Duh, 1,7 Juta Bayi di Indonesia Belum Peroleh Imunisasi Dasar

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan kondisi tersebut berdampak pada peningkatan jumlah kasus penyakit yang seharusnya bisa dicegah lewat imunisasi atau PD3I.

 Infografis Imunisasi (Solopos/Whisnupaksa)

SOLOPOS.COM - Infografis Imunisasi (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, JAKARTA–Sebanyak 1,7 juta bayi di Indonesia pada periode 2020-2021 belum mendapatkan imunisasi dasar.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan kondisi tersebut berdampak pada peningkatan jumlah kasus penyakit yang seharusnya bisa dicegah lewat imunisasi atau PD3I.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Hal itu juga menyebabkan munculnya kejadian luar biasa (KLB) seperti campak, rubela dan difteri di sejumlah wilayah.

“Bila kekurangan cakupan imunisasi ini tidak dikejar maka akan terjadi peningkatan kasus yang akan menjadi beban ganda di tengah pandemi,” kata Maxi dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/6/2022).

Padah 2020 pemerintah menargetkan imunisasi dapat terlaksana hingga 92%, namun nyatanya hanya terwujud 84%.

Baca Juga: Miris, Penolakan Imunisasi Menyebar di 17 Kecamatan di Karanganyar

Sementara pada 2021, ditargetkan hingga 93%, namun hanya mencapai 84%.

Pemerintah berupaya mengejar target cakupan imunisasi yang tak tercapai sebelumnya dengan mengadakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Program tersebut mencakup dua layanan yaitu, pertama layanan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak dan rubela (tanpa memandang status imunisasi sebelumnya).

Kedua, layanan imunisasi kejar yaitu pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi imunisasi dasar maupun lanjutan.

Layanan ini ditujukan untuk anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usianya.

Baca Juga: Begini Alasan Menkes Beri 3 Vaksin Program Imunisasi Rutin

“Kita harus ingat kembali bahwa bila kesenjangan imunitas ini tidak segera kita tutup, maka akan terjadi peningkatan kasus dan KLB yang akan menjadi beban ganda di tengah pandemi, kita juga berpotensi gagal mencapai target eliminasi campak rubela pada 2023 dan gagal mempertahankan Indonesia bebas polio yang telah dicapai sejak 2014,” tambah dia.

Adapun pelaksanaannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diberikan di seluruh provinsi yang berada di luar Pulau Jawa dan Bali pada Mei 2022.

Imunisasi yang diberikan yaitu untuk campak rubela (usia 9-15 tahun) dan imunisasi kejar untuk usia 12-29 bulan yang belum lengkap imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.

Pelaksanaan tahap kedua pada Agustus 2022 di provinsi Jawa dan Bali.

Imunisasi yang diberikan yaitu campak rubela ditujukan untuk usia 9-59 bulan dan imunisasi kejar untuk usia 12-59 bulan yang tidak lengkap imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul 1,7 Juta Bayi di Indonesia Belum Mendapat Imunisasi Dasar

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Timsus Kapolri Sempat Stagnan, Terbantu Berkat Pengakuan Bharada E

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Jejak Berdarah Duren Tiga Akhiri Karier Moncer Ferdy Sambo

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Kasus Ferdy Sambo Disorot Media Malaysia, Singapura dan Australia

      Media dari Singapura, Malaysia dan Australia mengulas berita penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap anak buahnya, Brigadir J.

      Jaksa Yakin Hakim Bakal Hukum Motivator Julianto Eka Putra

      Terdakwa Julianto Eka Putra telah dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

      Pengacara Sebut Asmara Polwan dan Ferdy Sambo, Benarkah Rita Yuliana?

      Pada pertengahan Juli lalu nama AKP Rita Yuliana viral di media sosial karena dikaitkan dengan kasus tewasnya Brigadir J.

      Bharada E: Jika Tidak Menembak, Saya yang Ditembak

      Jika tidak menembak, Bharada E yakin dirinya yang akan ditembak hingga mati.

      Ekosistem Teknologi Kemendikbudristek Wujudkan Transformasi Pendidikan

      Saat ini ada sejumlah platform yang sudah ada pada ekosistem teknologi pendidikan Kemendikbudristek Indonesia.

      Pembunuhan Brigadir J karena Kisah Asmara Ferdy Sambo Terbongkar?

      Ferdy Sambo diduga terlibat kisah asmara dengan seorang polwan sehingga memicu perselisihan dengan istrinya, Putri Candrawathi. 

      Pilpres 2024, Ganjar akan Kalah Jika Tak Diusung PDIP

      Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum mendapat restu untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

      Daerah Ini Warganya Sering Bersepeda Motor Tanpa Helm

      Direktur Lalu lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, Rabu (10/8/2022), mengatakan sejak Juli 2022 hingga 8 Agustus 2022 polisi menilang 208 pengendara tidak menggunakan helm.

      Pengacara: Brigadir J Dihabisi karena Bocorkan Rahasia Ferdy Sambo

      Salah satu pengacara, Kamaruddin Simanjuntak menyatakan Brigadir J dihabisi karena memegang rahasia Ferdy Sambo dan sempat membocorkannya.

      TKP Kasus Kematian Brigadir J Bertambah 1, Rumah Pribadi Ferdy Sambo

      Ketiga TKP tersebut merupakan rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

      Laku Karya Mahasiswa ISI Solo Masuk 10 Besar Film Pendek Kartu Prakerja

      Film Laku karya mahasiswa ISI berhasil masuk 10 besar finalis terbaik kompetisi Film Pendek Kartu Prakerja.

      Beri Informasi Salah, Karopenmas Brigjen Ahmad Ramadhan Dibela Atasan

      Belakangan pernyataan Ahmad Ramadhan itu dibantah Kapolri yang memastikan tidak ada baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo.

      Nadiem Makarim Apresiasi Pengguna Platform Teknologi Kemendikbudristek

      Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna platform teknologi yang telah diluncurkan Kemendikbudristek.

      Ketika LPSK Dibuat Gemas oleh Perilaku Istri Ferdy Sambo

      Meski meminta perlindungan, Putri Candrawathi justru kurang kooperatif dalam memberikan keterangan kepada LPSK.