Duta Besar UEA untuk Indonesia, Muhammad Abdulla Al Ghfeli (berbaju putih), berkunjung ke bekas depo PT Pertamina (Persero), Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (16/8/2019). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO -- Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Muhammed Abdulla Al Ghfeli, berkunjung ke bekas depo PT Pertamina (Persero) di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (16/8/2019).

Informasi yang diperoleh Solopos.com, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan antara Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (24/7/2019) lalu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengunggah status dalam akun Facebook resminya soal hasil kunjungan itu. Salah satunya mengerucut pada pembangunan masjid di Solo, kota kelahiran Jokowi.

“Sheikh Mohammed dalam pembicaraan dengan Pak Presiden di Bogor menjanjikan bahwa ia ingin memberi dan membangun sebuah masjid di kota kelahiran Pak Jokowi. Hanya seminggu setelah janji itu, utusan sang pangeran sudah terbang ke Solo untuk meninjau beberapa lokasi yang mungkin bisa dibangun masjid modern,” tulis Luhut, Rabu (14/8/2019).

Kendati begitu, Dubes Al Ghfeli enggan berbicara lebih detail terkait kunjungan itu meski ia sempat berjalan mengelilingi bekas depo seluas 2,5 hektare tersebut sambil memotret. Kunjungannya didampingi Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani.

“Saya tidak mau berbicara soal ini [kunjungan] sampai semuanya selesai. Nanti setelah semuanya selesai, saya janji akan memberi tahu kawan-kawan pewarta,” kata dia dalam bahasa Inggris.

Anggota Staf Kepresidenan RI, Munajat, yang turut menjadi pendamping juga enggan menyampaikan tujuan kunjungan dubes UEA. Kendati begitu, ia menyebut soal keperluan mencari lahan yang tepat.

“Enggak berani ngomong ya. Karena enggak berani menjanjikan. Ya, ini mencari lokasi seperti janji saat Putra Mahkota UAE bertemu dengan Presiden Jokowi,” ucap Munajat.

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Marketing Operasional Region (MOR) IV, Andar Titi Lestari, mengaku tidak mengetahui tujuan kunjungan tersebut. Ia hanya mengatakan status tanah di bekas depo tersebut masih milik PT Pertamina.

“Iya kalau status tanah masih milik Pertamina, kami enggak tahu mau diapakan Pemda [Pemerintah Kota Solo],” kata dia dalam layanan perpesanan Whatsapp.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten