Sukoharjo

Kasus terbaru berasal dari dua nakes puskesmas di Solo. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo mengatakan penambahan tersebut berasal dari tracing enam tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 pekan ini.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas, Ahyani, mengatakan salah seorang nakes berdomisili di Solo. Sedangkan seorang lainnya tinggal di Sukoharjo.

“Satu nakes tinggal di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, satunya di Sukoharjo. Sehingga hanya menambah satu orang untuk pasien terkonfirmasi positif Corona di Solo, menjadi 37 orang. Dengan perincian 11 dirawat, 22 sembuh, dan empat meninggal dunia,” sambung dia.

Penambahan kasus menjadi konsekuensi rapid test dan uji swab massal yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam sebulan terakhir. Dengan penemuan kasus baru, pihaknya bisa lebih cepat memotong rantai persebaran virus SARS CoV-2.

Bugil Sendirian di Pematang Sawah, Setelah Diperiksa Ternyata Sudah Meninggal

Sumber Penularan Sulit Dideteksi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih, mengaku kesulitan mendeteksi sumber penularan tenaga kesehatan di puskesmas yang positif Covid-19. Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, warga dengan penyakit ringan jamak berkonsultasi di sana.

Ketidakjujuran menceritakan riwayat bepergian maupun gejala yang dialami membuat deteksi dini Covid-19 di Solo sulit dilakukan.

“Sebenarnya saat bertugas di Puskesmas pun, nakes tetap dibekali APD lengkap. Mereka juga bertugas melakukan tracing, ada pula yang bertugas mengambil rapid test. Kami masih belum bisa mendeteksi dari mana penularannya, yang penting rantainya bisa diputus,” ucap Ning, sapaan akrabnya.

Tagihan Listrik Naik, Ini Loh Penyebabnya

Dia berharap kasus positif Covid-19 di kalangan tenaga medis di Solo tidak bertambah lagi. Ini mengingat belum seluruh hasil uji swab pada seratusan nakes sudah keluar pada Sabtu ini.

 

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho