Warga melayat ke rumah tempat disemayamkannya jenazah Andri Novianto atau Wondri di Bauresan RT 004/RW 002, Giritirto, Wonogiri, Rabu (21/8/2019). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Sepak terjang Andri Novianto atau Wondri, seorang residivis kasus pembunuhan dan sejumlah kasus kriminalitas lainnya di Wonogiri, berakhir sudah.

Lelaki 37 tahun asal Bauresan RT 004/RW 002, Giritirto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, itu meninggal dunia setelah ditembak oleh polisi sebanyak dua kali di tubuh bagian depan.

Polisi terpaksa mengambil langkah itu karena Wondri merebut senjata api petugas di dekat bekas terminal Wonogiri di kawasan kota Wonogiri, Selasa (20/8/2019) malam.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Purbo Ajar Waskito, kepada Solopos.com, Rabu (21/8/2019), menjelaskan petugas menembak Wondri dua kali karena membahayakan jiwa petugas dan masyarakat.

Awalnya polisi menangkap Wondri karena membuat onar di toko aksesori telepon selular (ponsel) Kartika tak jauh dari Pasar Kota Wonogiri. Polisi datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari pengelola toko.

Sesampainya di lokasi, polisi baru menyadari lelaki yang bikin onar itu adalah Wondri. Sepekan sebelumnya, polisi mencarinya karena Wondri menganiaya Sasongko, 26, anggota Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri asal Kaloran Kidul, Giritirto, menggunakan parang atau pedang.

Menyadari lelaki tersebut adalah Wondri, polisi lalu memintanya menunjukkan senjata tajam (sajam) yang digunakannya melukai Sasongko. Kepada polisi, Wondri mengaku sajam miliknya disimpan di kamar indekosnya di Wonokarto.

Polisi lalu membawa Wondri ke tempat indekosnya. Namun, polisi tak menemukan sajam milik Wondri. Selanjutnya polisi membawa Wondri ke Mapolres untuk diperiksa lebih lanjut.

Saat ditanya ihwal sajam yang digunakannya untuk melukai Sasongko, Wondri kembali menjawab menyimpan di sebuah tempat di kamar indekosnya. Petugas lalu membawanya lagi ke kamar indekosnya.

“Saat pencarian barang bukti sajam kali kedua saat itu tersangka [Wondri] dibawa empat petugas menggunakan minibus. Di tengah perjalanan tersangka merebut senjata petugas dan langsung keluar mobil. Itu terjadi di dekat terminal lama [bekas terminal Wonogiri]," jelas Kasatreskrim mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Petugas lalu mengejar Wondri. Namun, Wondri malah menodongkan senjata ke arah petugas. Salah satu petugas lalu memberi tembakan peringatan agar Wondri menyerah, tapi tak digubris.

Akhirnya petugas memberi tindakan tegas dan terukur dua kali di badan bagian depan Wondri. Wondri tersungkur dan langsung dilarikan ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonoiri. Setelah diperiksa petugas medis, Wondri dinyatakan meninggal dunia.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten