Warga di wilayah Kecamatan Bulu antre menerima bantuan air bersih yang disalurkan Polres Sukoharjo di Balai Desa Punden, Kamis (27/6/2019). (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO-Memasuki musim kemarau, dua desa di Kecamatan Bulu mulai mengalami https://entertainment.solopos.com/read/20190627/482/1001557/insiden-baju-melorot-hara-eks-kara-tetap-profesional" title="Insiden Baju Melorot, Hara Eks KARA Tetap Profesional">krisis air bersih. Ratusan kepala keluarga (KK) kini bergantung air bersih dari sumur program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) hingga bantuan dropping air bersih.

Seperti halnya bantuan dropping air bersih yang disalurkan Polres Sukoharjo, Kamis (27/6). Sebanyak empat truk tangki air dan satu water canon atau total 16.000 liter air bersih disalurkan kepada warga di Dukuh Ngesong, Desa Kunden, dan Dukuh Rejo, Desa Kamal, Kecamatan Bulu. 

Berdasarkan pantauan Solopos, warga berdatangan ke Balai Desa Kunden sejak pukul 08.00 WIB. Mereka antre dengan membawa ember.

Kabag Operasi (Ops) Polres Sukoharjo Kompol Teguh P. mengatakan bantuan disalurkan kepada warga di dua desa yang kini mengalami krisis air bersih terparah di wilayah Kecamatan Bulu. Selain itu dropping air https://soloraya.solopos.com/read/20190622/489/1000354/asyiknya-bermain-sambil-belajar-di-jurug-solo-zoo" title="Asyiknya Bermain Sambil Belajar di Jurug Solo Zoo">bersih sekaligus dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara.

"Bantuan air bersih kami salurkan hari ini [kemarin] sebanyak 16.000 liter untuk warga di Dukuh Ngesong, Desa Kunden dan Dukuh Tugu, Desa Kamal," kata dia ketika dijumpai di sela-sela penyaluran bantuan air bersih di Balai Desa Punden.

Bantuan air, menurut dia, juga akan disalurkan ke lokasi lainnya yang dinilai rawan kekeringan memasuki musim kemarau ini. Namun lokasi selanjutnya masih menunggu instruksi dari Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi.

Sekretaris Camat (Sekcam) Bulu Heri Mulyadi mengatakan berdasarkan pemetaan terdapat empat desa di wilayah Bulu yang rawan kekeringan memasuki musim kemarau ini. Keempat desa itu adalah Sanggang, Gentan, Kamal, dan Kunden. Dua desa di antaranya yakni Desa Kunden dan Kamal, kini memulai mengalami krisis air bersih. Namun demikian krisis air bersih masih bisa ditangani, artinya warga masih mengandalkan air Pamsimas dan bantuan air bersih.

"Kekeringan belum ada yang sampai sumurnya mengering dan mencari ke sumber air di lokasi lain. Semua masih bisa ditangani dengan sumur Pamsimas dan sekarang mendapat bantuan air bersih dari Polres," katanya.

Diakuinya keberadaan sumur Pamsimas belum mengkaver seluruh desa. Ke depan pemerintah berkomitmen membangun sumur Pamsimas di tiap-tiap desa. Artinya setiap desa memiliki sumur Pamsimas dan bisa diandalkan untuk mengatasi persoalan air bersih saat musim kemarau datang.

Kendaraan sumur Pamsimas ini dinilai https://lifestyle.solopos.com/read/20190627/485/1001544/hasil-penelitian-selfie-5x-lebih-mematikan-ketimbang-serangan-hiu" title="Hasil Penelitian: Selfie 5x Lebih Mematikan Ketimbang Serangan Hiu">penting untuk mencukupi kebutuhan air bagi warga di Kecamatan Bulu yang memang masuk zona merah rawan kekeringan. Hal ini lantaran kondisi wilayah yang tandus.

Dia mengatakan musim kemarau tahun ini datang lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten