Tutup Iklan

DUGAAN KORUPSI BOYOLALI : Kades di Simo Diduga Selewengkan Anggaran Pembangunan Desa

DUGAAN KORUPSI BOYOLALI : Kades di Simo Diduga Selewengkan Anggaran Pembangunan Desa

SOLOPOS.COM - Ilustrasi korupsi (JIBI/Solopos/Dok.)

Dugaan korupsi Boyolali, kades di Kecamatan Simo diduga menggunakan anggaran desa untuk kepentingan pribadi.

Solopos.com, BOYOLALI — Seorang kepala desa berinisial BP di Kecamatan Simo, Boyolali, diduga menyelewengkan dana pembangunan desa senilai Rp120 jutaan.

Akibat penyelewengan dana tersebut, gedung yang dibangun pada 2015 lalu hingga kini tak kunjung rampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (26/10/2016), terkuaknya dugaan penyimpangan anggaran pembangunan desa itu bermula ketika warga mempertanyakan pembangunan gedung desa setempat yang hingga kini terbengkalai.

Gedung tersebut semestinya selesai pada awal 2016. Warga lantas berinisiatif menanyakan penyebab proyek gedung yang didanai uang rakyat itu tak kunjung selesai.

Dari situlah terkuak kades setempat memakai uang pembangunan itu untuk kepentingan pribadi. Nilainya mencapai Rp120 jutaan. Pemakaian uang tersebut juga sepengetahuan bendahara desa setempat.

“Saat dimintai klarifikasi, kades memang mengakuinya. Ia mengaku memang telah memakai uang pembangunan desa untuk kepentingan pribadi,” ujar sumber Solopos.com yang minta dirahasiakan identitasnya.

Menurut sumber itu, kasus penyelewengan dana bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu sebelumnya, kasus serupa juga terjadi.

Anehnya, kata dia, kades bersangkutan tak mendapatkan sanksi atau diproses hukum. “Kabarnya ada beking orang kuat di belakangnya,” kata dia.

Camat Simo, Hanung Mahendra, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya tak menampik kabar salah satu kades di wilayahnya yang diduga penyelewengan anggaran pembangunan gedung desa.

Saat ini, kades bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat. “Kades yang bersangkutan memang mengakui telah memakai uang pembangunan itu. Saat ini, kasus sudah ditangani Inspektorat,” kata dia.

Menurut Hanung, kasus tersebut sudah dimusyawarahkan di tingkat desa yang dihadiri warga. Ia menjadi mediator sekaligus mengawasi jalannya mediasi.

Dari hasil musyawarah itu, kades bersangkutan sudah beriktikad baik untuk mengembalikan uang tersebut. “Kabarnya kades bahkan sudah mengembalikan sebagian uang yang dipakai itu. Yang jelas, kades sudah memiliki iktikad baik untuk mengembalikannya,” tambah dia.

Hanung mengimbau semua kades di wilayah Simo agar berhati-hati dalam penggunaan anggaran desa. Jika sedikit saja terpeleset maka akan berurusan dengan hukum.

“Apalagi dana desa saat ini cukup banyak. Kalau tak hati-hati dan bisa mengontrol diri, bisa-bisa terjerat kasus hukum,” paparnya didampingi Sekretaris Camat Sumarno.

Sementara itu, BP belum bisa ditemui untuk dimintai konfirmasi. Begitu juga Inspektorat Kabupaten Boyolali.

Berita Terkait

Berita Terkini

Rumah Sakit Jiwa di Semarang Siapkan 115 Bed Isolasi

Untuk menyiapkan bed isolasi pasien Covid-19, RSJD Amino Gondohutomo harus memindahkan sejumlah pasien ODGJ ke bangsal lain.

Buron 10 Tahun Pembalakan Liar Adelin Lis Ditangkap di Singapura

Buronan sekaligus terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis yang 10 tahun ini disasar Kejaksaan Agung akhirnya ditangkap imigrasi Singapura.

Waspada! Ada 26 Kasus DBD di Madiun Pada 2021

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Madiun cukup tinggi pada tahun 2021, Dinkes mencatat ada 26 kasus DBD di tahun ini.

Jakarta Lanjutkan Uji Coba PTM saat Ledakan Covid-19

Jakarta tetap melanjutkan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di tengah lonjakan kasus penularan Covid-19, dua pekan terakhir ini.

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Rating TV Indonesia: Tayangan Sinetron Masih Digemari

Tayangan sinetron sepertinya masih mendominasi rating TV Indonesia.

Selamat! Wali Kota Madiun Terima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LH dan Kehutanan

Maidi menuturkan penghargaan Nirwasita Tantra 2020 ini diberikan karena Kota Madiun dianggap berhasil menata kota dengan memperhatikan lingkungan.