Duh, 57,50% Warga Sragen Konsumsi 1-6 Bungkus Mi Instan Setiap Pekan

Sebanyak 57,50% warga Sragen mengonsumsi 1-6 bungkus mi instan tiap pekan. Angka tersebut merupakan tertinggi kedua di Soloraya.

 Ilustrasi mi instan (NDTV Food)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi mi instan (NDTV Food)

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 57,50% warga Sragen mengonsumsi 1-6 bungkus mi instan tiap pekan. Angka tersebut merupakan tertinggi kedua di Soloraya setelah Klaten dengan 61,79% warganya mengonsumsi 1-6 bungkus mi instan tiap pekan.

Hal itu terungkap dalam dalam Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Jateng 2018-2023 yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Badan Litbang Kesehatan Jateng sebagaimana dicermati Solopos.com, Jumat (26/3/2021).

Baca Juga: Proyek Perbaikan Jalan Bikin Pasokan Air PDAM Kulonprogo Terganggu, Pelanggan Mengeluh

Riskesdas merupakan penelitian bidang kesehatan berbasis komunitas yang biasa digelar sekali dalam lima tahun. Lima tahun dianggap sebagai interval yang tepat untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, faktor risiko, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan.

Setelah Klaten dan Sragen, Wonogiri menempati urutan ketiga dengan 56,92% warganya mengonsumsi 1-6 bungkus mi instan tiap pekan. Disusul Boyolali (54,52%), Karanganyar (48,32%), Solo (46,91%) dan Sukoharjo (44,91%). Sementara itu di tingkat Jateng, sebanyak 58,87% warga mengonsumsi 1-6 bungkus mi instan tiap pekan.

Dari 2.245 warga Sragen yang menjadi sampel penelitian, hanya 2,84% yang mengonsumsi kurang dari 1 bungkus mi instan/hari. Sisanya, 39,68% mengonsumsi kurang dari tiga bungkus mi instan/bulan.

Anak Sekolah

Sementara itu dilihat dari latar belakang atau pekerjaan, anak sekolah menduduki peringkat tertinggi dalam mengonsumsi mi instan tiap pekan. Hasil penelitian itu mencatat 73,57% anak sekolah di Jateng mengonsumsi 1-6 bungkus mi instan tiap pekan. Disusul nelayan dengan 61,53%, pegawai swasta 60,05%, buruh 59,99%, wiraswasta 54,49% dan pengangguran 53,71%.

Baca Juga: Perwira TNI Jadi Korban Salah Sasaran Penggerebekan Satresnarkoba Polresta Malang Kota

Sementara dilihat dari jenis kelamin, laki-laki di Jateng lebih mendominasi dengan 61,14% mengonsumsi 1-6 bungkus mi instan/pekan. Sementara 56,64% kaum wanita di Jateng mengonsumsi 1-6 bungkus mi instan/pekan.

Dalam penelitian itu disebutkan, mi instan merupakan salah satu makanan yang tidak baik dikonsumsi secara berlebihan. Dalam penelitian ini, mi instan disejajarkan dengan makanan berisiko lain seperti makanan manis, makanan asin, berlemak/kolestrol seperti gorengan, daging olahan dengan pengawet, minuman berkarbonasi dan lain-lain.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Kampung Matoa Boyolali Bermula dari Mantu

Melihat banyaknya pohon matoa di perkarangan rumah warga Karangduwet, besan dari Klaten menyebut kampung asal pengantin putri sebagai Kampung Matoa.

Tes Urine Mendadak, Prajurit TNI Wonogiri Negatif Narkoba

Tes narkoba melalui urine dilaksanakan secara berkala dan pelaksanaannya secara mendadak.

Siap-siap! Pemadaman Listrik di Klaten Hari Ini (26/10/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Klaten hari ini, Selasa (26/10/2021) yang berlangsung selama lima jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Jadwal Pemadaman Listrik di Solo Hari Ini (26/10/2021), Mana Saja?

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo hari ini, Selasa (26/10/2021) yang berlangsung selama tiga jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Lima Sektor Jadi Perhatian Khusus

 Setidaknya lima sektor yang harus mendapatkan perhatian khusus untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19.

Air Hujan Bunderjarakan Klaten Pun Dapat Sembuhkan Berbagai Penyakit

Air hujan yang disetrum dapat membersihkan tubuh setelah diminum secara rutin.

Pekan Pertama PTM di Wonogiri Tidak Ada Kasus Covid-19

PTM terbatas hanya boleh dilaksanakan sekolah yang sudah pernah menggelar uji coba PTM.

65 Pengrajin Batik di Kawasan Gunung Sewu Ikuti Diklat Pewarna Alami

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menggeliatkan kembali kegiatan ekonomi warga.

Bos Debt Collector Solo Ungkap Cara Kerja Sindikat Penggelapan Aset

Bos perusahaan penyedia jasa debt collector di Solo Giyatno mengungkapkan cara kerja sindikat penggelapan aset milik perusahaan pembiayaan dan debitur.

Pemkab Sukoharjo Bagikan 1.700 Paket Bantuan, Driver Ojol Ikut Kebagian

Pemkab Sukoharjo membagikan bantuan sebanyak 1.700 paket kepada warga yang terdampak Covid-19 termasuk para driver ojek online.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal seusai Diklat Menwa, BEM SV: Usut Tuntas!

BEM SV UNS Solo menuntut kampus, kepolisian dan Menwa segera mengusut tuntas kasus mahasiswa bernama Gilang Endi yang meninggal seusai diklat.

Punya 100 Personel, Bos Debt Collector Solo Ini Ogah Layani Pinjol

Bos perusahaan jasa penagihan utang yang memiliki 100-an personel debt collector di Solo ini mengaku ogah menjalin kerja sama dengan perusahan pinjol, ini alasannya.

Pilkades Antarwaktu Gedangan Sukoharjo Masuki Masa Pendaftaran Calon

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades antarwaktu Gedangan, Grogol, Sukoharjo, memasuki tahapan pendaftaran calon yang berlangsung 10 hari.

Sensus Pertanian di Karanganyar, Upaya Genjot Ekonomi di Tengah Pandemi

Pemkab Karanganyar mendukung program Sensus Pertanian tahun 2023 demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Warga Bunderjarakan Klaten Masih Konsumsi Air Hujan

Hujan menjadi sumber air utama bagi warga Dukuh Bunderjarakan, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Klaten.