Dugaan Suap Jaksa Pinangki Sekitar Rp7,3 Miliar, Wow!

Dugaan suap itu jumlahnya melebihi total harta Pinangki Rp6,8 miliar.

 Jaksa Pinangki Sirna Malasari (dok. istimewa/MAKI)

SOLOPOS.COM - Jaksa Pinangki Sirna Malasari (dok. istimewa/MAKI)

Solopos.com, JAKARTA -- Dugaan suap yang diterima jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait Djoko Tjandra kira-kira berapa ya. Mau tahu?

Kejaksaan Agung (Kejagung) menjerat jaksa Pinangki dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Pinangki diduga menerima suap sekitar USD 500.000.

"Sementara kemarin yang beredar di media maupun hasil pemeriksaan pengawasan itu kan diduga sekitar USD 500.000. Kalau dirupiahkan kira-kira Rp7 miliar. Silakan dihitung karena fluktuasi nilai dolar kita tidak bisa pastikan. Tetapi dugaannya sekitar USD 500.000," ujar Hari Setiyono selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Jaksa Pinangki Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terkait Djoko Tjandra?

Bila dicek dengan kurs rupiah saat ini, dugaan suap itu sekitar Rp7,3 miliar. Yang mengejutkan, angka ini melebihi jumlah harta kekayaan jaksa Pinangki. Iya harta yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Tercatat Pinangki memiliki kekayaan Rp6,8 miliar atau tepatnya Rp6.838.500.000. Laporan itu disampaikannya kepada KPK pada 31 Agustus 2019 untuk periode 2018.

Naik 227 Persen

Dari pusat data di situs KPK itu, jaksa Pinangki tercatat menyampaikan LHKPN sebanyak dua kali. Yakni pada 10 April 2008 dan 31 Agustus 2019.

Satu Tersangka Pelaku Kerusuhan Mertodranan Pasar Kliwon Solo Nangis Saat Konferensi Pers

Pada LHKPN tahun 2008, Pinangki tercatat memiliki harta kekayaan Rp2 miliar atau tepatnya Rp2.090.624.000. Dalam kurun waktu 11 tahun, harta kekayaannya bertambah sekitar Rp4,7 miliar atau tepatnya Rp4.747.876. Ada kenaikan 227 persen.

Jaksa Pinangki ditetapkan Kejagung sebagai tersangka pada Selasa (11/8). Pinangki juga langsung ditangkap dan ditahan untuk 20 hari pertama.

"Setelah (Pinangki) ditetapkan tersangka, kemudian tim penyidik melakukan penangkapan," ujar Hari.

Ketua PSHT Situbondo: Kalau Terbukti Lakukan Perusakan Akan Dipecat

Jaksa Pinangki dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pinangki terancam hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara.

"Pasal sangkaannya seperti saya sampaikan tadi [mengenai] pegawai negeri yang diduga terima hadiah atau janji. Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 5 ayat [1] huruf b UU Tindak Pidana Korupsi," ujar Hari.

 

 

Berita Terkait

Espos Plus

Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

+ PLUS Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

QZRUH yang pada era 1980-an hingga 1990-an dikenal sebagai geng remaja anarkistis di Kota Jogja kini mengubah citra menjadi geng dengan aneka kegiatan sosial. QZRUH Reborn berusaha mengubah citra geng ini menjadi lebih humanis.

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini: 24 Januari 1848 Mulai Penambangan Emas di California

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah yang patut dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 24 Januari.

Menpan RB: Pemda Jangan Lagi Rekrut Tenaga Honorer

Tjahjo menegaskan larangan bagi instansi pemerintah untuk merekrut tenaga honorer tersebut juga telah diatur dalam peraturan pemerintah.

Pemerintah Bakal Rekrut Lebih Banyak PPPK Daripada PNS

Formasi CPNS akan ditiadakan penerimaannya pada tahun 2022.

TNI: Poster Babe Haikal Isi Pengajian di Yonif Raider Hoaks

Yonif Para Raider 502/UY telah meminta Tim Ustadz Babe Haikal untuk menghapus poster tersebut guna menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

Yusuf Mansur: Tak Salat Aja Boleh Minta, Masak yang Salat Tidak Boleh

Yusuf Mansur mengatakan tidak ada yang salah jika seseorang menunaikan salat untuk meminta rezeki kepada Allah SWT.

Setor Rp12 Juta, Mimpi Umi Nginap di Hotel Yusuf Mansur Tak Kesampaian

Perempuan yang kini berusia 77 tahun itu adalah salah pengagum Ustaz Yusuf Mansur.

Iran akan Punya Hak Suara Lagi di PBB Setelah Tunggakan Dilunasi Korsel

Iran akan mendapatkan kembali hak suaranya di PBB setelah Korea Selatan (Korsel) membayar tunggakan iuran Tehran ke badan dunia itu.

+ PLUS Pembangunan Kawasan Inti Ibu Kota Baru Masih Menunggu Alokasi Biaya

Realisasi pembangunan infrastruktur di kawasan inti ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur masih menunggu alokasi anggaran dan perintah Presiden Joko Widodo. Seluruh lahan bakal lokasi ibu kota baru adalah tanah negara.

Tak Peduli Bisnis, Umi Sepuh Hanya Ingin Nginap di Hotel Yusuf Mansur

Umi tertarik ikut investasi karena ingin merasakan tidur di hotel yang saat itu dikampanyekan Yusuf Mansur milik umat Islam dan untuk jemaah haji.

Tak Menuntut Yusuf Mansur, Umi Sepuh Pilih Curhat kepada Allah

Umi tertarik ikut investasi karena ingin merasakan tidur di hotel yang saat itu dikampanyekan Yusuf Mansur milik umat Islam dan untuk jemaah haji.

5 Mobil Arteria Dahlan Pakai Pelat Nomor Sama, Apa Sanksinya?

Mempunyai pelat mobil ganda dapat dikenai sanksi penilangan bahkan pemalsuan identitas, karena setiap kendaraan memiliki plat nomor berbeda.

5 Mobil Ini Tidak Dilaporkan Anggota DPR Arteria Dahlan ke KPK

Meskipun diakui miliknya, 5 mobil tersebut tak dimasukkan dalam catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Desember 2019.

+ PLUS SAFEnet Luncurkan Platform Pengaduan Pelanggaran Hak-Hak Digital

Mengakses Internet dengan aman dan nyaman adalah hak asasi setiap orang. Negara harus memenuhi hak itu. Perlindungan data pribadi menjadi bagi penting dari pemenuhan hak asasi digital warga negara.

Puspo Wardoyo: Sedekah & Investasi Yusuf Mansur Rugikan Umat

Pengusaha Wong Solo Group, Puspo Wardoyo, menilai apa yang dilakukan Ustaz Yusuf Mansur terkait investasi dan sedekah merugikan umat.

Dikhianati Soal Mobil, Puspo Wardoyo Dendam ke Ustaz Yusuf Mansur?

Puspo Wardoyo menilai apa yang dilakukan Ustaz Yusuf Mansur terkait sedekah dan investasi itu menyesatkan serta merugikan umat.

+ PLUS "Nobel Vietnam" untuk Terobosan Sains dan Teknologi bagi Kemanusiaan

Yayasan VinFuture yang berbasis di Hanoi, Vietnam, memberikan penghargaan kepada para ilmuwan di dunia yang berprestasi bagi kemanusiaan. Penentuan ilmuwan penerima hadiah diputuskan sebuah komite khusus.